Pamit Bupati, Ratusan Caver Siap Taklukkan Ekstremnya Luweng Ombo Pacitan
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Suasana hangat mewarnai pertemuan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama para penjelajah gua (caver) yang tergabung dalam Ekspedisi Gahvara Yava Luweng Ombo, Minggu (9/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum berpamitan sekaligus memohon doa dan dukungan sebelum para caver memulai ekspedisi di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo.
Ekspedisi yang dijadwalkan berlangsung 9–17 Agustus 2026 tersebut melibatkan sekitar 100 caver dari berbagai daerah di Indonesia. Para penjelajah gua itu bergabung dengan komunitas lokal Pacitan Speleology Club (PSC) untuk melakukan penelusuran dan pendataan kawasan Luweng Ombo, salah satu gua vertikal yang dikenal memiliki medan ekstrem.
Ketua Ekspedisi Gahvara Yava, M. Wakhid Guntur, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan menaklukkan medan bawah tanah. Lebih dari itu, ekspedisi diharapkan mampu membuka kesadaran masyarakat mengenai keterkaitan ekosistem bawah permukaan dengan kehidupan di atasnya.
“Pak Bupati, kami mohon doanya atas kegiatan yang akan kami mulai besok,” ungkapnya.
Menurut Wakhid, keberadaan kawasan bawah tanah memiliki peran penting terhadap keseimbangan lingkungan. Karena itu, eksplorasi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian alam. Penelusuran Luweng Ombo diharapkan menghasilkan pengetahuan dan dokumentasi yang bermanfaat bagi pengelolaan kawasan karst secara berkelanjutan.
Bupati: Pacitan Memiliki Kekayaan Karst Luar Biasa
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyambut baik pelaksanaan ekspedisi tersebut. Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki bentang alam karst, Pacitan menyimpan kekayaan gua yang sangat besar dan sebagian di antaranya masih membutuhkan penelusuran serta pendokumentasian lebih lanjut.
“Kita akan selalu support kegiatan ini. Mudah-mudahan saya diberi keberanian untuk ikut turun,” ujar Bupati.
Luweng Ombo menjadi salah satu gua yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para penjelajah. Gua vertikal tersebut dikenal mempunyai karakter medan yang menantang sehingga membutuhkan kesiapan fisik, keterampilan teknis, peralatan memadai, serta kerja sama tim yang kuat.
Bupati berharap seluruh rangkaian ekspedisi berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti. Ia juga berharap hasil penelusuran tidak berhenti sebagai catatan bagi komunitas caving, tetapi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pacitan, khususnya dalam mengenali potensi alam, lingkungan, serta kawasan karst.
Ekspedisi Gahvara Yava sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam Pacitan dari sisi yang berbeda. Jika permukaan Pacitan dikenal melalui pantai dan pegunungannya, ekspedisi ini membawa perhatian ke dunia bawah tanah—ruang tersembunyi yang menyimpan jejak geologi, ekosistem, serta potensi pengetahuan yang masih terus dipelajari.
