Keren, Motif Batik Reog Meraih Juara 2 Lomba Fashion Show se-Jatim

Keren, Motif Batik Reog Meraih Juara 2 Lomba Fashion Show se-Jatim
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || PONOROGO – UPAYA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengembangkan kerajinan batik khas daerah membuahkan hasil. Batik motif reog mampu menunjukkan kelasnya dengan meraih juara dua Lomba Fashion Show Busana Batik dan Tenun se-Jawa Timur. Prestasi spesial karena Bupati Sugiri Sancoko dan Susilowati Sugiri Sancoko yang memeragakan langsung busana berbahan batik khas Ponorogo itu.

Lomba Fashion Show Busana Batik dan Tenun se-Jawa Timur tersebut bagian dari Pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2023 yang berlangsung di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Rabu (8/3/2023). Pemrakarsa kegiatan adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur.

Baca Juga  Peringati Hari Bhayangkara Ke 77, Polres Ponorogo Buatkan Sumur Dalam Bagi Warga Yang Alami Kekeringan

Menurut Susilowati, batik motif reog mampu bersaing dengan produk kerajinan sejenis dari 37 daerah lain di Jawa Timur. Ketua Dekranasda Ponorogo itu juga menyertakan usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) ikut pameran. ‘’UMKM harus berkembang dengan sesering mungkin mengikuti pameran di luar daerah,’’ katanya, dilansir dari laman Ponorogo.go.id.

Susilowati bersama Bupati Sugiri Sancoko, suaminya, rela tampil di atas catwalk memeragakan busana berbahan batik motif reog. Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– mengenakan busana Ponoragan dengan aksesoris batik khas. Penampilan keduanya menarik perhatian dewan juri hingga meraih juara dua.

Sementara itu, Kang Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mendukung perkembangan UMKM maupun industri kreatif. Dengan mengikuti pameran berskala provinsi dapat mengenalkan secara luas produk UMKM di Ponorogo. ‘’Tidak hanya batik tapi juga kerajinan lainya,’’ jelas Kang Bupati. (kominfo/fad/hw)

Baca Juga  Prestasi Gemilang Grebeg Suro 2023: FNRP Top-10 KEN dan Reog Ponorogo Menuju WBTb UNESCO