LPPM STKIP PGRI Pacitan Gelar Coaching Clinic Proposal BIMA, Dosen Dibedah Satu per Satu oleh Prof. Boge
PRABANGKARANEWS, Pacitan — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP PGRI Pacitan menyelenggarakan kegiatan coaching clinic proposal penelitian dan pengabdian sebagai persiapan pengajuan hibah melalui laman https://bima.kemdiktisaintek.go.id/. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (26/12/2025), mulai pukul 08.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting, dan diikuti oleh dosen STKIP PGRI Pacitan lintas program studi.
Kegiatan menghadirkan narasumber Ketua LPPM Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Prof. Dr. Boge Triatmanto, S.E., M.M., yang dikenal berpengalaman sebagai reviewer nasional hibah penelitian. Dalam sesi klinik, Prof. Boge secara intensif membedah proposal dosen satu per satu, memberikan catatan langsung pada aspek krusial yang sering menjadi penentu lolos tidaknya proposal pada tahap administrasi maupun substansi.
Dalam paparannya, Prof. Boge menekankan pentingnya kualitas ringkasan dan pendahuluan proposal, terutama pada unsur latar belakang, rumusan masalah, pendekatan pemecahan masalah, state of the art, kebaruan (novelty) penelitian, serta kejelasan road map penelitian lima tahun. Menurutnya, bagian pendahuluan menjadi “etalase awal” yang menentukan kesan reviewer terhadap keseluruhan proposal.
Selain itu, Prof. Boge juga menyoroti aspek daftar pustaka, yang wajib mencantumkan minimal lima karya peneliti pengusul yang relevan dan telah dipublikasikan sesuai dengan topik penelitian yang diajukan. Ia mengingatkan bahwa konsistensi rekam jejak keilmuan peneliti merupakan indikator penting dalam penilaian proposal. Tak kalah penting, metode penelitian harus disusun patuh pada panduan resmi BIMA, baik dari sisi pendekatan, tahapan, maupun kesesuaian dengan skema hibah.
“Jumlah proposal yang masuk ke BIMA itu ribuan. Yang lolos administrasi biasanya hanya sekitar 25 persen. Maka ketelitian, kepatuhan pada panduan, dan kekuatan substansi adalah kunci,” tegas Prof. Boge, seraya mendorong dosen agar tidak sekadar mengejar kelengkapan, tetapi juga ketajaman ilmiah.
Kegiatan ini dipandu oleh Sekretaris LPPM STKIP PGRI Pacitan, Welly Novitasari, S.Pd.M.Pd., yang sejak awal memberikan motivasi dan semangat kepada para dosen agar berani bersaing di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa coaching clinic ini merupakan bentuk komitmen LPPM dalam mendampingi dosen secara serius agar proposal yang diajukan memiliki peluang lebih besar untuk tembus BIMA.
Melalui kegiatan ini, LPPM STKIP PGRI Pacitan berharap kapasitas dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian semakin meningkat, tidak hanya dari sisi teknis penulisan, tetapi juga dalam membangun argumentasi ilmiah, kebaruan riset, serta kesinambungan peta jalan penelitian yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
