Empat UKM Seni STKIP PGRI Pacitan Kolaborasikan Kreativitas, Wujudkan Panggung Budaya Takartepa

Empat UKM Seni STKIP PGRI Pacitan Kolaborasikan Kreativitas, Wujudkan Panggung Budaya Takartepa
Empat UKM Seni STKIP PGRI Pacitan Kolaborasikan Kreativitas, Wujudkan Panggung Budaya Takartepa
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM,  PACITAN – Empat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang seni di STKIP PGRI Pacitan menampilkan kolaborasi kreatif melalui Wiyata Laras Budaya Takartepa yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan, Sabtu (8/8/2026). Pergelaran seni tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Dies Natalis ke-34 STKIP PGRI Pacitan, sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi mahasiswa untuk melestarikan seni dan budaya daerah.

Mengusung semangat kebersamaan, kegiatan ini mempertemukan UKM Karawitan, UKM Tari, UKM Teater Sentir, dan UKM Paduan Suara Bahana Nirwana dalam satu panggung kolaborasi. Tak hanya melibatkan mahasiswa, acara juga menghadirkan partisipasi pelajar dari sejumlah sekolah menengah sebagai bentuk sinergi pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Pacitan.

UKM Paduan Suara Bahana Nirwana

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 17.00 WIB, kemudian dilanjutkan pembukaan resmi pukul 19.00 WIB. Prosesi pembukaan diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne STKIP PGRI Pacitan, laporan ketua panitia, sambutan Ketua STKIP PGRI Pacitan, sambutan Bupati Pacitan, serta doa bersama sebagai penanda dimulainya pergelaran budaya.

Baca Juga  PSSI Mendapatkan Dukungan Penuh Pemerintah Memajukan Sepak Bola Indonesia

Suasana semakin semarak ketika pertunjukan seni dimulai. SMAN 1 Pacitan membuka penampilan, disusul SMKN 1 Pacitan yang menampilkan kreativitas seni para pelajarnya. Penampilan tersebut menjadi pembuka sebelum mahasiswa STKIP PGRI Pacitan menghadirkan kolaborasi lintas UKM yang menjadi daya tarik utama malam itu.

UKM Tari

Kolaborasi UKM Karawitan dan UKM Tari memukau penonton melalui Tari Gambyong, yang kemudian dilanjutkan penampilan harmonis UKM Paduan Suara Bahana Nirwana. Suasana budaya Jawa kembali terasa lewat sajian Tari Gejuk Sorai, sebelum seluruh UKM seni bersatu dalam sebuah pertunjukan kolaboratif yang memadukan musik tradisional, tari, teater, dan vokal dalam satu kesatuan artistik. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan seluruh peserta dan panitia.

Pelaksanaan Tahun Kedua Dinilai Semakin Berkualitas

Wakil Ketua III STKIP PGRI Pacitan Bidang Kemahasiswaan, Dr. Sri Pamungkas, S.S., M.Hum., memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Wiyata Laras Budaya Takartepa yang memasuki pelaksanaan tahun kedua. Menurutnya, kualitas pertunjukan maupun kolaborasi antarmahasiswa pada tahun ini menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

Baca Juga  Sambut Pergantian Tahun 2025–2026, Pemkab Pacitan Gelar Istighosah dan Doa Bersama
UKM Teater Sentir,

“Ini merupakan volume kedua Takartepa. Tahun lalu sudah kita laksanakan, dan malam ini tampilannya jauh lebih maksimal. Kolaborasi yang ditunjukkan mahasiswa benar-benar luar biasa,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan kegiatan tidak lepas dari semangat kolaborasi yang terus dibangun antara mahasiswa, dosen pembimbing, serta seluruh unsur kampus dalam mendukung pengembangan kreativitas mahasiswa.

Komitmen Kampus Membuka Ruang Kreativitas

Sri Pamungkas menegaskan bahwa bidang kemahasiswaan akan terus memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkreasi. Menurutnya, kampus harus menjadi tempat yang terbuka bagi lahirnya berbagai gagasan dan kegiatan positif, baik dalam aspek seni, budaya, maupun organisasi kemahasiswaan.

UKM Karawitan

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan. Dukungan dosen, tenaga kependidikan, praktisi, hingga berbagai mitra eksternal menjadi faktor penting yang membuat kegiatan mahasiswa dapat terlaksana secara optimal.

Baca Juga  Pesona Ombak Pantai Pancer Door Pacitan, Jawa Timur

Diarahkan Menjadi Agenda Budaya Tahunan

Lebih lanjut, Sri Pamungkas berharap Wiyata Laras Budaya Takartepa dapat terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan STKIP PGRI Pacitan. Menurutnya, pembahasan mengenai keberlanjutan kegiatan tersebut telah diarahkan agar menjadi bagian dari kalender rutin kampus sekaligus memperkuat identitas STKIP sebagai kampus yang peduli terhadap pelestarian seni dan budaya.

Baginya, kesuksesan sebuah institusi pendidikan tidak dapat dibangun oleh satu individu, melainkan melalui kontribusi seluruh elemen kampus. Mahasiswa, dosen, karyawan, dan para mitra harus terus bergandengan tangan untuk menghadirkan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.

Melalui Wiyata Laras Budaya Takartepa, STKIP PGRI Pacitan kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan panggung bagi generasi muda untuk berkarya. Pergelaran ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter, apresiasi seni, dan penguatan kolaborasi budaya yang diharapkan terus tumbuh sebagai tradisi tahunan kampus. (Agus  DS)