Perjanjian Maritim Rp87 Triliun: Indonesia dan Inggris Bangun 1.000 Kapal dan Tingkatkan Kapabilitas Pertahanan
PRABANGKARANEWS – Britania Raya dan Indonesia telah menandatangani perjanjian kerja sama maritim bersejarah senilai £4 miliar (sekitar Rp87,39 triliun atau $5,24 miliar), yang diumumkan oleh Perdana Menteri Keir Starmer selama percakapan dengan Presiden Prabowo Subianto pada KTT G20.
Program Kemitraan Maritim, yang dipimpin oleh perusahaan pertahanan Inggris Babcock, akan mengembangkan kemampuan maritim untuk Angkatan Laut Indonesia serta membangun lebih dari 1.000 kapal untuk armada perikanan Indonesia guna meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung komunitas pesisir, dikuip dari Seasianews Selasa (25/11/25).
Menurut CEO Babcock, David Lockwood, kapal-kapal tersebut akan dibangun di Indonesia dengan menggunakan keahlian galangan kapal Inggris, dan akan membuka sekitar 1.000 lapangan pekerjaan di Inggris—terutama di galangan kapal Babcock di Rosyth, serta di Bristol dan galangan kapal Devonport di Plymouth.
Presiden Prabowo menekankan bahwa kemitraan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua negara, menciptakan peluang kerja berkualitas tinggi, meningkatkan kemampuan galangan kapal dan pertahanan Indonesia, serta memberdayakan para nelayan lokal dengan peluang ekonomi yang signifikan.
Perdana Menteri Starmer menyatakan bahwa kesepakatan ini memperkuat komitmen bersama kedua negara terhadap stabilitas Indo–Pasifik, keamanan global, dan penegakan kebebasan navigasi, sekaligus mendorong alih teknologi dan penelitian bersama dalam praktik pembangunan kapal generasi berikutnya, termasuk otomatisasi dan kecerdasan buatan.
