Aksi Damai “Egypt, Open the Rafah Gate Now!” di Yogyakarta Serukan Tindakan Nyata atas Krisis Kemanusiaan di Gaza

Aksi Damai “Egypt, Open the Rafah Gate Now!” di Yogyakarta Serukan Tindakan Nyata atas Krisis Kemanusiaan di Gaza
SHARE

PRABANGKARANEWS, Yogyakarta, 2 Agustus 2025 — Sebanyak 13 peserta dari berbagai lapisan masyarakat dan usia berkumpul di Tugu Yogyakarta dalam aksi damai bertajuk “Egypt, Open the Rafah Gate Now!”. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan global yang menyerukan pembukaan akses kemanusiaan ke Gaza dan mendesak dihentikannya genosida terhadap bangsa Palestina.

Diselenggarakan oleh Free Palestine Network (FPN), aksi damai ini dilakukan secara serentak di 15 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Palembang, Makassar, dan Tarakan. Di Yogyakarta, Tugu dipilih sebagai lokasi aksi karena simbolismenya sebagai ikon kota pendidikan dan ruang perlawanan terhadap ketidakadilan sosial.

Dalam aksi ini, peserta melakukan sit-in sambil memukul peralatan makan dan masak, sebagai bentuk simbolik protes terhadap kelaparan massal yang tengah melanda Gaza akibat blokade ketat Israel. Aksi ini terinspirasi dari seruan Bisan Owda, jurnalis Palestina yang pertama kali menginisiasi gerakan ini melalui siaran Al Jazeera.

Baca Juga  [Kemenkes]: Tidak Ditutupi, Begini Alur Validasi Data Covid ke Masyarakat:

Laporan PBB terbaru menyebutkan bahwa Gaza telah mencapai tingkat kelima—tingkat paling parah—dalam krisis kelaparan, dengan potensi korban mencapai lebih dari 400.000 jiwa, terutama balita, anak-anak, dan lansia. Penutupan Gerbang Rafah oleh Pemerintah Mesir menambah parah situasi karena merupakan satu-satunya jalur bantuan yang memungkinkan distribusi logistik ke wilayah yang terkepung tersebut.

Aksi ini menyoroti enam poin pernyataan sikap utama:

  1. Dukungan penuh terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, serta hak untuk hidup bebas dari penjajahan dan apartheid.

  2. Pernyataan duka cita atas tragedi kemanusiaan yang telah berlangsung lebih dari 70 tahun dan kini mencapai puncak genosida terang-terangan.

  3. Kecaman terhadap rezim Zionis Israel, Amerika Serikat, serta pihak-pihak yang terlibat dalam kejahatan terhadap rakyat Palestina.

  4. Kecaman terhadap Pemerintah Mesir yang masih menutup Gerbang Rafah sebagai satu-satunya jalur hidup rakyat Gaza.

  5. Apresiasi terhadap sikap Pemerintah Indonesia, sekaligus dorongan untuk mengambil langkah konkret dan strategis dalam menghentikan genosida.

  6. Ajakan kepada masyarakat global untuk bersolidaritas dan bersuara mendukung Palestina merdeka.

Baca Juga  Kasum TNI : Jaga Soliditas TNI-Polri, Pemda dan Masyarakat

Kegiatan berlangsung tertib dan damai, ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap oleh perwakilan peserta.

FPN adalah komunitas pengkaji isu-isu internasional berbasis pendekatan geopolitik dan geostrategis. FPN aktif dalam pendidikan publik dan aksi damai, serta berkomitmen pada perjuangan keadilan sosial dan anti-kolonialisme global.