Usung Konsep Panggung Berjalan, FRP 2026 Beri Keleluasaan Penonton Nikmati Pertunjukan Rontek

Usung Konsep Panggung Berjalan, FRP 2026 Beri Keleluasaan Penonton Nikmati Pertunjukan Rontek
Usung Konsep Panggung Berjalan, FRP 2026 Beri Keleluasaan Penonton Nikmati Pertunjukan Rontek
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Festival Rontek Pacitan (FRP) 2026 resmi digelar. Mengusung konsep baru panggung berjalan, perhelatan seni tradisi ini memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat karena penonton dapat menikmati atraksi peserta tidak hanya di satu titik panggung, tetapi sepanjang jalur pertunjukan.

Sebanyak 16 peserta utama dan satu peserta ekshibisi akan menampilkan pertunjukan kolosal dalam gelaran yang berlangsung mulai 17 hingga 19 Juli 2026. Festival yang telah empat kali masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah di kawasan pusat kota Pacitan, Jumat (17/07).

Membacakan sambutan Bupati Pacitan, Gagarin menyampaikan bahwa Festival Rontek Pacitan bukan sekadar ajang kompetisi seni, tetapi memiliki nilai strategis sebagai ruang pelestarian budaya, edukasi masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan.

Baca Juga  Pilkada 2020  Normal yang Tidak Normal

Usung Konsep Panggung Berjalan, FRP 2026 Beri Keleluasaan Penonton Nikmati Pertunjukan Rontek

“Saya berharap FRP tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Pacitan, tetapi juga semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu festival unggulan tingkat nasional,” ujar Gagarin.

Menurutnya, keberlanjutan Festival Rontek Pacitan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya lokal sekaligus mengembangkan kreativitas masyarakat.

Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) terus melakukan evaluasi dan inovasi. Salah satu pembaruan pada FRP 2026 adalah penerapan konsep panggung berjalan.

Usung Konsep Panggung Berjalan, FRP 2026 Beri Keleluasaan Penonton Nikmati Pertunjukan Rontek

Konsep tersebut membuat peserta tidak hanya tampil di hadapan dewan juri, tetapi juga menghadirkan pertunjukan di sepanjang rute yang telah ditentukan. Dengan demikian, masyarakat yang berada di berbagai titik jalur festival tetap dapat menikmati kreativitas para peserta.

Baca Juga  Peringatan Maulid Nabi di STAINU Pacitan: Menguatkan Ukhuwah dan Kecintaan terhadap Rasulullah

Kepala Disparbudpora Pacitan Miniirul Ichwan menjelaskan bahwa konsep tersebut lahir dari evaluasi pelaksanaan FRP tahun sebelumnya serta masukan dari masyarakat.

“Atas hasil evaluasi tahun 2025 dan masukan dari masyarakat, maka tahun ini mulai dari SMP Negeri 2 Pacitan sampai Penceng menjadi area penjurian,” jelasnya.

Ia berharap inovasi panggung berjalan mampu memberikan ruang lebih luas bagi peserta untuk berekspresi sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menyaksikan festival budaya tahunan tersebut.

Pada hari pertama pelaksanaan FRP 2026, acara diawali dengan penampilan ekshibisi rontek gabungan siswa-siswi SMP. Setelah itu, empat perwakilan kecamatan tampil menunjukkan kreasi terbaik mereka, yakni Kecamatan Kebonagung, Tegalombo, Ngadirojo, dan Pacitan.

Melalui perpaduan tradisi, kreativitas, dan inovasi penyajian, Festival Rontek Pacitan 2026 diharapkan semakin mengukuhkan identitas Pacitan sebagai daerah yang kaya akan budaya serta mampu menjadi magnet wisata budaya tingkat nasional

Baca Juga  Silaturahmi dengan IKBM Kalbar, Pangdam XII/Tpr Ajak Rawat Kebhinekaan