STKIP PGRI Pacitan Perkuat Mutu Pembelajaran melalui Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis OBE
PRABANGKARANEWS.COM, Pacitan, 25 September 2026 — STKIP PGRI Pacitan terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui penerapan Outcome-Based Education (OBE). Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis OBE yang diikuti 38 dosen dari delapan program studi di lingkungan STKIP PGRI Pacitan, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STKIP PGRI Pacitan tersebut menghadirkan pemateri Prof. Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd., Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Workshop diarahkan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan dosen dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Hasan Khalawi, Wakil Ketua I STKIP PGRI Pacitan, yang mewakili Ketua STKIP PGRI Pacitan Bakti Sutopo yang sedang melaksanakan tugas di Jakarta.
Dalam sambutannya, Hasan Khalawi menyampaikan selamat datang kepada Prof. Tatag Yuli Eko Siswono sekaligus mengapresiasi kehadiran para dosen dari seluruh program studi.
Menurutnya, implementasi OBE membutuhkan keterlibatan bersama antara pimpinan, program studi, dan dosen. Penyusunan perangkat pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi akademik, tetapi harus memiliki keterkaitan yang jelas antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, materi, metode pembelajaran, hingga asesmen.
Pada kesempatan tersebut, Hasan Khalawi juga membacakan keputusan Ketua STKIP PGRI Pacitan mengenai dosen berprestasi dalam bidang pembelajaran dan pengajaran tahun akademik 2025/2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap dosen yang menunjukkan kinerja dan inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran.
Ketua panitia kegiatan, Khoirul Qudsiyah, M.Pd., menjelaskan bahwa workshop diselenggarakan sebagai bagian dari upaya LPM dalam meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya dalam menghadapi Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
“Workshop ini diharapkan dapat menyamakan persepsi dosen mengenai penerapan OBE sekaligus menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih terarah pada capaian kompetensi mahasiswa,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para dosen tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan konsultasi secara langsung. Sesi yang cukup intensif terjadi ketika para ketua program studi berkonsultasi mengenai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) program studi yang selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan capaian pembelajaran pada masing-masing mata kuliah.
Melalui forum tersebut, peserta mendiskusikan bagaimana memastikan keterkaitan antara CPL program studi dengan CPMK dan Sub-CPMK sehingga proses pembelajaran benar-benar memberikan kontribusi terhadap pencapaian profil lulusan.
Selain workshop, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada dosen dari masing-masing program studi dalam bidang pembelajaran dan pengajaran. Pemberian reward tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi dosen untuk terus melakukan inovasi dalam pembelajaran.
Pada sesi terakhir, Prof. Dr. Tatag Yuli Eko Siswono memberikan motivasi kepada para dosen STKIP PGRI Pacitan agar tidak merasa rendah diri dalam mengembangkan karier akademik.
Menurut Prof. Tatag, status perguruan tinggi negeri maupun swasta bukanlah alasan untuk membatasi diri dalam berkarya. Yang terpenting adalah bagaimana setiap dosen menjalankan tugas akademiknya secara sungguh-sungguh melalui pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Negeri maupun swasta sama. Kerjakan yang terbaik. Penelitian dan pengabdian juga sama. Tidak perlu berkecil hati. Bekerjalah sebaik-baiknya dan berikan manfaat bagi generasi masa depan,” pesan Prof. Tatag kepada para dosen.
Ia juga menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi STKIP PGRI Pacitan untuk mulai mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE secara lebih nyata. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara ketua program studi dan dosen agar penerapan OBE tidak berhenti pada dokumen kurikulum, tetapi benar-benar tercermin dalam proses pembelajaran.
Workshop tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya mutu akademik di STKIP PGRI Pacitan. Melalui penyusunan perangkat pembelajaran berbasis OBE yang selaras dan terukur, proses pembelajaran diharapkan semakin berorientasi pada kompetensi dan hasil belajar mahasiswa serta mendukung pencapaian visi dan misi institusi.
