Situs Markas Angkatan Perang RI di Nawangan Pacitan dalam Sejarah Perjuangan Nasional (Dana Indonesiana 2025)
PRABANGKARANEWS.COM, OPK PACITAN – Salah satu bentuk inventarisasi situs bersejarah di Pacitan adalah keberadaan Markas Angkatan Perang Republik Indonesia yang terletak di Dukuh Sobo, Dusun Menur, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan. Situs ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan perjuangan Jenderal Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda.
Dalam konteks sejarah nasional, setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, situasi keamanan di Jakarta semakin tidak kondusif akibat upaya Belanda untuk kembali menguasai Indonesia. Kondisi tersebut mendorong pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Yogyakarta. Namun, tekanan militer Belanda yang terus meningkat membuat Panglima Besar Jenderal Soedirman mengambil langkah strategis dengan melaksanakan perang gerilya guna mempertahankan keberlangsungan Tentara Nasional Indonesia serta eksistensi Republik Indonesia.
Pada kurun waktu 1948–1949, Jenderal Soedirman memimpin langsung perjuangan gerilya dengan meninggalkan Yogyakarta dan bergerak menuju wilayah selatan Pulau Jawa. Perjalanan tersebut dilakukan melalui jalur hutan dan pegunungan untuk menghindari pengawasan pasukan dan serangan udara Belanda. Rute yang dilalui melintasi kawasan Pracimantoro (Wonogiri) hingga akhirnya sampai di wilayah Nawangan, Pacitan, yang secara geografis dinilai sangat strategis sebagai basis pertahanan dan konsolidasi.
Di kawasan inilah Jenderal Soedirman beserta pasukannya mendapatkan perlindungan dari Karso Semito, seorang pamong desa yang menjabat sebagai Bayan Dukuh Sobo, Dusun Menur. Pada masa itu, wilayah tersebut masih termasuk dalam administrasi Desa Pakis sebelum kemudian berkembang menjadi Desa Pakis Baru seperti saat ini. Rumah milik Karso Semito yang terletak di lokasi tersembunyi dan aman kemudian dimanfaatkan sebagai Markas Besar Angkatan Perang Republik Indonesia.
Dari markas tersebut, berbagai strategi perjuangan disusun serta koordinasi perlawanan terhadap Belanda dilakukan. Tempat ini menjadi salah satu titik penting dalam sejarah perang gerilya yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman.
Hingga saat ini, bangunan markas tersebut masih berdiri dalam kondisi asli, berupa rumah limasan khas Jawa yang dilengkapi dengan perabotan lama seperti meja dan kursi kayu yang pernah digunakan pada masa perjuangan. Keaslian ini menjadikannya sebagai situs sejarah yang autentik, sarat dengan nilai perjuangan, semangat nasionalisme, serta pengorbanan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Keberadaan Situs Markas Jenderal Soedirman di Pakis Baru, Nawangan, Pacitan merupakan bukti nyata peran penting wilayah Pacitan dalam sejarah perjuangan bangsa. Situs ini tidak hanya menjadi saksi bisu perjuangan TNI dan rakyat, tetapi juga layak ditetapkan sebagai cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi serta menjadi bagian penting dari memori kolektif bangsa Indonesia.
Penulis: Dr. Agoes Hendriyanto, M.Pd

