Literasi Pacitan Menjangkau Nasional, Dinas Perpustakaan Kota Ternate Terima Koleksi Buku Sejarah Pacitan
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Gerakan literasi yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan terus menunjukkan dampak positif hingga tingkat nasional. Sejumlah buku karya tokoh-tokoh Pacitan kini telah menjadi koleksi berbagai daerah sebagai referensi dalam pengembangan literasi dan pelestarian sejarah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, kepada jurnalis, Senin (6/7/2026), menyampaikan rasa syukur atas semakin luasnya jangkauan karya literasi yang lahir dari Pacitan. Menurutnya, berbagai buku hasil karya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Kapolres Pacitan, Kepala SMKN Pringkuku, serta dosen STKIP PGRI Pacitan, Dr. Agoes Hendriyanto, telah tersebar hingga ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa.
Salah satu bentuk apresiasi datang dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kota Ternate yang telah menerima empat eksemplar buku, yakni Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri Jilid I, II, dan III, serta buku Di Balik Tabir Tungku Pacitan.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ternate NONA LETHULUR; Spd , MSi, menyampaikan terima kasih atas hibah koleksi buku tersebut. Menurutnya, buku-buku tersebut merupakan referensi berharga yang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mendokumentasikan sejarah lokal sekaligus menjaga aset budaya bangsa agar tidak hilang ditelan zaman.
Amat Taufan berharap koleksi tersebut tidak hanya menjadi pelengkap perpustakaan daerah, tetapi juga menjadi rujukan bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan gerakan literasi berbasis sejarah dan kearifan lokal.
Menurutnya, perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat pengetahuan yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa serta mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin sejahtera dan bahagia.
Ia juga menegaskan pentingnya terus melahirkan karya-karya sejarah daerah sebagai upaya mengamankan arsip dan dokumentasi yang memiliki nilai historis. Dengan demikian, warisan sejarah tersebut dapat tetap terpelihara, terdokumentasi dengan baik, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas bangsa.
