Mahasiswa Sastra Indonesia UNS Telusuri Jejak Peradaban Jawa di Perpustakaan Sasana Pustaka Keraton Surakarta
PRABANGKARANEWS.COM, Surakarta – Pembelajaran sejarah dan kebudayaan tidak cukup hanya dilakukan melalui buku dan ruang kelas. Untuk memperkaya pemahaman terhadap warisan budaya Nusantara, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kuliah lapangan ke Perpustakaan Sasana Pustaka, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas pengelolaan naskah kuno yang menyimpan berbagai pengetahuan lintas disiplin ilmu.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mempelajari karakteristik koleksi yang dimiliki Sasana Pustaka. Secara fisik, perpustakaan ini menyimpan sekitar 650 bendel manuskrip. Namun, jumlah tersebut memuat lebih dari 1.450 judul karya sastra karena dalam tradisi penulisan masa lampau, beberapa teks sering dihimpun dalam satu jilid naskah atau kompilasi, sebagaimana banyak ditemukan pada kelompok Serat Suluk.
Selain mengenal kekayaan koleksi, mahasiswa juga mempelajari tantangan pelestarian naskah yang telah berusia ratusan tahun. Sebagian besar manuskrip memiliki ketebalan lebih dari 250 halaman dengan kondisi fisik yang mulai rapuh akibat faktor usia. Kertas mudah patah, tinta memudar, bahkan beberapa jenis tinta kuno menembus halaman sehingga merusak lembaran di baliknya.
Meski demikian, kandungan informasi dalam naskah-naskah tersebut tetap memiliki nilai ilmiah yang tinggi dan relevan dengan berbagai bidang ilmu pengetahuan modern. Naskah-naskah Keraton Surakarta tidak hanya ditulis dalam bahasa Jawa, tetapi juga menggunakan bahasa Melayu, sehingga memperkaya khazanah intelektual yang tersimpan di dalamnya.
“Kandungan naskah yang ada di dalam itu sudah multi. Jadi semua aspek kebutuhan manusia ternyata sudah ditulis oleh leluhur kita di dalam naskah,” ujar K.R.A.T. Supardjo Dwijo Hadinagoro saat memberikan pemaparan kepada mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa berbagai bidang keilmuan modern memanfaatkan informasi yang tersimpan dalam manuskrip kuno. Bidang kedokteran dan farmasi, misalnya, mengkaji Serat Kawruh Bab Jampi-Jampi Jawi peninggalan masa Sri Susuhunan Pakubuwana IX yang mendokumentasikan sekitar 1.790 formula ramuan herbal tradisional. Sementara itu, bidang pertanian memanfaatkan pengetahuan dalam sistem penanggalan Pranata Mangsa, bidang teknik mengkaji arsitektur tradisional, dan bidang hukum menelusuri sistem hukum adat yang berkembang pada masa lampau.
Mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai sejarah preservasi naskah di lingkungan Keraton Surakarta. Upaya penyelamatan naskah telah dilakukan sejak tahun 1983 melalui konversi manuskrip ke bentuk mikrofilm oleh peneliti asal Amerika Serikat, Nancy Florida.
Selanjutnya, pada periode 2010–2013, Sasana Pustaka bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan lembaga kebudayaan untuk melakukan digitalisasi koleksi naskah kuno. Mengingat jumlah dan ketebalan manuskrip yang sangat besar, program yang berlangsung selama tiga tahun tersebut berhasil mendigitalisasi sekitar 60 persen koleksi yang ada.
Kini masyarakat luas, peneliti, maupun mahasiswa dapat mengakses hasil transliterasi naskah ke huruf Latin secara daring melalui situs sastra.org. Hingga saat ini, sekitar 1.350 judul naskah telah tersedia dan dapat dibaca secara bebas oleh publik.
Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah sastra dan budaya Jawa, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana teknologi modern berperan penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian manuskrip kuno tidak hanya berkaitan dengan menjaga benda bersejarah, tetapi juga memastikan pengetahuan yang terkandung di dalamnya tetap dapat diakses dan dimanfaatkan oleh generasi masa kini maupun masa depan.
Penulis: Ayunia Fitria Salsabila, Dessi Nur Anggraini, Salsabilla Najwa Nugroho
Dokumentasi: Birgita Gladis Adventika
