Desa Sirnoboyo Segera Miliki Hari Jadi Resmi, Hasil Kajian Sejarah Disepakati Pemdes dan Tokoh Masyarakat

Desa Sirnoboyo Segera Miliki Hari Jadi Resmi, Hasil Kajian Sejarah Disepakati Pemdes dan Tokoh Masyarakat
Pertemuan Kesepakatan Penentuan Hari Jadi Desa Sirnoboyo Rabu (23/7/25).
SHARE

PRABANGKARANEWS, Sirnoboyo, Pacitan – Pemerintah Desa Sirnoboyo bersama jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala dusun, kepala urusan, dan tokoh masyarakat menggelar rapat penting dalam rangka penetapan Hari Jadi Desa Sirnoboyo, berdasarkan hasil kajian sejarah dari dua akademisi ternama, yaitu Dr. Agoes Hendriyanto, M.Pd. (STKIP PGRI Pacitan) dan Dr. Asep Yudha Wirajaya, SS., MA. (Universitas Sebelas Maret Surakarta). Kedua peneliti alumni S3 Kajian Budaya FIB Universitas Negeri Surakarta.

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa penetapan hari jadi akan dilakukan secara resmi dan akan diumumkan pada akhir Agustus 2025. Meski peringatan awal akan dilaksanakan secara sederhana, namun langkah ini menjadi tonggak penting dalam menggali kembali jati diri dan sejarah lokal masyarakat Sirnoboyo.

Baca Juga  Presiden Jokowi Lantik Menteri dan Wamen Kabinet Indonesia Maju

Kepala Desa Sirnoboyo, Eko Haryono, menegaskan bahwa penetapan Hari Jadi Desa ini memiliki urgensi historis dan kultural yang sangat tinggi. “Selama ini belum ada kesepakatan resmi tentang kapan Desa Sirnoboyo berdiri. Maka dari itu, pendekatan sejarah lokal sangat penting untuk memberikan legitimasi akademik sekaligus penguatan identitas budaya,” ungkapnya.

Kajian mendalam dilakukan dengan pendekatan filologis terhadap naskah Rajah Qithmir serta sumber-sumber lisan seperti keberadaan makam Kyai Sirno, yang menjadi pintu masuk penting dalam merekonstruksi narasi awal desa ini.

Ketua BPD Sirnoboyo, Imam Bashori, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemerintah Desa. Ia menekankan pentingnya pelibatan berbagai pihak, termasuk sesepuh dan tokoh masyarakat yang memahami situs-situs sejarah dan prasejarah di wilayah Sirnoboyo. “Langkah ini sangat strategis. Bahkan kami mendorong agar hasil penelusuran sejarah ini bisa dibukukan secara lengkap dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Imam. Ia juga berharap ke depan masyarakat bisa mengenali leluhur yang membabat Desa Sirnoboyo dan menjadikannya sebagai agenda penghormatan tahunan (khaul).

Baca Juga  Polres Pacitan Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benur Tujuan Solo, Dua Kurir Diamankan

Tokoh masyarakat, Fibi Irawan yang juga Wakil Ketua DPRD Pacitan, turut menyambut positif upaya ini. Ia menilai langkah Pemdes Sirnoboyo sebagai strategi penting dalam membangun ciri khas dan identitas desa yang akan sangat berguna bagi pengembangan di masa depan. “Saya percaya penuh pada tim peneliti dari STKIP PGRI Pacitan dan UNS. Ini langkah maju dan strategis untuk kemajuan desa kita,” tuturnya.

Penetapan Hari Jadi Desa Sirnoboyo ini bukan hanya peristiwa administratif, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran sejarah, memperkuat budaya lokal, dan membangkitkan semangat kolektif warga dalam mencintai desanya.