Berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, yang dinilai lebih fokus pada kepentingan kaum elit dan borjuis, Prabowo justru mengambil langkah-langkah strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Beberapa kebijakan populis yang diambil, seperti melarang pembangunan puluhan tol dan menghentikan impor beras, gula, garam, dan bawang putih, menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap kemandirian nasional. Kebijakan ini juga dianggap sebagai kemenangan besar bagi rakyat Indonesia.
Program sosial seperti subsidi beras 10 kg dan pengurangan biaya listrik menjadi bukti nyata komitmen Prabowo terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, program revolusioner lainnya seperti pembangunan 3 juta rumah untuk rakyat dan penyediaan makanan bergizi dengan harga terjangkau senilai Rp10.000 semakin mempertegas kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar rakyat. Langkah-langkah ini, meskipun dilakukan di awal masa pemerintahannya, telah memberikan dampak yang sangat positif.
Jerry Massie bahkan menyamakan Prabowo dengan Donald Trump dalam hal karakter kenegarawanan dan kemampuan memimpin. Keduanya dinilai memiliki visi yang jelas, keberanian mengambil keputusan besar, serta fokus pada kesejahteraan rakyatnya. Prabowo disebut sebagai pemimpin yang tulus, amanah, dan berorientasi pada kemajuan rakyat secara keseluruhan, terutama dengan ide-ide brilian yang terus mendorong kemajuan bangsa.
Ke depan, Jerry Massie menyarankan agar pemerintahan Prabowo juga mengoptimalkan pendapatan negara melalui pengawasan ketat terhadap pengemplang pajak dan audit menyeluruh terhadap kekayaan sumber daya alam. Optimalisasi pajak dari sektor ini diyakini mampu memberikan kontribusi besar bagi pembangunan negara. Dengan pendekatan yang seimbang antara keberpihakan kepada rakyat dan optimalisasi pendapatan negara, Prabowo diharapkan mampu membawa Indonesia menuju era kemakmuran yang lebih adil dan merata.