Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026 Hadirkan Jejak Peradaban hingga Karya Kreatif Masyarakat
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Semangat literasi, kreativitas, sejarah, budaya, dan potensi masyarakat Pacitan berpadu dalam Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Dr. Heru Wiwoho, yang hadir mewakili Bupati Pacitan, Kamis (20/8/2026) pagi.
Pameran yang berlangsung di Pacitan tersebut menghadirkan berbagai kegiatan dan komunitas dalam satu ruang kolaborasi. Sejumlah agenda yang ditampilkan meliputi Festival Fish Pacitan, Junior Art Exhibition 3, Komunitas Bonsai, Komunitas Pusaka, UMKM, serta Komunitas Anak Pacitan.
Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan apel pagi luar biasa sekaligus pembukaan Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan.
Pembukaan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pacitan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pacitan, serta Kepala Dinas Perhubungan Pacitan.
Kolaborasi OPD Dorong Literasi Menjadi Karya Nyata
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Dr. Heru Wiwoho, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang terbangun dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi kekuatan penting dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Pacitan. Setiap sektor dapat saling melengkapi dan menguatkan sehingga literasi tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diwujudkan menjadi karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dari literasi pengetahuan untuk diterapkan dan berkarya nyata menuju masyarakat Pacitan yang semakin sejahtera,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan pembukaan.
Pameran ini menjadi gambaran bahwa literasi memiliki cakupan yang luas. Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk mengenali potensi, memahami sejarah, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai sosial dan ekonomi.

Menelusuri Jejak Peradaban Pacitanian
Salah satu pesan penting yang diangkat dalam Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026 adalah perjalanan panjang sejarah Pacitan.
Sejarah peradaban Pacitanian, mulai dari masa manusia purba hingga perkembangan kehidupan masyarakat Pacitan saat ini, menjadi bagian dari ruang pembelajaran yang penting bagi generasi penerus.
Jejak sejarah tersebut tidak hanya dipandang sebagai cerita masa lalu, tetapi menjadi ruang belajar tentang memori peradaban. Dari perjalanan panjang tersebut, generasi muda dapat memahami bagaimana manusia, budaya, lingkungan, pengetahuan, dan kreativitas berkembang dari masa ke masa.
Memori peradaban yang tersimpan di Pacitan menjadi pelajaran sekaligus pembelajaran bagi anak-anak bangsa agar mampu menghargai sejarah dan menjadikannya sebagai inspirasi untuk membangun masa depan.
Dari Sejarah Menuju Kreativitas Masa Kini
Menariknya, pameran tidak hanya menampilkan aspek sejarah dan literasi. Berbagai komunitas dan pelaku ekonomi kreatif turut mengambil bagian.
Festival Fish Pacitan menghadirkan potensi sektor perikanan, sementara Junior Art Exhibition 3 memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni.
Di sisi lain, kehadiran Komunitas Bonsai, Komunitas Pusaka, UMKM, dan Komunitas Anak Pacitan memperlihatkan keberagaman potensi masyarakat yang dapat berkembang ketika mendapatkan ruang untuk berkarya dan berkolaborasi.
Pameran tersebut akhirnya menjadi pertemuan antara sejarah, literasi, budaya, seni, komunitas, dan ekonomi masyarakat.
Menjadikan Literasi sebagai Gerakan Bersama
Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa literasi dapat menjadi kekuatan untuk mengembangkan masyarakat.
Dari membaca sejarah, masyarakat belajar memahami perjalanan peradaban. Dari mengenal potensi daerah, muncul gagasan untuk berkarya. Dari kolaborasi antarkomunitas dan OPD, lahir ruang-ruang baru untuk mengembangkan kreativitas dan ekonomi masyarakat.
Pacitan memiliki sejarah panjang dan kekayaan potensi yang beragam. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut terus dibaca, dipelajari, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan semuanya: jejak masa lalu, kreativitas masa kini, dan gagasan untuk masa depan Pacitan yang semakin maju dan sejahtera.
