Abdimas STKIP PGRI Pacitan Dorong Komunikasi Sosial Remaja Desa Sedeng melalui Seni Karawitan
PRABANGKARANEWS, PACITAN – STKIP PGRI Pacitan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dengan tema Sosialisasi dan Pendampingan Seni Karawitan sebagai Sarana Komunikasi Sosial Remaja di Dusun Kembang Lor, Desa Sedeng. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu, dimulai pada 28 November 2025 dan ditutup dengan pementasan seni pada Sabtu malam (13/12/2025).
Kegiatan Abdimas tersebut melibatkan para remaja Dusun Kembang Lor sebagai peserta utama. Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh pelatih karawitan serta sesepuh seni setempat. Warga sekitar turut berperan sebagai pendukung kegiatan sekaligus penonton pada pementasan penutup.
Pendampingan dilakukan melalui latihan karawitan secara rutin di sanggar. Melalui proses tersebut, para remaja tidak hanya belajar memainkan alat musik gamelan, tetapi juga dilatih untuk bekerja sama, saling berkomunikasi, serta membangun interaksi sosial dalam kelompok.
Ketua tim Abdimas STKIP PGRI Pacitan, Nuryatin, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya menumbuhkan minat remaja terhadap seni karawitan, tetapi juga menjadikan seni sebagai media komunikasi sosial.
“Seni karawitan menjadi media komunikasi sosial yang efektif karena di dalamnya remaja belajar saling mendengar, bekerja sama, serta membangun interaksi sosial yang positif.”
Salah satu peserta remaja Yudha, juga mengungkapkan manfaat yang dirasakan selama mengikuti pendampingan.
” Lewat latihan karawitan, kami menjadi lebih kompak, bisa saling berkomunikasi, dan belajar menghargai satu sama lain,” ujarnya.
Sebagai bentuk pemancaran hasil kegiatan, Abdimas ini ditutup dengan pementasan seni karawitan yang ditampilkan oleh para remaja peserta. Pementasan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga Dusun Kembang Lor yang hadir menyaksikan secara langsung.
Melalui kegiatan Abdimas ini, STKIP PGRI Pacitan berharap seni karawitan dapat menjadi media komunikasi sosial yang efektif bagi remaja, sekaligus memperkuat interaksi sosial dan upaya pelestarian budaya lokal di Desa Sedeng.
Penulis: Yulia Vinata – PBSI STKIP PGRI Pacitan
