Sarasehan PT PGRI se-Jawa Timur di Tuban Dorong Transfer Inovasi dan Penguatan Jejaring Perguruan Tinggi
Sarasehan menjadi ruang strategis bagi para pengelola dan pimpinan perguruan tinggi PGRI untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, sekaligus membangun jejaring kerja sama. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PPLP PT PGRI Tuban, Ketua Forum Pimpinan PT PGRI Jawa Timur, Rektor Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow), Ketua Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP) PGRI Prof. Dr. Supardi US, M.M., M.Pd., Ketua Forum Pimpinan PT PGRI Jawa Timur Prof. Dr. Dra. Munawaroh, M.Kes., serta Ketua PGRI Tuban Witono, S.Pd., M.Pd.
Kehadiran Ketua Umum PB PGRI Pusat Prof. Unifah Rosyidi dan Ketua PGRI Jawa Timur Dr. H. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA., semakin memperkuat makna kegiatan tersebut. Tidak hanya menjadi forum diskusi, sarasehan kali ini juga menghadirkan sesi Best Practice yang memberikan kesempatan kepada para pimpinan perguruan tinggi untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi pengelolaan institusi.
Best Practice Jadi Ruang Berbagi Inovasi
Ketua Umum PB PGRI Pusat Prof. Unifah Rosyidi menilai sesi Best Practice memiliki nilai strategis di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi. Pertukaran pengalaman antarkampus dinilai dapat membuka ruang lahirnya gagasan baru yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing institusi.
“Best Practice mendiskusikan banyak hal, di sini kita bisa lahirkan pemikiran positif,” ungkap Prof. Unifah.
Menurutnya, gagasan dan inovasi yang muncul dari satu perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti sebagai pengalaman internal. Berbagai praktik baik tersebut perlu diadopsi dan diadaptasi oleh perguruan tinggi lain dengan mempertimbangkan kondisi, karakteristik, serta kebutuhan masing-masing daerah.
Ia secara khusus mendorong Universitas PGRI Ronggolawe Tuban untuk mengambil manfaat dari berbagai praktik baik yang berkembang di perguruan tinggi PGRI lainnya.
“Inovasi lain bagus, bisa tidak di Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dengan sedikit modifikasi sesuai ciri khas,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya budaya saling belajar di antara perguruan tinggi PGRI. Transfer pengetahuan tidak harus dilakukan dengan menyalin seluruh model yang sudah berjalan, tetapi melalui proses adaptasi agar inovasi dapat diterapkan secara tepat sesuai lingkungan akademik dan kebutuhan mahasiswa.
Perkuat Jati Diri Perguruan Tinggi PGRI
Ketua PGRI Jawa Timur Dr. H. Djoko Adi Walujo menilai penyelenggaraan sarasehan di Tuban dapat menjadi model kegiatan yang mampu mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi dalam suasana yang lebih terbuka dan produktif.
Menurutnya, agenda berbagi pengalaman merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi sekaligus memperkuat jati diri lembaga pendidikan di bawah naungan PGRI.
“Agenda tukar pengalaman antar-pimpinan dalam mengelola perguruan tinggi yang baik, ini akan memperkuat jati diri PGRI,” ujarnya.
Ia juga menilai efektivitas sebuah forum tidak selalu ditentukan oleh jumlah peserta. Dengan jumlah peserta yang terukur, diskusi justru dapat berlangsung lebih fokus sehingga berbagai persoalan dan gagasan dapat dibahas secara lebih mendalam.
Kolaborasi Menjadi Fondasi Ekosistem PT PGRI
Ketua PPLP PT PGRI Tuban, Sudjarwoto, menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga perguruan tinggi PGRI harus diwujudkan dalam langkah nyata. Menurutnya, keberadaan para pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah merupakan modal sosial yang penting untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi PGRI yang saling mendukung.
“Saudara di sini akan menjadikan wawasan semakin terbuka, segala yang dilakukan harus membawa manfaat bagi ekosistem PGRI,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Forum Pimpinan PT PGRI Jawa Timur Prof. Dr. Dra. Munawaroh, M.Kes., mengatakan persaingan antarperguruan tinggi semakin dinamis. Kondisi tersebut menuntut adanya sinergi dan kerja sama agar perguruan tinggi PGRI mampu meningkatkan kualitas sekaligus memperkuat daya saing institusi.
Perguruan tinggi, lanjutnya, tidak hanya memiliki tugas menghasilkan sumber daya manusia unggul, tetapi juga harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“PT unggul adalah PT yang mampu tumbuh bersama dan jadi pelopor di masyarakat,” pungkasnya.
Langkah Awal Membangun Forum Kerja Sama
Sarasehan di Tuban juga menjadi momentum penting untuk membangun jejaring kerja sama yang lebih terstruktur. Jawa Timur diketahui memiliki sebaran perguruan tinggi PGRI yang besar, bahkan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah perguruan tinggi PGRI terbanyak di Indonesia.
Meski telah memiliki Forum Pimpinan PT PGRI Jawa Timur, hingga kini belum terdapat forum khusus yang secara lebih spesifik menangani kerja sama antarlembaga perguruan tinggi PGRI di Jawa Timur. Karena itu, sarasehan diharapkan menjadi langkah awal untuk mengisi kebutuhan tersebut.
Melalui jejaring kerja sama yang lebih kuat, perguruan tinggi PGRI diharapkan dapat saling mendukung dalam pengembangan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan mutu, pengembangan sumber daya manusia, serta kemitraan kelembagaan.
Ketua Umum PB PGRI Kukuhkan Pengurus Baru
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Umum PB PGRI Pusat juga melantik dan mengukuhkan Pembina, Pengurus, dan Pengawas YPLP PT PGRI Nganjuk dan Sampang serta PPLP PT PGRI Pasuruan untuk masa bakti 2026–2031.
Kehadiran pimpinan PB PGRI tidak berhenti pada forum sarasehan. Di sela agenda, Ketua Umum PB PGRI juga memberikan dukungan kepada kegiatan mahasiswa melalui Commfair Run with Balloon Run, lomba lari lima kilometer yang menjadi bagian dari puncak Dies Natalis ke-18 Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unirow.
Kehadiran tersebut menjadi simbol bahwa semangat PGRI tidak hanya tumbuh dalam forum kelembagaan dan ruang akademik, tetapi juga hadir dalam aktivitas mahasiswa. Dari ruang diskusi para pimpinan hingga kegiatan kreatif generasi muda, semangat kolaborasi diharapkan terus menjadi kekuatan untuk membangun perguruan tinggi PGRI yang semakin maju dan berdaya saing.
