Peluang Usaha Rumahan Katering Online di Pacitan

Peluang Usaha Rumahan  Katering Online di Pacitan

Pacitan,- Pandemi membawa dampak besar pada beberapa bisnis, sebab perubahan aktivitas besar-besaran juga terjadi selama masa pandemi ini. Namun di lain sisi, kondisi ini juga bisa membuka peluang bisnis yang baru untuk beberapa bidang. Bisnis online yang semakin ramai dirambah oleh pelaku bisnis kini mulai memiliki industri yang beragam.

Bisnia katering sangat menjanjikan, mengingat selama beberapa bulan belakangan ada banyak pasien isoman yang membutuhkan layanan katering seperti ini. Seperti pak Agus ini, beliau dan istrinya adalah salah satu pelaku uasaha catering online didekat rumah saya yang bertempat di Kel.Pucangsewu, Kecamatan Pacitan, Kab.Pacitan, Senin (8/11/2021).

Bisnis katering yang beliau tekuni sudah berjalan sekitar 17 tahun, setiap harinya pak Agus dan istrinya mampu menerima lebiah dari 200 pesanan katering.

Dalam mengembangkan bisnisya, pak Agus dibantu oleh anaknya yang masih duduk dibangku SMA,anak dari pak Agus memiliki bakat desain dan pintar untuk mempromosikan produk, target pemasaran yang dilakukan adalah masyarakat sekitar, menyebarkan brosur, dan juga iklan di media sosial.

Saat memulai bisnisnya banyak rintangan yang harus dihadapi oleh pak Agus, salah satunya adalah persaingan pemasaran dan juga modal yang dimilki hanya pas-pasan, modal awal pak Agus hanyalah 500.000 itu saja terkadang tidak untung.

“Rasanya saat awal melakukan usaha ini saya ingin menyerah dan mundur, tetapi ada keinginan yang belum bisa saya capai, ” tuturnya saat menceritakan awal perintisan bisnis catering ini.

”Seiring berjalannya waktu saya menjadi terbiasa, dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada, ”imbuhnya.

“Saya memilih bisnis katering ksrena dari kecil hobi saya adalah memasak, dan alkhamdulillah istri saya pun satu tujuan dengan saya, yaitu membuat bisnis kuliner, saya menekuni bisnis ini sejak awal saya menikah, ”kata pak Agus.

Walaupun usaha katering pak Agus sudah belasan tahun, sampai saat ini Pak Agus tidak ingin membuka cabang. Alasan beliau tidak membuka cabang tidak ingin rasa khas dari  ateringnya hilang dan hilang di lidah para pelanggannya.

Cita rasa dari catering pak Agus sangat khas dan memiliki cita rasa tinggi dilidah masyarakat, catering pak Agus juga terjangkau.

Namun yang paling utama  1 adalah kepuasan pelanggan dan harus higenis.  Karena kepuasan pelanggan adalah suatu kebanggaan bagi kami, ”tutur istri pak Agus.

Bahan sayuran  yang digunakan tidak beli ke pasar tetapi langsung ke lahan petani.  Otomatis sebagai bahan baku  yang digunakan  sayur segar.

Sebelum adanya  pandemi yakni sebelum tahun 2019, katering pak Agus sehari mampu membuat lebih dari 1000 pesanan catering.  Namun sejak saat pandemi mulai, omzet  katering pak Agus menurun sangat drastis.

Pada awal pandemi untuk mengantisispasi usahnaya bangkrut pak Agus membuat katering sehat dengan mengedepankan nilai kesehatan atau gizi dalam menu kateringnya.  Walaupun sederhana namun higienis dan nilai gizinya tinggi perlahan  perlahan bisnis  mulai berjalan dengan normal seperti biasa.

“Penuh perjuangan dalam menjalani  perjalanan dalam hidup apalagi di dunia bisnis.  Hal penting  kita tetap optimis dan percaya akan kemampuan kita dan juga diiringi dengan usaha serta berdo’a kepada Allah SWT,” pesan  pak Agus. (Mar’atus Solikhah/PBSI/STKIP PGRI Pacitan)

 

Please follow and like us:
Pin Share

prabangkara press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *