Malam Selasa: SCI dan PBSI STKIP PGRI Adakan Pesta Literasi Pemuda Pacitan dalam Merawat Kebhinekaan
PRABANGKARANEWS || PACITAN – Dalam sorak-sorai para pemuda Pacitan, kita berhimpun di bawah sinar terang langit Pacitan dalam “Pesta Literasi Pemuda Pacitan dalam Merawat Kebhinekaan” akan diselanggarakan malam Selasa (30/10/23), di halaman STKIP PGRI Pacitan.
Kegiatan dengan beberapa agenda lomba esay tingkat pelajar, mahasiswa se-karesidenan Madiun dan pemuda dengan memperebutkan total hadiah 3,8 juta. Selain itu juga Minggu 29 Oktober 2023 telah terselenggara kegiatan workshop menulis kreatif dengan narasumber penulis dan penggiat literasi nasional Dr. Sutejo bertempat di Aula STKIP PGRI Pacitan telah berjalan dengan lancar yang diikuti oleh ratusan peserta.
“Pengumuman hasil lomba esay akan diumumkan pada saat puncak acara Pesta Literasi malam hari nanti Senin (20/10/23),” jelas ketua panitia.
Acara yang diselenggarakan berkat kerjasama Socio Cultura Indonesia, Imasind PBSI STKIP PGRI Pacitan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Pacitan. Kegiatan ini wujud nyata semangat pemuda dalam menjaga dan merawat kebhinekaan yang menjelma sebagai jati diri bangsa kita. Semoga nanti malam Bupati Pacitan dan tamu undangan bisa meluangkan waktu untuk hadir walaupun hanya beberapa jam dan bisa mempersembahkan puisi dengen tema “Pesta Literasi pemuda Pacitan dalam Merawat Kebhinekaan”.
Pacitan, yang dikenal sebagai “Kota Seribu Goa” dengan misteri-misteri yang belum terpecahkan, memanggil para pemuda Pacitan untuk menjelajahi dan mengungkap rahasia yang tersembunyi dalam sejarah berabad-abad yang lalu. Wayang beber Pacitan, dengan kedua versinya yang kuno, yaitu pada tahun 1175 Masehi dan 1614 atau 1692 M, adalah harta karun budaya yang perlu kita pelajari dan lestari.
Tradisi adat seperti Badut Sinampurno, Ceprotan, Brojo Geni, Kethek Ogleng Pacitan, dan Tetaken adalah harta kekayaan budaya yang bisa kita nikmati dan jaga bersama. Generasi Z, kalian memiliki tanggung jawab besar dalam merawat dan memperkaya kekhasan budaya Pacitan.
Kebhinekaan adalah harta berharga yang perlu kita rawat bersama. Ini adalah jembatan menuju harmoni dalam masyarakat kita yang berwarna-warni. Pemuda Pacitan, dengan semangat dan usia kalian, memegang peran penting dalam melestarikan dan memperkuat kebhinekaan ini.
Pesta Literasi hari ini adalah momen di mana kita bisa menghargai berbagai cerita dan kearifan lokal yang memenuhi Pacitan. Dengan kata-kata dan tulisan, kita dapat menggali cerita-cerita ini, menjelajahi hikayat yang tertanam dalam budaya kita. Mari jadikan literasi sebagai alat untuk menyatukan pemuda dalam usaha melestarikan dan mempromosikan kebhinekaan kita.
Malam hari ini dengan keheningan malam, kita bersimpuh bersyukur kehadirat Allah SWT diberikan bumi nusantara yang indah dan kaya dengan sumberdaya manusia dana lam. Semoga 2045 kita bias memetic generasi emas dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan makmur dans ejahtera.
Literasi pemuda marilah kita tingkatkan dengan kegiatan membaca, menyimak, menulis, berbicara. Mari kita merayakan Sumpah Pemuda dengan senantiasa membumikan kembali kecintaan kita kepada Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara. Literasi akan memberikan pengetahuan, pemahaman, dan penghargaan terhadap beragam budaya dan kepercayaan di seluruh dunia. Dengan kemampuan literasi pemuda kita bisa menghilangkan prasangka, memahami perspektif orang lain, dan menjalin persahabatan melintasi batas-batas budaya.
Pemuda Pacitan, kita adalah agen perubahan positif. Mari gunakan literasi untuk memperkaya pikiran dan hati kita, serta mempererat tali persaudaraan di antara kita semua. Melalui Pesta Literasi ini, kita bersama-sama menggulirkan pesan cinta, perdamaian, dan persatuan, menjadi teladan bagi generasi yang akan datang dalam menjaga kebhinekaan kita. (*)
