Diskusi Filsafat Ensiklopedia Pacitanian Bersama Mahasiswi UGM, Dinas Perpustakaan Pacitan Perkuat Diseminasi Luaran Dana Indonesiana 2025
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan terus mengintensifkan diseminasi hasil Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025 melalui kegiatan Coffee Morning di Kantin Literasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Kamis (16/7/2026). Kali ini, kegiatan dikemas dalam Diskusi Filsafat yang mengupas buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri bersama mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Program Studi Filsafat.
Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat tema Peradaban Manusia Pacitanian dari perspektif filsafat, sejarah, dan kebudayaan. Para peserta diajak menelusuri perjalanan panjang peradaban manusia di Pacitan yang terekam melalui berbagai situs purbakala, tinggalan budaya, hingga perkembangan masyarakat modern.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, yang juga menjadi salah satu penulis ensiklopedia tersebut, menjelaskan bahwa buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam mendokumentasikan sekaligus mengamankan aset sejarah daerah.
“Pacitan memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa. Dari jejak manusia purba, peninggalan arkeologi, situs budaya, hingga tradisi masyarakat yang masih lestari. Semua itu merupakan mata rantai peradaban manusia Pacitanian yang harus didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, buku tersebut tidak hanya memuat informasi sejarah, tetapi juga menyajikan kajian multidisiplin yang mencakup filsafat, arkeologi, pertanian, seni, ketauhidan, hingga nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat.
Para mahasiswi KKN UGM memberikan apresiasi atas langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan yang dinilai berhasil menghadirkan perpustakaan bukan sekadar sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat kajian ilmu pengetahuan dan pelestarian sejarah daerah.
Mereka menilai ensiklopedia tersebut memiliki nilai akademik yang tinggi karena memadukan berbagai disiplin ilmu dalam membaca perjalanan peradaban Pacitan secara komprehensif.
Dalam kesempatan itu, Amat Taufan juga menjelaskan bahwa Pacitan dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam sejarah peradaban manusia dunia. Berbagai temuan arkeologi dan situs prasejarah menjadi bukti bahwa wilayah ini memiliki nilai universal yang turut memperkaya khazanah warisan budaya dunia.
“Kami berharap semakin banyak intelektual, akademisi, peneliti, maupun mahasiswa yang tertarik melakukan penelitian di Pacitan. Semakin banyak penelitian yang dilakukan, semakin kuat pula upaya pelestarian warisan budaya bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran perpustakaan harus mampu menjadi pusat literasi, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan, sehingga benar-benar hadir demi menjaga harkat dan martabat bangsa menuju masyarakat Pacitan yang semakin sejahtera dan bahagia.
Pada akhir kegiatan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan menyerahkan cendera mata berupa buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri Jilid 1 dan Ensiklopedia Pacitan Misteri 4: Peradaban Pacitanian kepada para mahasiswi KKN UGM sebagai bahan kajian dan referensi akademik.
Diketahui, Ensiklopedia Pacitan Misteri 4: Peradaban Pacitanian merupakan salah satu luaran Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Dr. Agoes Hendriyanto sebagai penerima pendanaan (Nomor Penerima: 32255) dengan judul kegiatan “Inventarisasi dan Kajian Objek Kebudayaan di Pacitan: Upaya Pelestarian Warisan Budaya Lokal.”
Hingga saat ini, tim penulis telah berhasil menerbitkan empat seri ensiklopedia. Sementara itu, Jilid 2 dan Jilid 3 masih dalam proses penyuntingan dan percetakan. Menurut Amat Taufan, proses penerbitan kedua jilid tersebut membutuhkan waktu lebih lama karena keterbatasan anggaran, di tengah tingginya minat masyarakat terhadap buku-buku yang mendokumentasikan sejarah dan peradaban Pacitan.
Melalui diseminasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan ensiklopedia ini tidak hanya menjadi dokumentasi ilmiah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menggali, meneliti, dan melestarikan kekayaan sejarah serta kebudayaan Pacitan sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
