Peran Pemuda dalam Pengembangan “Wisata Alam dan Kuliner Tradisional” Kali Klepu, Pacitan

Peran Pemuda dalam Pengembangan “Wisata  Alam dan Kuliner  Tradisional”  Kali Klepu, Pacitan
SHARE

Oleh:  Rika Nurcahyani

Pacitan merupakan kota 1001 goa ini dibuktikan dengan adanya banyak goa yang bisa menjadi tempat wisata di Pacitaan. Namun, Pacitan memiliki banyak tempat wisata yang berpotensi menjadi siganture baru dari kota Pacitan.

Tempat wisata baru yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan yaitu Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu yang berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Kebonagung. Pasar wisata kuliner ini memiliki konsep tradisional yang unik dimana setiap transaksi di tempat ini menggunakan koin khusus yang terbuat dari tempurung kelapa dengan harga satu koinnya yaitu Rp 2.000. Di pasar wisata kuliner ini pengunjung bebas berbelanja makanan tradisional menggunakan koin khusus tersebut.

Pasar Wisata Kuliiner Tradisional Kali Klepu ini resmii diluncurkan pada Senin (21/2/2022) namun berhasil menarik wisatawan lokal sebab selain dimanjakan dengan konsep unik tempat ini menyuguhkan bannyak spot foto yang menarik. Bangunan warung serta pakaian dari pedagang ini juga menarik sebab semua dibuat dengan konsep klasik tempo dulu yang unik dan memanjakan mata. Untuk jam buka sendiri Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu ini beroperasi mulai dari pukul 14.00 WIB sampai 23.00 WIB namun saat akhir pekan atau weekend tempat inii dibuka mulai dari 06.30 sampai pukul 17.00 WIB.

Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu ini akan menjadi destinasi baru bagi turis lokal dan akan segera menarik perhatian turis dari luar Pacitan. Perpaduan alam, sungai dan kuliner adalah hal baru yang ada di kota Pacitan ini, selain itu letak geografi yang mendukung dengan cuaca yanng dingin sejuk akan membuat pengunjung betah berada lama di tempat ini.

Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu memang belum sepenuhnya rampung digarap namun sudah menarik banyak pengunjung, oleh sebab itu sebagai masyarakat asli kota Pacitan yang berperan sebagai anak muda dengan wawasan tinggi sebagai mahasiswa sudah seharusnya turut andil dalam pengembangannya.

Baca Juga  Optimisme Pemuda Indonesia Terendah di 2025: Alarm bagi Masa Depan Bangsa

UU Kepariwisataan No.9 Tahun 1990 mengatuur bahwa kotammadya mmempunyai kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berpartisipasi dalam praktik kepariwisataan. Keterlibatan masyarakat dalam pelestarian sumber daya alam dan budaya yang dimillikinya merupakan kontribuusi yang siginfikan dan berppotensi menjajdi daya tarik wisata. Kontribusi sederhana yang dapat dilakukan oleh anak muda generasi z ialah mempromosikannya pada sosial media.

Dalam sosial media saat ini yang sudah ratusan jumlahnya seperti Instagram, Twitter, Facebook, Youtube, Tiktok dan masih banyak lagi anak muda bisa mempromosikan dengan mudah. Mereka dapat memposting foto dan video serta dapat memberikan ulasan yang bagus tentang Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu tersebut.

Anak muda yang merupakan mahasiswa merupakan agen perubahan yang mampu membawa pariwisata menjadi lebih baik di masa depan. Saat ini dunia sudah dikuasai kekuatan digital sehingga mahasiswa sebagai agen perubhan yang memiliki kedekatan dengan teknologi digital ini. Anak-anak muda yang kreatif dapat memanfaatkan internet dan sosial media sebagai sarana untuk mempromosikan Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu ini, sebab dilansir dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta jiwa.

Dan untuk 95% diantaranya menggunakan sosial media  yang berarti satu video yang anda unggah di Tiktok memiliki potensi ditonton oleh ratusan orang di Indonesia bahkan sampai keluar Indonesia. Tentunya bahan kontennya adalah konten positif yang mendukung serta memperlihatkan keindahan serta keapikan dari Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu. Hal ini akan menarik perhatian bagi para masyarakat di area perkotaan yang sudah dipusingkan dengan pekerjaan dan suasana padatnya perkotaan untuk berkunjung mencari tempat yang damai dan memberikan kesan healing untuk mereka.

Baca Juga  Tanam Trembesi, Jaga Sumber Mata Air: Aksi Nyata SMSI Pacitan untuk Lingkungan

Selain Tiktok dan sosial media lainnya sebagai anak muda yang matang akan teknologi kita dapat membuat web atau mencari web yang dapat memasankan iklan dan mengiklankan tempat wisata tersebut. Juga ada gooogle, sebelum seseorang mengunjungi Pasar Wisata Kuliner Tradiisional Kali Klepu ini pasti mereka akan mencari beberapa refrensi dan ulasan mengenai tempat tersebut. Dalam google ada yang namanya google maps dan terdapat fitur untuk memberikan ulasan dan rating mengenai suatu tempat.

Sebagai mahasiswa yang memiki wawasan luas sudah seharusnya kita menulis dan memberikaan ulasan serta rating bagus pada Pasar Wisata Kulilner Tradisional Kali Klepu.  Selan itu kemamapuann internet dalam menarik wisatawan karena unggahann-unggahan yang kita posting bersifat realistik ata nyata dan terpercaya. Bukan hanya lingkupp besar namun  internet dann sosial media memudahkan dalam membagikan kepada teman atau keluarga diluar Pacitan seperti melalui group whatsapp keluarga besar, teman dan komunitas.

Usaha lain yang dapat dilakukan mahasiswa yaitu melakukan pengabdian di desa Karanganyar untuk mendukung serta membanntu pengembangan wisata. Dalam pengabdian ini mahasiwa dapat memberikan pendidikan gratis kilat tentang upaya-upaya untuk mengembangkan wisata desa kepada masyarakat desa Karanganyar.

Hal tersebut secara tidak langsung membuat mahasiswa turut andil dalam pengembagan Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu. Sebuah peradaban yang maju dimulai dari masyarakatnya terlebih dahulu, seandainya ada satu masyarakat yanng suudah memahami bagaimana cara mengembangkan sebuah wisata desa maka seluruh lapisan masyarakat akan mengikutinya.

Baca Juga  Benahi Birokrasi dan SAKIP, Mas Aji: Pacitan Harus Berani Melompat Kejar Ketertinggalan

Saat menjalani pangabdian mahasiswa dapat melakukan pelatihan untuk memberdayakan sumber daya manusia (SDM) yang ada di desa Karanganyar seperti pelatihan menjadi pemandu wista untuk memudahkan wisatawan saat berkunjung, pelatihan mengiklankan tempat wisata pada internet dan pelatihan mengelola tempat wisata berupa menjaga kebersihan Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu.

Bukan tidak mungkin saat sebuah tempat wisata menjadi ramai akan menproduksi sampah lebih banyak sehingga mahasiswa dapat memberikan pengarahan kepada masyarakat desa Karanganyar untuk senantiasa menjaga kebersihkan dan menyediakan fasilitas kebersihan dengan baik untuk tetap memberikan kesan nyaman bagi pengunjung.

Hal yang dapat dilakukan lain adalah memberikan arahan kepada masyarakat berupa mengadakan atau menjual cinderamata yang dapat menjadi ciri khas dari Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu. Cinderamata yang dapat mengingatkan kepada turis atau pengunjung untuk selalu mengingat Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu atau bahkan memberikan ingatan untuk Kota Pacitan.

Kesimpulannya sebagai anak muda penerus bangsa dan agen perubahan kita sebagai mahasiswa harus mampu mendampingi, memandu dan turun tangan dalam pengembangan wisata-wisata lokal baik itu wisata lama ataupun baru. Selain itu mahasiswa juga dapat mengesksplor lebih banyak potensi-potensi yang ada dalam sebuah tempat wisata sehingga dapat menjadi inovasi dan role mode bagi masyarakat desa untuk lebih giat memajukan wisata yang ada di desanya.

Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu ini masih tergolong wisata baru sehingga baik dari mahasiswa, masyarakat desa maupun pemerintah sendiri bisa menggali lebih banyak potensi baru yang ada didalamnya serta memberikan usaha maksimal untuk mempromosikan Pasar Wisata Kuliner Tradisional Kali Klepu pada duniia luar.