Pameran “Hamemayu Hayuning Sarira” Ajak Publik Telusuri Spiritualitas dan Kearifan Lokal

Pameran “Hamemayu Hayuning Sarira” Ajak Publik Telusuri Spiritualitas dan Kearifan Lokal
SHARE

PRABANGKARANEWS – Yogyakarta, 2 Agustus 2025 — Masyarakat diajak untuk menelusuri kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur melalui Pameran Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono yang resmi dibuka hari ini di Gedung Saraswati, Museum Negeri Sonobudoyo, Yogyakarta. Pameran tunggal ini digelar oleh Yayasan Riyadhatul Ihsan bekerja sama dengan ISAQ Gallery dan Laboratorium Karakter Susilawati Susmono, serta didukung oleh Museum SHKSS.

Mengangkat tema “Hamemayu Hayuning Sarira”, pameran ini menampilkan puluhan karya lintas disiplin dari Hj. R.Ngt. Susilawati Susmono yang menggabungkan unsur spiritualitas, seni, dan ilmu pengetahuan. Karya yang ditampilkan mencakup lukisan, serat manuskrip, sastra kriya, musik, hingga karya ilmiah yang menggambarkan pencarian makna hidup secara holistik.

Baca Juga  Sore Hari Setelah Tiba di Yeongdeok, Tim U-23 Gelar Latihan

Acara pembukaan berlangsung pada Sabtu (2/8) pukul 10.00 WIB dan diresmikan oleh kurator pameran, Dr. Hajar Pamadhi, menjelaskan bahwa tema “Hamemayu Hayuning Sarira” merujuk pada upaya menyempurnakan dan memperindah jati diri sebagai dasar membangun masyarakat yang harmonis dan spiritual.

“Ini bukan sekadar pameran seni. Ini adalah ruang refleksi yang mengajak publik menyelami kembali ajaran tauhid dalam balutan kearifan lokal dan budaya Jawa,” ujar Hajar.

Selama pameran berlangsung hingga 17 Agustus 2025, akan digelar sejumlah acara pendukung, seperti talkshow bertema “Apakah Masih Halu?”, workshop apresiasi seni dan spiritualitas, hingga penampilan musik dari Band Barahmus Yogyakarta yang membawakan lagu-lagu kemerdekaan dan karya orisinal berjudul “Museum Cakrawala Dunia”.

Baca Juga  Penghentian Sementara Program Anastesi Undip di RSUP Kariadi Pasca Mahasiswi Bunuh Diri

Hajar Pamadhi dalam sambutannya menjelaskan pameran ini juga memperkenalkan konsep triangle of power, yaitu kerangka spiritual Susilawati yang menekankan hubungan manusia dengan Tuhan (Hablumminallah), alam semesta (Hablumminalalam), dan sesama manusia (Hablumminannas).

Susilawati dikenal sebagai sosok pemikir perempuan yang konsisten mengembangkan tauhid dalam pendekatan holistik. Ia menggabungkan tradisi sufistik dengan ilmu fisika modern seperti teori relativitas Einstein sebagai bentuk pencarian terhadap energi ilahiah dan keterhubungan semesta.

Melalui pameran ini, panitia berharap masyarakat dapat menghayati pentingnya pembentukan karakter diri yang bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa sebagai fondasi membangun kehidupan bermakna.

Pameran ini terbuka untuk umum dan menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, menghadirkan nuansa spiritual yang memperkaya khazanah seni dan kebudayaan nasional.

Baca Juga  RUU Sisdiknas; Dihapusnya Pasal Tunjangan Profesi Guru dan Dosen