Lanskap Geologi Punung Tempo Dulu: Perlapisan Batu Gamping dan Tuf (Dana Indonesiana 2025)

Lanskap Geologi Punung Tempo Dulu: Perlapisan Batu Gamping dan Tuf (Dana Indonesiana 2025)
Photography Collection of the Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indië. Punung, Patjitan. Lapisan-lapisan batu karang dan tuf, Selatan.
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM – “Punung, Patjitan. Lapisan-lapisan batu karang dan tuf, Selatan”, tampak sebuah bentang alam geologi di wilayah selatan Punung, Pacitan, yang memperlihatkan karakteristik khas kawasan karst Gunung Sewu. Berikut deskripsinya:

Foto hitam putih  yang tampak,  memperlihatkan panorama alam Punung pada masa lampau dengan latar belakang perbukitan berbentuk kubah yang berjajar memanjang. Bukit-bukit tersebut merupakan bagian dari bentang alam karst yang tersusun oleh lapisan batu gamping (batu karang/limestone) dan tuf vulkanik, hasil proses geologi yang berlangsung jutaan tahun lalu.

Di bagian depan foto tampak hamparan lahan pertanian yang memanfaatkan dataran lembah di antara bukit-bukit karst. Vegetasi berupa pohon kelapa dan pepohonan lain tumbuh mengikuti alur lembah, menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki sumber air yang cukup untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Baca Juga  Beberapa Jurus Bagi "PTS" untuk Hadapi Persaingan Pendidikan Tinggi di Era New Normal, Agar Tetap Eksis

Keterangan “lapisan-lapisan batu karang dan tuf” mengacu pada singkapan batuan sedimen karbonat yang berselingan dengan lapisan tuf vulkanik. Kombinasi kedua jenis batuan ini menjadi bukti bahwa wilayah Punung mengalami dua proses geologi penting, yaitu:

  • Pengendapan batu gamping ketika kawasan ini masih berada di dasar laut purba pada kala Miosen.
  • Pengendapan material vulkanik (tuf) yang berasal dari aktivitas gunung api di Jawa bagian selatan setelah proses pengangkatan daratan.

Secara geomorfologi, bentang alam ini memperlihatkan topografi bergelombang dengan bukit-bukit kerucut rendah yang menjadi ciri khas Karst Gunung Sewu, salah satu kawasan karst tropis terbesar di Asia Tenggara.

Nilai Geologi

Foto ini memiliki nilai ilmiah yang penting karena mendokumentasikan:

  • Struktur perlapisan batu gamping dan tuf yang menjadi dasar penelitian stratigrafi di Punung.
  • Bentuk awal lanskap karst sebelum mengalami perkembangan permukiman modern.
  • Hubungan antara kondisi geologi dengan pemanfaatan lahan pertanian oleh masyarakat setempat.
Baca Juga  Himbauan Menjelang Pemilihan pada 27 November 2024

Keberadaan lapisan batu gamping dan tuf di Punung juga menjadi petunjuk sejarah geologi Pacitan, yang menunjukkan perubahan lingkungan dari laut dangkal menjadi daratan akibat proses tektonik dan vulkanisme selama jutaan tahun. Kawasan ini kemudian berkembang menjadi wilayah yang kaya akan gua-gua karst, seperti Gua Song Terus, Gua Tabuhan, dan berbagai situs prasejarah lainnya, yang menjadikan Punung sebagai salah satu kawasan geologi dan arkeologi terpenting di Indonesia.

Secara keseluruhan, foto ini tidak hanya merekam keindahan lanskap Punung pada masa lalu, tetapi juga menjadi dokumentasi penting mengenai evolusi geologi Pegunungan Selatan Jawa serta keterkaitan antara kondisi alam dan kehidupan masyarakat di wilayah Pacitan.

Baca Juga  Jelang Pilkada Ponorogo, Demokrat Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati Maupun Bakal Calon Wabup

Sumber: Photography Collection of the Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indië. Punung, Patjitan. Lapisan-lapisan batu karang dan tuf, Selatan. Kern Institute Photography Collection, Juni 1954. Other Version Identifier: 81288303750002711.