Filolog FIB UNS dan ISQI Sunan Pandanaran Identifikasi Arsip Kuno di Desa Japoh Sragen

Filolog FIB UNS dan ISQI Sunan Pandanaran Identifikasi Arsip Kuno di Desa Japoh Sragen
Filolog FIB UNS dan ISQI Sunan Pandanaran Identifikasi Arsip Kuno di Desa Japoh Sragen
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM, SRAGEN – Upaya pelestarian arsip dan naskah kuno terus dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sragen. Pada Jumat (5/6/2026), tim Arpus melakukan kegiatan identifikasi dan digitalisasi arsip di Balai Desa Japoh, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Arpus Sragen menggandeng dua akademisi, yakni filolog dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS), Asep Yudha Wirajaya, serta filolog dari Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran, Ahmad Wahyu Sudrajad.

Hasil identifikasi menunjukkan adanya sejumlah arsip bersejarah milik Desa Japoh, antara lain buku catatan administrasi desa, surat keputusan desa, dan berbagai dokumen lainnya yang berasal dari era 1950-an. Arsip tersebut berasal dari masa pemerintahan Wonorejo sebagai lurah pertama dan Tjitro Soewarno sebagai lurah kedua Desa Japoh.

Baca Juga  Polda Banten Kembali Gelar Vaksinasi Go To School

Dokumen-dokumen tersebut ditulis menggunakan bahasa Indonesia dengan ejaan lama. Sebagian besar teks menggunakan tulisan latin halus pada kertas bergaris maupun kertas polos.

Filolog dan Dinas Arpus ,  proses identifikasi naskah kuno,  Desa Japoh pada Jumat (5/6/2026). Dokumentasi Syarifa Farah Azizah.

Menurut kedua filolog, keberadaan arsip tersebut menunjukkan bahwa Desa Japoh telah memiliki sistem administrasi dan pencatatan yang tertib sejak masa awal pemerintahannya. Arsip-arsip tersebut juga menjadi sumber penting untuk menelusuri sejarah pemerintahan desa dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Dari sisi fisik, kondisi arsip masih relatif baik karena tersimpan di dalam lemari besi yang bebas dari serangan rayap. Namun, beberapa surat yang disimpan dalam keadaan terlipat berpotensi mengalami kerusakan, terutama sobek pada bagian garis lipatan saat dibuka.

Setelah proses identifikasi selesai, tim melakukan digitalisasi arsip menggunakan perangkat pemindai milik Dinas Arpus Sragen. Kegiatan ini turut dibantu oleh dua mahasiswi Program Studi Filologi FIB UNS.

Baca Juga  Panglima Hadi Tjahjanto, Kirim Pasukan Khusus TNI Kejar Teroris Mujahidin Indonesia Timur ( MIT)

Usai kegiatan di Desa Japoh, rombongan melanjutkan identifikasi di Gedung Dinas Arsip Kabupaten Sragen. Di lokasi tersebut ditemukan dua lembar naskah berbeda, yaitu naskah beraksara Jawa gaya periode Jepang dan naskah beraksara Arab.

Naskah beraksara Jawa berisi catatan silsilah keluarga yang ditulis pada satu lembar bolak-balik, sedangkan naskah beraksara Arab memuat materi ushul fiqh pada satu lembar bolak-balik.

Dinas Arpus Sragen berharap masyarakat maupun komunitas di Kabupaten Sragen dapat turut melaporkan kepemilikan arsip atau naskah lama untuk diidentifikasi dan didigitalisasi. Langkah ini dinilai penting guna menyelamatkan informasi dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya melalui penyimpanan dalam format digital.

Penulis: Lutfia Hardiantari, Syarifa Farah Azizah

Baca Juga  Penandatanganan Kontrak Penelitian Hibah Internal STKIP PGRI Pacitan Tahun 2023/2024