Gembur Tanah, Gembira Petani: Inovasi Pengolahan Lahan Tingkatkan Produktivitas Padi di Desa Sirnoboyo

Gembur Tanah, Gembira Petani: Inovasi Pengolahan Lahan Tingkatkan Produktivitas Padi di Desa Sirnoboyo
SHARE

PRABANGKARANEWS, Pacitan, Sirnoboyo – Saat mentari pagi menyentuh hamparan sawah di Desa Sirnoboyo, semangat para petani kian berkobar. Mereka tak lagi hanya mengandalkan cangkul dan bajak tradisional. Kini, hadir teknologi baru: traktor besar yang mampu mengolah tanah hingga kedalaman lebih dari 50 meter, menjanjikan revolusi dalam pertanian padi lokal.

Bagi Suwito, petani  asal Dusun Krajan, Kec/Kab. Pacitan, perubahan ini ibarat embun segar di tengah tantangan cuaca dan hasil panen yang fluktuatif. “Dulu kami olah tanah secara manual, waktunya lama dan hasil tanah kurang merata. Sekarang, dengan traktor besar ini, dalam sehari bisa selesai satu hektar lebih. Tanah jadi gembur, air meresap lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Polri Amankan Lima Bom Aktif dan Tangkap 13 Terduga Teroris di Jakarta-Makassar-NTB, Pasca Bom Makassar

Traktor modern tersebut tidak hanya mempercepat proses pengolahan, tetapi juga meningkatkan kualitas tanah. Dengan sistem olah tanah dalam, akar tanaman padi bisa tumbuh lebih kuat dan menyerap nutrisi secara optimal. Keunggulan lainnya, sisa-sisa jerami atau mulsa padi dari musim sebelumnya kini bisa langsung dikembalikan ke dalam tanah.

Langkah ini bukan hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan. “Jerami yang dulu dibakar, kini dihancurkan dan dicampur ke dalam tanah. Itu menambah unsur hara dan menyuburkan lahan. Kami seperti memberi makan balik ke tanah,” ujar Mbah Milah, petani senior yang telah puluhan tahun menanam padi.

Menurut penyuluh pertanian Kecamatan Pacitan, pengembalian mulsa ke dalam tanah mengandung manfaat besar. Selain memperbaiki struktur tanah, proses ini mampu meningkatkan kadar bahan organik, menekan penggunaan pupuk kimia, dan menambah kesuburan alami.

Baca Juga  Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Monas

Hasilnya mulai terasa. Dalam dua musim tanam terakhir, rata-rata produksi padi di Sirnoboyo meningkat. 1 bahu atau 2000 m2 bisa menghasilkan 35 sak padi hasil Combi atau 1 ton. Sehingga 1 Ha bisa dihasilkan gabah basah sekitar 5 ton.  Bahkan, beberapa petani berhasil mencatat hasil panen lebih dari 7 ton per hektar.

Lebih dari sekadar alat bantu, kehadiran traktor besar telah membuka harapan baru. “Ini bukan cuma soal mesin. Ini tentang harapan petani yang ingin hasil panennya lebih baik, ingin anaknya tetap bangga jadi petani,” kata Mbah Suwito.

Dengan  adaptasi terhadap teknologi, Sirnoboyo kini menjadi contoh bagaimana pengolahan tanah yang baik mampu mengubah masa depan pertanian padi. Perlu tambahan bantuan  Traktor besar jenis YM351A, YM357A  di lahan Desa Sirnoboyo agar semua lahan bisa diolah menggunakan traktor besar.

Baca Juga  Kisruh PT Kahayan, Oknum Bareskrim Polri Terindikasi Berkolusi dengan Komisaris untuk Penjarakan Para Direksi

Jika hanya mengandalkan traktor kecil pengolahan lahannya terutama kedalaman tanah yang diolah tidak se dalam bahkan selembut traktor besar.  Hal ini akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi terutama dalam mempermudah serapan unsur hara tanaman padi.