Kiat Sukses; Mantan Tenaga Medis Merintis Usaha Donat di Desa Pelem, Pringkuku, Pacitan

Kiat Sukses;  Mantan  Tenaga Medis Merintis Usaha Donat di Desa Pelem, Pringkuku, Pacitan
SHARE

PACITAN, – Melyana PuspitasariBerawal dari kisah seorang tenaga medis yang berubah profesi menjadi pengusaha donat yang laris manis. Dia bernama Madhe Intan Saputri atau sering di sapa dengan Mbak  Intan tinggal di Desa Pelem Kecamatan Pringkuku. Semenjak berhenti menjadi perawat di RS Maguan Husada Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah beberapa bulan yang lalu dia memberanikan diri untuk memulai usaha kecil-kecilan dengan membuat donat yang sangat diminati oleh masyarakat disekitarnya.

Mbak Intan biasanya dalam sehari bisa memproduksi hampir 1000 biji donat yang akan di jual di pasar dan akan dititipkan di beberapa warung di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu, dia juga akan memproduksi lebih jika ada pesanan. Karena selain memproduksi harian dia juga menerima pesanan donat.

Pada awal memproduksi donat dia hanya membuat beberapa varian rasa saja seperti rasa coklat, keju dan taburan gula halus di atasnya. Namun, saat ini sudah bertambah varian rasa karena langsung dari permintaan konsumen akhirnya beliau berani membuat variasi rasa seperti menambahkan coklat warna-warni, topping warna-warni yang dapat menarik perhatian para konsumen untuk membelinya.

Mbak Intan biasanya menjual donat kentang perbijinya dengan membandrol harga hanya Rp 1000.00 saja tetapi jika membelinya lebih banyak juga akan di beri diskon.

Baca Juga  KAI Gelar Anugerah Jurnalistik, Berikan Apresiasi Bagi Pers Nasional

Donat kentang buatan Mbak Intan ini terkenal dengan cita rasa yang tidak terlalu manis dan empuk ketika digigitnya. Karena dalam pembuatannya dia mengadoni bahan sampai benar-benar kalis sehingga menciptakan rasa yang empuk dan tidak lengket. Adapun bahan bahan yang di gunakan tidak berbeda dengan dengan pembuatan donat pada umumnya seperti, tepung terigu protein tinggi (Komachi), tepung maizena, kentang, susu kental manis, gula pasir, fermipan, telur, garam, margarin, dan air secukupnya dengan ditambahkan sedikit demi sedikit.

Dan untuk menggorengnya biasanya menggunakan perbandingan minyak 1:1 dengan 1 liter minyak goreng dan yang 1 liter menggunakan minyak padat agar hasilnya bisa maksimal.

Mbak Intan mengatakan  kepada jurnalis  Selasa (2/11/2021), “kalau saya mencoba bisnis ini memang mau yang berbeda dari  penjual lainnya supaya bisa laku di pasaran makanya dari bahan maupun proses pembuatannya memang saya kerjakan dengan maksimal agar hasilnya pun juga bisa maksimal.

Dan dalam proses pembuatannya pun dia memang menakar dan menimbang semua bahan  sesuai dengan prosedurnya dan memasukkan bahannya pun juga sesuai dengan step by step.

Begitu pula dengan proses pengadonan beliau juga sangat memastikan bahwa sudah kalis  walaupun pada awal proses pencampuran bahan menggunakan mixer. Sebenarnya dalam  proses pembuatnya tidak berbeda dengan pembuatan donat seperti yang lainnya namun karena  dia menginginkan donat yang benar-benar empuk dia selalu memastikan adonannya memang  sudah sesuai dengan prosedurnya.

Baca Juga  Langkah Tegap Pasukan Batalyon 125/Simbisa Menuju Medan  Juang  TMMD ke-111 Kodim 0212/TS

Setelah adonana kalis lalu di diamkan kan ditutupi dengan kain agar bisa mengembang dan untuk hasil yang maksimal biasanya adonan di taruh di bawah sinar matahari sekitar 10-15  menit agar adonan bisa mengembang sempurna. Setelah adonan dirasa mengembang baru di
ditimbang dengan berat 40 gram agar nanti donat bisa berukuran sama dan seragam.

Lalu di  bentuk bulat dan didiamkan kembali beberapa saat agar mengembang kembali. Baru setelah  itu donat di bentuk dengan dilubangi di tengahnya dan dibentuk bulat-bulat. Setelah semua  selesai di bentuk kemudian adonan di goreng sampai berwarna coklat, angkat dan ditiriskan.

“Saya itu sudah langganan mbak kalau ada acara saya pasti pesan ke Mbak Intan untuk  dibuatkan donat dan biasanya saya pesannya yang rasa origanal aja mbak yang lebih murah  dan biasanya juga dapat bonus, ” ujar seorang pembeli.

Tidak salah jika Mbak Intan ini dibanjiri  orderan jika hari Kamis karena malamnya untuk acara yasinan oleh pembelinya. Para pembeli juga bisa mengorder online melalui WhatsApp atau bisa juga datang ke rumahnya  langsung.

Baca Juga  Kapolri Keluarkan Surat Edaran Penanganan Kasus UU ITE

Selain itu, di hari pasaran wage dan pahing pun juga berjualan di pasar Punung dan  Gondosari. Tetapi tidak jarang pembeli yang jarak rumahnya jauh hanya membeli ke warung  langganan Mbak Intan menitipkan donatnya.

Mbak Suryani pemilik warung langganan yang dititipi donat pun mengatakan, “ Cita rasa donat Mbak Intan sselalu menggoda sehingga selalu habis karena pembeli sangat senang dengan varian rasa dan toppingnya yang  banyak selain itu rasa donatnya empuk tidak keras seperti pada donat pada lainnya dengan  harga yang sama di pasaran.

Selain itu, kunci dari cita rasa donat kentang buatan Mbak Intan ini yaitu pemilihan bahanbahan yang sesuai. Walaupun dijual dengan harga yang relatif murah, namun Mbak Intan juga  menggunakan bahan yang berkualitas juga. Agar nantinya ciri khas rasa, bentuk, dan tekstur  dari donat kentang buatannya rasanya masih tetap sama tidak ada yang berubah supaya  pembelinya pun puas dengan donat kentang buatannya. (Melyana Puspitasari/PBSI STKIP PGRI Pacitan)