kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaAkademi Keperawatan Yayasan UKIJurnal Keperawatan YUKISekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88basic4d login situs resmiKiyo4dkiyo4dPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorbonus dan perilaku pemaindinamika sistem dan perubahan digitalpola adaptif dan efektivitas sistempola aktivitas dan karakter adaptifputaran observatif dan efisiensi aktivitasputaran terukur dan ritme aktivitasrtp dinamis dan respons aktivitasrtp modern dan strategi adaptiftiming digital dan stabilitas performaresiprokal universitas mataramdesain visual dan evaluasi objektifkarakter putaran dan performa konsistenkonektivitas kognitif dan strategi modernpengendalian emosi dan keputusan stabil ritme aktivitas dan pola konsistensimulasi rtp dan variasi performasistem digital dan stabilitas performastrategi adaptif dan respons sistemtiming aktivitas dan sinkronisasi ritmetransformasi perilaku dan adaptasi digitalaktivitas berbasis data dan efisiensi adaptifbonus awal dan karakter sesibonus dinamis dan respons sistemdurasi putaran dan konsistensi aktivitasmekanisme adaptif dan performa objektifpola adaptif dan performa aktivitaspola konsisten dan stabilitas harianputaran awal dan indikator aktivitasrtp statistik dan pendekatan terukurtiming tersembunyi dan ritme konsistenbonus digital dan komunitas interaktifkebiasaan pemain dan timing terukurmekanisme adaptif dan efisiensi aktivitasmomentum musiman dan dinamika digitalperubahan perilaku dan tren digitalpola berbasis data dan konsistensi hasilpola modern dan diskusi komunitasritme aktivitas dan analisis sistematisrtp real time dan respons adaptifstrategi observatif dan platform digitalfitur turbo efisiensi waktu respons digitalkontrol emosi saldo hasil konsistenmekanisme algoritmik pola kemenangan tersembunyimanajemen risiko fondasi return terarahdinamika scatter ritme bermain stabiltiming interaktif stabilitas hasilmembaca momentum terukur modernperilaku pengguna jam tertentuperforma terukur pencapaian bertahapfrekuensi periode produktif modernpotensi pencapaian hasil bertahaprtp tinggi tidak dominanfaktor rtp favorit modernanalisis ritme harian stabilpola aktivitas hasil konsistenmodel parlay risiko terkelola efektifkonsistensi jangka panjang strategi modernobservasi sistematis untuk optimalisasi hasilpemahaman dinamika perubahan berkelanjutanstrategi parlay kompetisi sepak bolapendekatan efisien menjaga performakombinasi probabilitas stabil untuk pertumbuhantarget profit untuk ketahanan modalanalisis dan disiplin kualitas keputusanmanajemen durasi aktivitas strategisbonus berulang dan variasi peluangdisiplin aktivitas dan stabilitas jangka panjangkarakter putaran dan strategi efektifmikrostruktur rtp dan return konsistenpola adaptif dan konsistensi performapola sederhana dan performa bertahapscatter dan turbo responsifsinkronisasi ritme dan dinamika aktivitastiming bermain dan sinkronisasi datavisual interaktif dan konsistensi returndistribusi hasil dan karakter bonuskomunitas interaktif dan tren aktivitasmanajemen modal dan evaluasi aktivitasmodel analisis dan dinamika interaksipendekatan strategis dan performa konsistenperilaku pemain dan variasi kondisi digitalritme aktivitas dan adaptasi penggunartp adaptif dan pola aktivitas harianstrategi berbasis data dan hasil optimaltransformasi perilaku digitalpemilihan permainan untuk kenyamanan bermainstrategi parlay berbasis probabilitasmanajemen modal dan statistik keputusananalisis pola adaptif dan dinamikapendekatan mikroanalitik untuk konsistensi performainterpretasi pola data optimaltiming strategis dukung fokus keputusan strategi parlay dengan statistik kompetitifpemahaman rtp dan pola permainananalisis pergerakan odds prapertandinganmanajemen timing adaptif pengambilan keputusanintegrasi statistik untuk hasil hariananalisis pergerakan odds dinamika timpendekatan terencana memahami pola dinamisstrategi rtp dan analisis poladisiplin strategis dukung hasil berkelanjutanfleksibilitas strategi parlay berbasis datamodel parlay target bertahappendekatan sistematis untuk stabilitas fokusintegrasi analisis mikro makro strategi moderntiming adaptif dukung stabilitas keputusananalisis pola dinamis strategi terencanaeksplorasi daya tarik kompetitifpengendalian ritme aktivitas untuk efisiensipergerakan odds indikator pasarparlay model diversifikasi satu keputusandisiplin strategis konsistensi performaintegrasi modal dan statistikpendekatan makro mikro evaluasi dinamikapemahaman rtp dan strategi rasionaldistribusi putaran dan konsistensi performaevaluasi platform dan keputusan strategismanajemen risiko dan keputusan terukurmomentum musiman dan ritme aktivitaspendekatan analitis dan hasil konsistenperbandingan rtp dan variasi performaperilaku pemain dan konsistensi aktivitasperubahan rtp dan dinamika sistempola aktivitas server dan interaksi digitalrtp historis dan strategi terukuranalisis pergerakan odds pra pertandinganmikroanalisis strategis untuk konsistensi performatiming adaptif dukung pengambilan keputusanevaluasi pola dalam perspektif ritmeintegrasi data statistik dan modalkonsistensi pola untuk optimalisasi hasilparlay strategi efisien modal terukurpendekatan sistematis strategi parlay berkelanjutanpemahaman rtp untuk keputusan rasionalkesesuaian strategi untuk menjaga konsistensiadaptasi pemain dan hasil konsistenkarakter putaran dan hasil optimalpendekatan adaptif dan perubahan hasilpola aktivitas dan stabilitas returnputaran terstruktur dan bonus tak terdugarespons sistem dan return berkelanjutansistem dinamis dan strategi efisientiming aktivitas dan variasi rtptiming interaksi dan bonus adaptiftransaksi digital dan performa aktivitasPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorbonus adaptif dan variasi return karakter putaran dan indikator performamomentum harian dan periode efektifperiode aktivitas dan bonus optimalpola berulang dan peluang adaptifprobabilitas digital dan variasi returnritme bermain adaptif dan peningkatan returnstrategi bertahap dan efektivitas aktivitastiming aktivitas dan return stabiltiming bermain dan faktor performatren aktivitas performa objektifprobabilitas adaptasi ritme moderntempo konsistensi data terbaruperforma digital faktor terabaikanperiode menguntungkan observasi berkalakarakteristik fase hasil baikstatistik fleksibilitas strategi modernvariasi waktu efektivitas aktivitasmomentum digital observasi besarritme digital banyak dibicarakandata bertahap dan fase produktifmomentum digital dan performa stabilpendekatan tradisional dan sistem dinamispergerakan simbol dan performa konsistenpola aktivitas dan perolehan optimalputaran berulang dan bonus beruntunrtp dan perilaku penggunascatter adaptif dan faktor performastrategi adaptasi dan konsistensi performatiming adaptif dan keputusan efektifanalisis rtp momentum optimalpola harian momentum berulangsinyal perubahan jangka pendekfrekuensi aktivitas konsistensi modernfaktor periode produktif modernprobabilitas winrate stabil modernstatistik harian momentum berubahdata aktual performa tinggivariasi performa harian terkinisistem acak momentum dinamisaktivitas berulang dan timing adaptifkebiasaan pengguna dan keputusan efektifpendekatan terstruktur dan konsistensi jangka panjangpengelolaan modal dan efisiensi digitalpola aktivitas dan performa terukurputaran adaptif dan perubahan performartp dan karakter bonussimbol khusus dan performa konsistensinkronisasi simbol dan dinamika hasilvariasi visual dan stabilitas performafrekuensi simbol dan peluang terukurmomentum aktivitas dan keputusan stabilpendekatan bertahap dan peningkatan returnpenurunan hasil dan adaptasi objektifperilaku komunitas dan faktor performarespons pemain dan strategi jangka pendeksimbol dinamis dan bonus adaptifsinkronisasi perilaku dan pola aktivitasteknologi analitik dan variasi rtptiming interaksi dan performa optimalbonus respin dan peluang digitalfenomena lingkungan dan perilaku digitalmodel matematika dan keputusan terukurpola siklus dan konsistensi performapola terstruktur dan performa aktivitassimbol wild dan respons sistemstabilitas koneksi dan konsistensi returnstrategi adaptif dan perbaikan performatiming aktivitas dan periode optimaltren rtp dan preferensi penggunaaktivitas berulang dan stabilitas performadata digital dan kinerja jangka panjanglogika aktivitas dan timing efektifpendekatan matematis dan stabilitas hasilpola adaptif dan konsistensi aktivitasputaran terstruktur dan efisiensi adaptifsimulasi data dan variasi rtpsinkronisasi timing dan bonus dinamisstruktur berulang dan sistem adaptifvisual interaktif dan efektivitas hasil adaptasi strategi dan konsistensi performabonus dinamis dan performa adaptifinteraksi digital dan variasi hasilkeputusan berbasis observasi dan performapendekatan terstruktur dan metode adaptifpola aktivitas dan stabilitas hasilrespons komunitas dan peluang terukurstrategi adaptif dan performa konsistentiming harian dan momentum optimaltransformasi perilaku dan pendekatan efektifbonus dinamis dan karakter aktivitasdata real time dan pengelolaan aktivitasinteraksi sistem dan efektivitas aktivitaskecerdasan buatan dan variasi rtpmodel kuantitatif dan stabilitas performapengendalian emosi dan stabilitas kinerjaperilaku pengguna dan strategi adaptasiprobabilitas terapan dan efisiensi sistemprobabilitas terapan dan ketahanan performaritme aktivitas dan performa berkelanjutan

Penggalian Fosil Komunisme: Untuk Kepentingan Politik?

Penggalian Fosil Komunisme: Untuk Kepentingan Politik?
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || Jakarta  – Acara webinar yang diselenggarakan oleh P3S  dengan Tema Penggalian Fosil Komunisme untuk Kepentingan Politik, Hari Selasa (29/09/2020) Jam 14.00-17.00 WIB yang diikuti 247 peserta baik dari dalam maupun luar negeri.  Narasumber Jerry Massie (Direktur Political and Public Policy Studies, Letjen TNI (Purn.) Agus Widjoyo, Gubernur Lemhanas RI,  Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid, Eduard Lemanto (Direktur LKIP), Dr.J.Kristiadi Peneliti Senior CSIS.  Bertindak sebagai moderator Dr. Frederik Fios Dosen Bina Nusantara (Binus).

Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo Gubernur Lemhanas

Wabah pembangkitan bahaya Komunisme sulit tidak diakui untuk hadir setiap tahun menjelang tanggal 30 September/1 Oktober. Karena pemunculan yang berulang pada saat yang tetap itu sulit dipungkiri bahwa isu tersebut sengaja dimunculkan untuk kepentingan politik.

Berbicara tentang PKI atau Komunisme sebagai perwujudan sebuah ideologi memang tidak mudah. Kita tidak dapat menduga apa yang hadir dalam pikiran orang. Kenyataan ini bukan merupakan fakta hari ini saja, namun sudah hadir bersama dengan perjalanan sejarah Indonesia, dalam bentuk kehadiran PKI dalam sejarah Indonesia.

Mencari bentuk Komunisme yang melekat pada diri perseorangan pada hari ini oleh karenanya merupakan sebuah spektrum, dimulai dari bentuk struktur Partai Komunis Indonesia yang kini sudah menjadi partai terlarang berdasarkan “TAP MPRS No. XXV/1966 Tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang Di seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme” dan “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang Berkaitan Dengan Kejahatan Terhadap Keamanan Negara”, hingga berbagai bentuk asosiasi dengan kegiatan ideologi komunisme atau PKI di masa lalu yang menyisakan memori yang melekat pada perseorangan terkait.

Memori ini bisa memunculkan sikap dan penilaian yang dapat dikaitkan dengan ideologi komunisme atau PKI. Hal ini bisa menjadi motivasi dan alasan perekat bagi korban yang dinyatakan sebagai ex-anggota PKI seperti awal pemunculan dalam identitas yang dikaitkan dengan PKI seperti kumpulan reuni, penulisan memoir dan lain sebagainya. Perkembangan keadaan seperti ini diartikan oleh pihak yang anti PKI sebagai indikator pemunculan kembali PKI yang membahayakan keamanan negara.

Dengan munculnya era digital yang memunculkan berbagai berita yang cenderung lepas kendali melalui media sosial, berpengaruh kepada polemik yang menguras waktu, tenaga dan pikiran dari aset bangsa yang sebenarnya diperlalukan untuk meningkatkan efektivitas usaha pembangunan nasional. Terasa sekali bahwa apabila suatu postingan dalam media sosial yang bernada provokatif, direspons secara defensif oleh pihak yang berlawanan, maka proses balas membalas ini tidak akan ada habisnya berujung.

Baca Juga  Bus Listrik Merah Putih, Komitmen Pemerintah RI Transisi Energi

Kita perlu untuk berpikir untuk mencari makna dari fenomena ini. Masalahnya bukan berpendapat PKI masih ada atau tidak ada, bukan untuk mencari siapa yang bersalah, dan apakah ancaman PKI nyata atau tidak, karena pendapat apapun kita sampaikan dapat dipastikan ada jawabannya, karena tujuan dari saling tuduh ini bukan mencari kesepakatan, atau menguji kebenaran sejarah, tapi hanyalah media untuk mencapai tujuan dari kepentingan yang ada pada dirinya, dan menunjukkan kesalahan pada pihak yang berlawanan.

Permasalahan tentang PKI atau Komunisme tidak bisa didekati secara hitam-putih. Kalau kita mengatakan Komunisme di dunia sudah mati, masih ada 21st International Meeting of Communist and Workers’ Parties yang diselenggarakan di Turki tahun 2019 yang lalu, dan masih banyak negara yang memiliki Partai Komunis. Terdapat 58 Negara dengan keberadaan 74 Partai Komunis. Negara-negara itu antara lain adalah mulai dari Komunisme yang masih utuh, seperti Tiongkok, Korea Utara dan Vietnam, walaupun Tiongkok dan Vietnam sudah memadukan sentralisme politik dalam Komunisme dengan keterbukaan ekonomi.

Negara-negara lain meliputi Kuba, Turki, Yunani, Irak hingga Australia, Austria hingga Amerika Serikat. Negara-negara di atas dapat kita golongkan negara yang mewarisi Komunisme dari bentuk utuh masa lalu, dan negara demokratis yang memberi tempat bagi Komunisme sebagai akibat dari kaidah kemerdekaan berkumpul dan kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi.

Tapi bila mendapatkan Komunisme di Indonesia masih ada, maka sudah ada peraturan perundang-undangan yang melarang penyebarluasan faham dan ajaran Komunisme. Tugas kita untuk efektifkan ketentuan peraturan perundang-undangan serta penegakannya.

Diperlukan pendekatan untuk mengkhiri polemik yang diperkirakan hanya ada pada generasi baby boomers dan kurang dipahami oleh generasi penerus bangsa. Keadaan ini bisa menyebabkan generasi baby boomers tidak dapat memberi sumbangan terbaik secara estafet untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang siap menghadapi tantangan masa depan, guna mencari gagasan dan pemikiran kenegarawanan untuk mengakhiri polemik yang menguras waktu, tenaga dan pikiran guna sampai dan mengajukan sebuah gagasan yang memberikan solusi dan membuka pintu untuk menyongsong masa depan bangsa yang mampu berdamai dengan masa lalunya, serta membangun keadaban baru dengan mengambil pelajaran dari masa lalunya.

Oleh karenanya fokus hendaknya dialihkan dari pusat perhatian PKI dan Komunisme, guna dialihkan kepada langkah-langkah apa yang diperlukan untuk mencegah kembali bangkitnya PKI dan Komunisme secara efektif. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memelihara dan menjaga politik pada ruang dan salurannya, karena apabila keluar dari ruang dan saluran maka akan terjadi proses politisasi. Politisasi akan menyebabkan kontaminasi pada suatu bidang seperti sejarah, atau profesionalitas suatu lembaga. Kiranya arah baru yang konstruktif dan futuristik seperti inilah yang diperlukan sebagai perspektif bahwa dengan meninggalkan keterikatan kita dengan trauma masa lalu bangsa. Dengan harapan ini saya mengucapkan selamat dan sukses  ber-webinar.

Baca Juga  Sambut Bulan Suci Ramadhan, Kartar Pemuda Bhayangkara Carat Gelar Pengajian dan Santunan

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid

Film G30S-PKI sudah mengalami revisi bahkan oleh Jenderal Angkatan Darat sendiri. Menurutnya, versi orde baru yang dituangkan dalam film G30S/PKI itu ditinjau oleh Menteri Penerangan era Presiden Habibie jenderal Yunus Yosfiah, kemudian ditinjau ulang oleh Menteri Pendidikan era Habibie, setelahnya juga oleh Juwono Sudarsono.

Hal yang seperti ini saya kira berlangsung di era reformasi bukan karena ini ada PKI seperti yang digembar-gemborkan Pak Gatot dengan segala hormat dengan segala kerendahan hati saya, saya ingin mengatakan bahwa penjelasan itu tidak masuk akal.

Di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur), ada pula usaha untuk melakukan semacam pembenahan terhadap kerusakan sendi kehidupan bangsa di masa lalu. Konsekuensinya, sempat pula dalam masa itu ada usulan mencabut TAP MPRS No 25 Tahun 1966 Tentang larangan Ajaran Marxisme komunisme dan leninisme.

Bahkan Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan permintaan maaf atas tragedi 65, mengupayakan rekonsiliasi Akar Rumput hingga merehabilitasi nama baik Soekarno dan orang-orang yang pernah diperlakukan sewenang-wenang dengan tuduhan PKI.

Kemudian, di era Presiden Megawati muncul sebuah UU yang melarang orang-orang terlibat PKI ini tak dibolehkan terlibat dalam Pemilu tahun 2003. Namun, akhirnya UU itu dikoreksi oleh MK karena dianggap menyimpang dari UUD 1945.

Di luar dari itu, Usman menyinggung sejumlah pernyataan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang menyebut salah satu indikasi adanya kebangkitan Komunis adalah adanya oligarki.

Jerry Massie (Direktur Political and Public Policy Studies)

Memang saat ini goreng-menggoreng isu sangat kental terjadi. Apalagi isu PKI. Terkait sejarah lahirnya paham komunisme saat Karl Marx melarikan diri dari Prussia yang kita kenal sekarang Jerman.

Pada tahun 1843 dan pada tahun 1848 di Prancis dia mendirikan revolusi komunisme bersama Weitling dan Proudhon. Jerry paham komunis lebih condong ke kaum buruh dan seruan mereka agar semya manusia yang tertindas bangkit.

Barangkali kalau tak di lihat dalam kacamata dogmatis maka berbahaya. Memang ajaran Marx ini populer tpi pada era 90-an dimana Jerman Timur awalnya komunis bergabung dengan Jerman Barat. Begitu pula Glasnot dan Perestroika di Uni Sovyet pada 1991 terpecah sampai ke Yugoslavia.

Di China pada 2017 jumlah keanggotaan paham ini hampir 89,45 juta sedangkan partai komunis di parlemen berjumlah 2.982.

Tetap sejarah kelam pembantaian PKI jangan dilupakan tak boleh dimana para pahlawan revolusi tewas dalam aksi ini. Tapi saat ini kita hidup di masa present bukan past (lampau), biarlah kita berpikir future (masa akan datang) bangsa ini.

Baca Juga  Liga 1 dan Liga 2 Segera Bergulir, Kapolri ; Terbitkan Izin dengan Prokes Ketat

Dan pada Maret 1966 Presiden Soeharto melarang komunis dan Tahun 1966 dibekukan yang ditanda tangani oleh Jenderal AH Nasution.

Sampai ini isu komunis dijadikan komoditas politik sama seperti isu HTI dan Khilafah. Kalau di Amerika Serikat isu yang terkenal sejak Presiden Abraham Lincoln yakni black and white issues (isu hitam dan putih). Atau ini lebih dikenal dengan isu rasial.  Perlu dihindari hal ini dijadikan propaganda politik oleh sebagian kelompok.

Menganggap isu komunisme sebagai mekanisme dan instrumen politik yang dipakai oleh oknum tertentu utk menyerang ras dan agama tertentu. Oleh karena tidak layak isu ini digunakan di era sekarang ini.

Komunisme dipakai oleh oknum yang punya kepentingan politik dengan mengorbankan pihak tertentu.

Eduard Lemanto (Direktur LKIP)

Fosil Komunisme : Instrumen Penutup Politik Rasial

Fosil Komunisme ini digali kembali semata untuk kepentingan politik. Bisa kepentingan politik kelompok yang kontra pemerintah dengan berbagai alasan sempit lainnya.

Bisa pula kepentingan politik elektoral. Cara kerjanya? Komunisme “didaur” ulang sebagai entitas yang bisa dijadikan musuh bersama oleh kelompok tertentu. Kelompok tertentu itu paling mencolok adalah agama.

Karena itu, oleh kelompok (politis) yang berkepentingan itu, Komunisme dimaknai secara sempit, misalkan ideologi anti Tuhan atau anti agama. Upaya ini semacam ada penciptaan paranoid kolektif di hadapan komunisme.

Tujuannya agar “orang-orang beragama” bergerak membangun soliditas. Soliditas kaum agamis dipakai dan ditunggangi oleh “kelompok politis” itu, bisa untuk kepentingan elektoral pun bisa menjadi kekuatan dalam mengoposisi pemerintahan yang sedang berkuasa karena berbagai alasan, baik alasan ekonomi maupun kepentingan politik kelompok tersebut. Agama untung? Tidak.

Agama dan kaum beriman (congregations) hanya dipakai sebagai “political cattle: peternakan politik”. Demikian halnya warga negara lainnya bukan lagi citizens di mata kelompok politis itu tetapi sekedar “gerombolan massa” yang bisa dieksploitasi untuk kepentingan mereka.

Sadar atau tidak, anatomi dari upaya-upaya di atas sesungguhnya membentuk politik rasial. Sebab, agama dijadikan instrumen politik.

Fosil komunisme itu dipakai sebagai lawan kuat agama. Ini adalah bentuk politik rasial. Masalahnya, agama dalam politik rasial adalah death zone; zona kematian. Sebab, konflik karena agama hanya akan menghancurkan negara hingga berkeping-keping, apalagi di dalam negara multi-SARA.

Banyak laboratorium di dunia yang telah berhasil membuktikan bahwa pemakaian politik rasial tidak akan membawa sebuah negara ke kedamaian, selain konflik berkepanjangan.