Kurasi Penulisan Konten Lokal Pacitan 2026, Siapkan 32 Naskah Terbaik untuk Diterbitkan

Kurasi Penulisan Konten Lokal Pacitan 2026, Siapkan 32 Naskah Terbaik untuk Diterbitkan
Kurasi Penulisan Konten Lokal Pacitan 2026, Siapkan 32 Naskah Terbaik untuk Diterbitkan
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM, Pacitan – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Akurasi Penulisan Konten Lokal Pacitan Tahun 2026 di Gedung Layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan Ahmat Taufan, Kepala Bidang Agustin, Deni, serta tim bimbingan teknis (bimtek) penulisan yang terdiri atas Dr. Agoes Hendriyanto, S.P., M.Pd., Saptanto Hari Wibawa, S.S., M.Hum., dan Frend Mashudi, Era, dan Dinda.

Rakor dilaksanakan sebagai bagian dari proses kurasi dan akurasi hasil karya peserta Bimbingan Teknis Penulisan Konten Lokal Pacitan Tahun 2026 yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Baca Juga  Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno Pastikan Proses Vaksinasi Pertama Pelaku Parekraf di Bali

Dari sekitar 70 peserta yang mengikuti kegiatan bimtek, tim kurasi telah menyeleksi 32 karya tulis terbaik yang dinilai layak untuk diterbitkan menjadi buku dan karya tulis berkualitas yang dapat memperkaya khasanah literasi lokal Kabupaten Pacitan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Ahmat Taufan, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional RI atas dukungan program dan pendanaan yang telah diberikan.

Amat Taufan dan Agoes Hendriyanto

“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan mengucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang telah memberikan bantuan Dana DAK Non Fisik Tahun 2026. Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat, khususnya dalam penulisan buku yang mampu mengamankan dan melestarikan aset sejarah serta kekayaan lokal Bumi Pacitan,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menghasilkan karya tulis yang mendokumentasikan sejarah, budaya, dan potensi daerah, tetapi juga menjadi sarana lahirnya penulis-penulis muda lokal yang mampu berkiprah dalam dunia literasi yang lebih luas.

Baca Juga  Keren ! Desa-desa di Banyuwangi Dominasi Sepuluh Besar Desa Mandiri, Salah Satunya Peringkat Pertama

“Melalui kegiatan ini diharapkan muncul generasi penulis lokal yang produktif dan kreatif, sehingga dapat mewarnai dunia literasi mulai dari tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” tambahnya.

Sementara itu, tim kurasi menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan aspek substansi, kebahasaan, keaslian data, serta kontribusi karya terhadap pelestarian sejarah, budaya, dan identitas lokal Pacitan.

Program Penulisan Konten Lokal Pacitan Tahun 2026 menjadi salah satu upaya strategis dalam mendokumentasikan pengetahuan lokal sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat. Melalui penerbitan karya-karya terbaik tersebut, diharapkan warisan sejarah, budaya, dan kearifan lokal Pacitan dapat terus terjaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.