Pemda Berikan Apresiasi Perkembangan Seni Tari Kethek Ogleng di Pacitan
Pacitan,- Indrata Nur Bayuaji Bupati Kabupaten Pacitan, melihat berkembangnya Seni Tari Kethek Ogleng di Pacitan semakin tinggi, berinisiatif untuk mengembangkan Seni Tari Kethek Ogleng sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah Kabupaten Pacitan. Dari tingkat SD dan SMP agar sudah mendapatkan pendidikan tentang Seni Tari Kethek Ogleng ini. Dikutip dari berita di TVRI Senin (15/11/2021).
Kethek Ogleng adalah pertunjukan tari yang para pemainnya mengimitasi gerakan-gerakan monyet (kethek). Tarian tersebut diiringi dengan gamelan atau gending gancaran pancer yang bunyinya kurang-lebih, “ogleng, ogleng, ogleng.” Gerakan-gerakan tarian Kethek Ogleng tidak baku dan kaku, malah terkesan atraktif dan akrobatik. Penari pun bebas melakukan improvisasi, misalnya, dengan mengajak penonton menari dan bercanda bersamanya.
“Kami selalu menunjukkan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan Seni Tari Kethek Ogleng di Sangar Condro Wanoro. Kadang kala kita melaksanakan roadshow, supaya masyarakat Pacitan khususnya lebih paham tentang Seni Kethek Ogleng,” jelas Sukisno Ketua Sanggar Condro Wanoro
Mentri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Seni Tari Kethek Ogleng sebagai warisan tak benda yang berasal dari Kabupaten Pacitan. Hal ini sangat memperkuat bahwa Kabupaten Pacitan tidak perlu klim dan pengakuan dari daerah lain karena sudah tidak berlaku lagi. Para pegiat Tari Kethek Ogleng harus mengembangkan dan mensosialisasikan Di Sanggar Kethek Ogleng Condro Wanoro, Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan.
“Kami juga sangat berharap bisa terdukung dinas pendidikan agar bisa menyelenggarakan kegiatan muatan lokal di sekolah-sekolah yang tersisa di Kecamatan Nawangan dulu,” jelas Sukisno Ketua Sanggar Condro Wanoro. (Dita Astri Meliyana/PBSI STKIP PGRI Pacitan)
