Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan Buka Layanan Khusus Tunanetra, Perkuat Akses Literasi Inklusif
PRABANGKARANEWS.COM, Pacitan – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan terus berupaya menghadirkan layanan literasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah membuka layanan khusus bagi penyandang disabilitas netra melalui penyediaan koleksi buku berhuruf Braille di perpustakaan daerah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, kepada jurnalis, Kamis (4/6/2026), menjelaskan bahwa layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan akses yang setara terhadap informasi dan pengetahuan bagi seluruh warga, tanpa terkecuali.
“Kami membuka layanan khusus bagi masyarakat difabel, khususnya tunanetra. Kami berharap masyarakat Pacitan dapat memanfaatkan layanan yang kami miliki, termasuk koleksi buku berhuruf Braille yang tersedia di perpustakaan,” ujarnya.
Menurut Amat Taufan, kehadiran layanan tersebut merupakan wujud nyata perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah, terbuka, dan dapat diakses oleh semua kalangan. Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas pendidikan formal, tetapi juga melalui perluasan akses literasi yang berkeadilan.
“Perpustakaan harus hadir untuk menjunjung harkat dan martabat bangsa dengan mengedepankan prinsip keadilan dalam melayani masyarakat. Kami ingin seluruh warga Pacitan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kualitas hidupnya,” katanya.
Selain menyediakan layanan bagi penyandang tunanetra, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan juga terus mendorong peningkatan budaya baca dan gerakan literasi di tengah masyarakat. Berbagai program penguatan literasi terus dikembangkan agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Amat Taufan berharap gerakan literasi di Kabupaten Pacitan semakin berkembang dan membumi hingga ke tingkat akar rumput. Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi kebutuhan kelompok tertentu, tetapi menjadi bagian dari budaya masyarakat sehari-hari.
“Diharapkan gerakan literasi masyarakat Pacitan dapat terus meningkat, menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat paling dasar. Literasi yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Pacitan yang semakin sejahtera, cerdas, dan bahagia,” pungkasnya.
Pembukaan layanan khusus tunanetra tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan perpustakaan yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang menempatkan kesetaraan akses pendidikan dan informasi sebagai hak setiap warga negara.
