Sinyal Kuat dari Jerman, Kevin Diks Buka Peluang Kembali ke Serie A
PRABANGKARANEWS – Isyarat tegas datang dari bek andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks. Pemain yang saat ini memperkuat Borussia Mönchengladbach tersebut secara terbuka mengungkap keinginannya untuk kembali merumput di Serie A Italia. Pernyataan itu disampaikan Diks dalam wawancara eksklusif bersama pakar transfer ternama Italia, Gianluca Di Marzio.
Dalam perbincangan tersebut, Kevin Diks tak menutupi kerinduannya pada atmosfer sepak bola Italia. Ia menyebut masih memiliki “urusan yang belum selesai” dengan Serie A, khususnya bersama mantan klubnya, Fiorentina. Ungkapan ini menandakan ambisi besar Diks untuk kembali dan menuntaskan perjalanan kariernya yang sempat terhenti di Negeri Pizza.
Pada 6 Juli 2016, Diks bergabung dengan klub Seri A, Fiorentina dengan kontrak lima tahun setelah tampil mengesankan di Vitesse. Ia kemudian meminta nomor punggung 34 sebagai penghormatan kepada Abdelhak Nouri, yang pingsan dan mengalami kerusakan otak, mengakhiri kariernya.

Diks mengenang masa-masa awalnya bersama La Viola sebagai periode penting dalam pembentukan karier profesionalnya. Meski kala itu ia minim menit bermain, pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam. Ia juga menyinggung kedekatan emosionalnya dengan almarhum Davide Astori, mantan kapten Fiorentina, yang berperan besar membantunya beradaptasi dengan kultur sepak bola Italia.
Kenangan manis sekaligus pahit itulah yang kini menjadi bahan bakar motivasi Kevin Diks untuk kembali ke Serie A, bukan sekadar bernostalgia, melainkan untuk membuktikan kualitasnya sebagai bek kelas Eropa.
Bagi publik sepak bola Indonesia, sinyal ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Jika kepindahan tersebut benar-benar terwujud, Serie A berpotensi menyajikan “duel saudara” antara Kevin Diks dan Jay Idzes, bek Timnas Indonesia yang kini tampil impresif bersama Sassuolo, dilansir dari @spacetimnas Senin (29/12/25).
Kehadiran dua bek Indonesia di salah satu liga dengan sistem pertahanan paling ketat di Eropa akan menjadi bukti nyata bahwa pemain belakang Garuda mampu bersaing dan diakui di level tertinggi sepak bola dunia.
