Kethek Ogleng Kembali Road Show di Sentono Gentong Pacitan

Kethek Ogleng  Kembali Road Show di Sentono Gentong Pacitan
SHARE

Pacitan,- Sentono Gentong adalah salah satu objek wisata di wilayah perbukitan Pacitan. Wisata ini berlokasi di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur yang menarik banyak wisatawan dan salah satu wisata baru yang dikembangkan tahun 2018. Jarak dari pusat Kota Pacitan tidak jauh, yakni hanya sekitar 13 kilometer. Waktu tempuhnya kurang-lebih setengah jam karena harus melalui medan perbukitan.

Nama Sentono Gentong diambil karena di wilayah tersebut terdapat batu yang berlubang dan pada masa lalu terdapat gentongnya. Sentono Gentong menjadi destinasi sebagai lokasi diadakannya road show atau pertunjukan Tari Kethek Ogleng pada Minggu, (14/11/2021).

Wisata ini dipilih dengan pertimbangan jumlah pengunjung ke tempat wisata pada hari Minggu yang banyak, telah ditentukan sangat berhubungan dengan efektifitas jumlah penonton guna menarik motivasi generasi muda. Road show Kethek Ogleng Pacitan merupakan salah satu kegiatan yang digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan seni khas Pacitan baik kepada warga masyarakat Pacitan maupun luar Pacitan.

Baca Juga  Kurasi Produk Untuk Scale Up "UMKM Naik Kelas"

Kethek Ogleng diciptakan oleh Sutiman dari Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Dalam perkembangannya telah dilakukan kegiatan-kegiatan pembinaan maupun road show Kethek Ogleng melalui Sanggar Condro Wanoro yang diketuai oleh Sukisno. Sukisno mengungkapkan harapannya terhadap Tari Kethek Ogleng agar didukung oleh pemerintah menjadi kegiatan muatan lokal disekolah.

“Kami selalu menunjukkan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan seni Kethek Ogleng di Sanggar Condro Wanoro dan kadang kala kita laksanakan road show supaya masyarakat Pacitan khususnya, lebih paham tentang Seni Kethek Ogleng. Terlebih lagi kami sangat berharap bisa terdukung Dinas Pendidikan agar bisa menyelenggarakan kegiatan muatan lokal di sekolah-sekolah Kecamatan Nawangan dulu,” kata Sukino berdasarkan berita TVRI Senin, (15/11/2021).

Dipilihnya Sentono Gentong sebagai lokasi pertunjukan Kethek Ogleng berpengaruh pada peningkatan kunjungan wisatawan. Kethek Ogleng artinya gerakan tari yang diiringi gemelan sehingga gerakan tari ini murni menirukan gerakan dan tingkah laku kera, namun tarian ini menceritakan percintaan Dewi Sekartaji dan Panji Asmorobangun. Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayu Aji mengatakan bahwa Tari Kethek Ogleng diharapkan dapat dikembangkan dan menjadi ekstra di sekolah-sekolah.

Baca Juga  Awalnya Iseng, Akhirnya Jualan Cilok Rumahan Bisa Hasilkan Cuan

Agoes Hendriyanto Ketua KPSB Pacitan menjelaskan bahwa mulai tahun 2017-2019 bersama dengan rekan-rekannya dari STKIP PGRI Pacitan dengan didukung penuh oleh Mbah Sutiman saat itu dan Sanggar Condro Wanoro beserta kru membantu untuk melestarikan Kethek Ogleng dari klaim Kab. Wonogiri dan Gunungkidul yang telah berhasil mendaftarkannya sebagai WBTB tahun 2018. Sehingga tahun 2019 berhasil didaftarkan menjadi WBTB Indonesia.

“Kronologis tersebut bisa dibaca dari jejak digital Kethek Ogleng saat itu dari perjuangan melaksnakan Road Show di tempat wisata yang saat itu hanya bermodalkan tekad dan kemandirian.  Untuk itulah saat pandemi 2 tahun mengalami vakum kegiatan dansaat ini mulai menggeliat.  Kami ingin orang-orang yang selama ini berjasa untuk diberdayakan dan jangan disingkirkan.  Oleh sebab kami membuka diri untuk bersinergi untuk menjadikan muatan lokal di sekolah-sekolah.  Walaupun sejak dulu menjadi wacana tiap terjadi pergantian kepemimpinan di Pacitan.  Namun untuk realisasinya belum terlaksana,”jelas Agoes.

Baca Juga  Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Kampar Menyoroti LPP APBD Kab. Kampar Tahun 2021

“Karena Kethek Ogleng sudah membanggakan kita sejak 1963 masa kejayaannya sampai tahun 2000. Kedepen, harapan saya untuk anak didik kita bisa dikembangkan di sekolah masing-masing. Jadi masyarakat Pacitan dari mulai yang kecil tingkat SD, SMP itu sudah mendapatkan pendidikan di ekstranya tentang Kethek Ogleng,” katanya dilansir dari berita TVRI Senin, (15/11/2021).

Pelestarian Kethek Ogleng dalam rangka mengembangkan agar menjadi muatan lokal baik jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah di lembaga pendidikan Pacitan sangat diperlukan sebagai apresiasi terhadap pencipta seni itu sendiri yakni Sutiman. Perjuangan awal berdirinya Seni Kethek Ogleng penuh dengan semangat perlu diwariskan di tengah-tengah gencarnya media online sehingga menarik minat pengembangan dengan dibarengi pengenalan pariwisata daerah di lembaga pendidikan pada era transformasi digital (Silvi Aulia/PBSI STKIP PGRI Pacitan)