Wayang Beber Pacitan Hadir di Museum Ullen Sentalu, Angkat Warisan Budaya Leluhur ke Panggung Global
PRABANGKARANEWS, Yogyakarta, 24 April 2025 — Dalam rangka melestarikan dan mempromosikan seni tradisi Jawa yang semakin langka, Wayang Beber Tawangalun dari Pacitan akan tampil istimewa di Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan hasil dari diskusi yang digelar di Mirota Bakery Kotabaru, Jl. FM. Noto, yang menghadirkan sejumlah tokoh budaya dan pegiat seni tradisi.
Diskusi dihadiri oleh Daniel Haryono, pemilik Museum Ullen Sentalu, serta tim Wayang Beber Pacitan yang terdiri dari Tri Hartanto (pewaris Wayang Beber generasi ke-13), Hendriyanto, Musyaffa’, dan Irwantoro. Mereka sepakat menggelar pameran, pertunjukan, dan seminar selama dua hari penuh, yakni Jumat-Sabtu, 25–26 Juli 2025, sebagai wujud sinergi pelestarian budaya.
Agenda Lengkap: Dari Pameran Hingga Pertunjukan Wayang Beber
📌 Pameran Wayang Beber
-
🗓️ Jumat & Sabtu, 25–26 Juli 2025
-
🕘 Pukul 09.00–16.00 WIB
-
📍 Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta
Pengunjung akan disuguhi:
-
Duplikasi 3 gulungan Wayang Beber
-
Cetakan dokumen asli ukuran A1 dari Gulungan 1 lengkap dengan caption
-
Merchandise eksklusif seperti cetak daluang A4 (Rp200.000) dan aprori tebal A3 (Rp50.000)
📌 Sabtu, 26 Juli 2025 – Diskusi & Pertunjukan Wayang Beber
-
🕐 Pukul 13.00 WIB – selesai
-
Acara dimulai dengan pertunjukan Wayang Beber berdurasi 20 menit, disusul seminar budaya dengan narasumber kredibel:
-
Kuntadi, ahli seni sungging
-
Samuel, penggagas Wayang Beber Metropolitan
-
Indie Maharsi, peneliti budaya
-
Tri Hartanto, pewaris Wayang Beber
-
Agoes Hendriyanto, pemerhati sejarah dan budaya lokal
-
Tri Hartanto menjelaskan bahwa, seluruh rangkaian acara dirancang untuk menjangkau lebih luas melalui siaran langsung (live streaming), tidak hanya ke berbagai penjuru tanah air tetapi juga hingga ke luar negeri. Selain itu juga aganda tersebut sebagai bentuk memperkenalkan Wayang beber yang telah berusia 335 tahun akan tetap lestari dan berkembang.
Acara yang telah direncanakan tersebut bagi Wayang Beber Pacitan, menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap warisan budaya yang hampir punah. Wayang Beber, sebagai bentuk awal pertunjukan wayang yang sudah eksis sejak era Majapahit, merupakan khazanah budaya tak ternilai yang layak diapresiasi.
Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi antara seniman, budayawan, dan institusi seperti Kemenkebud, LPDP, Dana Indonesiana, Museum Ullen Sentalu, semoga Wayang Beber Tawangalun, Pacitan, bisa kembali menorehkan kiprah dalam panggung kebudayaan nasional dan internasional, membawa nilai-nilai luhur leluhur dalam bingkai kekinian.
“Rencananya nanti akan dihadiri oleh seluruh tim yang akan terlibat akan memeriahkan acara di Museum Ullen Sentalu. Semoga acara diskusi dengan diawali dengan pertunjukan Wayang Beber hasil duplikasi dengan memilih waktu jam 14.00 WIB saat menyiarkan secara langsung ke negara sahabat pemerhati budaya Wayang beber. Pemerhati budaya khususnya dari Belanda bisa mengikuti kegiatan tersebut. Jika acaranya pagi, waktu di Belanda masih malam hari,” tutup Daniel
