Dari Penantang Menjadi Pemimpin: Bagaimana Vietnam Mengungguli Thailand dalam Penetrasi EV
PRABANGKARANEWS – Vietnam telah melampaui Thailand dalam penetrasi pasar kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara, dengan kendaraan listrik (EV) menyumbang sekitar 26,3% dari seluruh penjualan mobil, dibandingkan dengan 23,2% milik Thailand, dan bahkan mencapai pangsa EV sebesar 42% dari penjualan mobil baru pada paruh pertama 2025 menurut Federasi Transportasi dan Lingkungan Eropa—rasio tertinggi di dunia.
Perusahaan otomotif domestik VinFast menjadi kekuatan utama di balik transformasi ini, menguasai hampir 30% pasar otomotif Vietnam pada pertengahan 2025 dengan pangsa pasar melonjak dari hanya 9,2% pada 2023 menjadi 21,3% pada akhir 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi penjualan agresif di dalam negeri, termasuk kebijakan pengisian daya gratis, harga kompetitif seperti VF3 mini-EV seharga USD 9.200, serta insentif pemerintah seperti pembebasan biaya registrasi, dikutip dari Seasianews Minggu (7/12/25).
Pasar EV Vietnam diproyeksikan mencapai USD 3,12 miliar pada 2025 dan tumbuh menjadi USD 7,4 miliar pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan 18,88%, didukung oleh target ambisius pemerintah yang mewajibkan 50% penetrasi EV di kawasan perkotaan pada 2030 dan emisi nol bersih pada 2050, serta perluasan infrastruktur dengan VinFast yang mengoperasikan 150.000 titik pengisian di seluruh negeri.
VinFast bertaruh pada kecepatan dan skala untuk bersaing dengan produsen Tiongkok dengan mendirikan fasilitas produksi baru di berbagai kawasan termasuk Indonesia dan India, sementara merek-merek Tiongkok seperti BYD, Wuling, Geely, dan MG semakin memperketat persaingan melalui komitmen produksi lokal dan strategi harga agresif. Hub BYD senilai USD 1 miliar di Indonesia diperkirakan memproduksi 150.000 kendaraan per tahun mulai akhir 2025.
Para analis industri mengaitkan elektrifikasi cepat Vietnam dengan tindakan ekonomi dan kebijakan yang terkoordinasi, yang telah memposisikannya sebagai alternatif kredibel bagi pusat manufaktur regional tradisional seperti Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Segmen EV berkembang secara luar biasa, tumbuh 187,6% pada paruh pertama 2025, sekaligus menggerus pangsa pasar kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).
