DPRD Jatim Dorong Rumah Sakit Daerah Perkuat Manajemen Keuangan dan Mandiri secara BLUD
PRABANGKARANEWS.COM, PONOROGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya penguatan tata kelola keuangan dan inovasi layanan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Hal ini dinilai krusial agar rumah sakit plat merah tetap mampu memberikan pelayanan prima di tengah tantangan pembiayaan kesehatan saat ini.
Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jatim, Dr. Suli Da’im, M.M., menyampaikan bahwa keberlangsungan operasional rumah sakit sangat bergantung pada kedisiplinan pengelolaan arus kas serta ketepatan administrasi.
”Manajemen rumah sakit perlu memperkuat cash flow management, mempercepat proses verifikasi klaim, sekaligus melakukan diversifikasi layanan unggulan yang tetap berpihak kepada masyarakat namun mampu memperkuat kemandirian BLUD,” ujar Suli Da’im disela-sela kunjungannya ke Kabupaten Ponorogo, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Suli, akselerasi verifikasi klaim kesehatan—seperti klaim BPJS Kesehatan—menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga stabilitas cash flow (arus kas) rumah sakit. Jika proses verifikasi berjalan lambat, potensi terjadinya hambatan operasional dan pemenuhan kebutuhan logistik medis bisa meningkat.
Di sisi lain, politisi PAN ini juga mendorong manajemen RSUD di Jawa Timur untuk tidak ragu melakukan diversifikasi atau pengembangan layanan-layanan unggulan baru. Langkah inovatif ini diharapkan dapat memacu pendapatan fungsional rumah sakit guna memperkokoh kemandirian sebagai BLUD.
Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa aspek profit atau kemandirian tersebut tidak boleh mengesampingkan fungsi sosial rumah sakit pemerintah. Layanan unggulan yang dihadirkan harus tetap inklusif, terjangkau, dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan serta kesejahteraan masyarakat luas. (Muh Nurcholis)
