Pelem Festival ke-6 Mendunia, Bupati Pacitan Apresiasi Seniman dan Gotong Royong Warga
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Gaung Pelem Festival ke-6 semakin mengukuhkan Pacitan sebagai ruang tumbuhnya seni dan kebudayaan yang mampu menembus panggung internasional. Usai festival yang berlangsung pada 4–9 Agustus 2026 di Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menerima kunjungan silaturahmi Tim Pelem Festival ke-6 di halaman belakang rumah dinas bupati, Sabtu (8/8/2026).
Kunjungan tersebut diikuti para seniman yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan festival berskala internasional tersebut. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat sebagai bentuk apresiasi sekaligus silaturahmi setelah rangkaian kegiatan festival selesai digelar.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pelem Festival ke-6. Menurutnya, keberadaan festival tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pacitan karena mampu menghadirkan karya seni dan seniman dari berbagai penjuru dunia.
“Selamat dan sukses atas terselenggaranya Pelem Festival. Saya sangat mengapresiasi. Meskipun Pacitan ini kota kecil, namun kita memiliki panggung festival yang mendunia,” kata Bupati.
Pelem Festival ke-6 tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya. Kearifan lokal Desa Pelem diangkat melalui semangat gotong royong masyarakat dan dipertemukan dengan karya serta gagasan seniman dari berbagai negara.
Kehadiran seniman dari Australia, Jepang, India, serta sejumlah daerah di Indonesia membuat festival semakin berwarna. Beragam kesenian lokal dan internasional tampil berdampingan, menciptakan ruang dialog budaya yang mempertemukan tradisi masyarakat Pacitan dengan perspektif seni dari berbagai belahan dunia.
Bagi Pacitan, Pelem Festival menunjukkan bahwa keterbatasan sebagai daerah kecil bukan penghalang untuk menghadirkan kegiatan seni berkelas dunia. Justru melalui kekuatan masyarakat, seniman, dan kearifan lokal, Desa Pelem mampu menciptakan panggung yang memperkenalkan Pacitan kepada masyarakat internasional.
Festival tersebut sekaligus membuktikan bahwa desa dapat menjadi panggung dunia ketika masyarakat bergerak bersama menjaga budaya dan membuka ruang bagi perjumpaan antarbudaya. Pelem Festival diharapkan terus berkembang menjadi bagian dari perjalanan seni dan kebudayaan Pacitan sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu ruang kreatif di Jawa Timur.
