Puncak Peringatan Hari Jadi Pacitan Ke – 278 Kabupaten Pacitan
Kirab prosesi hari jadi ke 278 Kabupaten Pacitan, Minggu (19/02/2023) berlangsung dengan balutan budaya kental. Kirab dipimpin oleh Panglima Kabupaten membawa serta para Abdi Putri. Mereka sekaligus merupakan pemain Tari Bedhaya (tari selamat datang). Usai persembahan tarian Bedhaya Sanga dilanjutkan dengan penyerahan pusaka Kabupaten Pacitan oleh sesepuh kepada Bupati Pacitan untuk disimpan di gedong pusaka.
Selanjutnya Bupati Pacitan beranjak dari kursi singgasana memberikan sambutan. Secara ringkas Bupati menyampaikan sejarah Pacitan yang sudah ada sejak abad 12 atau era kerajaan Kediri. Namun, berdasarkan serat kekancingan tercantum tanggal 19 Februari 1745 Bupati Pertama Pacitan adalah Raden Tumenggung Notopuro. Atas dasar tersebut disepakati tanggal 19 Februari menjadi hari jadi Kabupaten Pacitan.Pra acara resepsi diawali dengan vidio ucapan dari Kementrian Desa dan anggota komisi VI memberikan selamat atas peringatan Hari Jadi Pacitan Ke – 278, mendoakan semoga Kabupaten Pacitan menjadi Daerah Kabupaten yang maju, adil, makur, aman, dan sejahtera bagi warganya.

“Pelan tapi pasti, tidak sembarang sumber yang bisa dijadikan referensi penulisan historiografi, hanya sumber tertulis yang bisa dijadikan rujukan. Dalam penelusuran sejarah, sejarawan mempunyai peran penting, karena sejarawan yang mempunyai peran untuk meniupkan ruh dan mampu menghidupkan melalui interpretasi sumber,” kata Bupati.
Yang kedua bupati meminta kepada Kabid Kebudayaan Disparpora Johan untuk membuat rancangan busana daerah sehingga bisa dijadikan salah satu tanda atau ikon bagi Pacitan.
Disisi lain Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pacitan yang dipimpin oleh Kadis Bambang Mahendra beserta jajaranya mensuport berjalannya resepsi Hari Jadi Pacitan Ke – 278 tersebut. Resepsi ini dilaksanakan dengan menggunakan bahasa jawa dan disiarkan langsung secara onlin dan disiarkan melalui bantuan awak media yang tergabung dari SMSI, PWI, dan FPPA.
“Nyawiji Pacitan Mukti tetap menjadi slogan di bawah pimpinan Bupati Indrata Nur Bayu Aji dan memetri budaya kang adiluhung dengan harapan gemah ripah lohjinawi,” kalimat penutup yang disampaikan Kadis Kominfo Bambang Mahendra. (*)
