PB PGRI Gelar Seminar Nasional, Prof. Unifah Rosyidi Dorong Kampus PGRI Jadi Pilar Indonesia Emas 2045
PRABANGKARANEWS.COM, JAKARTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pengurus Besar kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi nasional melalui seminar nasional bertajuk “Innovative and Impactful Universities for Advanced Indonesia 2045”. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, pukul 09.00–13.00 WIB di Ruang Indonesia, Gedung Guru Indonesia Lantai 1, Jalan Tanah Abang III No. 24, Jakarta Pusat.
Seminar nasional tersebut menjadi forum penting bagi Ketua PPLP/BPLP PGRI se-Indonesia, para ketua dan rektor Perguruan Tinggi PGRI, akademisi, serta pemangku kepentingan pendidikan dalam memperkuat arah transformasi pendidikan tinggi menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., karena ada penugasan dari pemerintah yang awalnya sebagai keynote speaker yang akan membahas strategi penguatan perguruan tinggi agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Namun Prof Fauzan mengirimkan video ucapan selamat atas peluncuran Indonesian Center For Transformative Education.
Prof. Fauzan mengharapkan dengan peluncuran ICTE bisa memberikan kontribusi bagi Perguruan Tinggi yang bisa bertransformasi dengan perubahan jaman mencetak sumber daya manusia yang unggul, bermartabat, berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat inovasi, penguatan karakter, sekaligus ruang aman bagi tumbuhnya generasi masa depan Indonesia.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi harus menjadi pusat lahirnya inovasi, kepedulian sosial, dan solusi nyata bagi persoalan masyarakat. Kampus harus berdampak dan hadir untuk kemajuan bangsa,” tegas Unifah Rosyidi.
Menurutnya, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman, mampu membangun budaya akademik yang sehat, serta memiliki daya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi PGRI di seluruh Indonesia untuk memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui seminar ini, kami ingin mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan untuk merumuskan langkah konkret dalam membangun kampus yang inovatif, inklusif, aman, dan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul,” imbuhnya.
Seminar nasional ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi perguruan tinggi PGRI dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi terhadap pembangunan Indonesia di masa depan.
