Lima Kecamatan di Situbondo Dilanda Banjir Bandang, 6.328 Rumah Terdampak
PRABANGKARANEWS – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat sebanyak 6.328 rumah warga terdampak banjir bandang akibat luapan sungai yang terjadi pada Rabu (21/1). Ribuan rumah tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Kendit, Bungatan, Mlandingan, Besuki, dan Banyuglugur.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menyampaikan bahwa banjir bandang paling parah terjadi di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur. Ia menyebut kerusakan rumah warga di dua desa tersebut tergolong sangat berat berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan, dilansir dari Antaranews.com.
Selain Banyuglugur, jumlah rumah terdampak juga cukup besar di Kecamatan Besuki, khususnya di Desa Pesisir, Desa Besuki, dan Desa Kalimas. Di wilayah ini, ketinggian air yang menggenangi permukiman warga dilaporkan mencapai sekitar satu meter.
Pasca-bencana, Pemerintah Kabupaten Situbondo bergerak cepat dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas PUPP bersama BPBD Situbondo melakukan mitigasi untuk mengidentifikasi penyebab banjir bandang, sementara Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat fokus pada penanganan kesehatan warga terdampak.
Berdasarkan data BPBD Situbondo, jumlah rumah terdampak paling banyak berada di Kecamatan Besuki dengan total 5.425 unit, meliputi Desa Pesisir sebanyak 2.882 rumah, Desa Kalimas 193 rumah, Desa Demung 44 rumah, dan Desa Besuki 2.306 rumah.
Sementara itu, di Kecamatan Banyuglugur tercatat 467 rumah terdampak, terdiri dari 27 rumah di Desa Kalianget dan 440 rumah di Desa Lubawang. Selanjutnya, 113 rumah terdampak di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, 169 rumah di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, serta 154 rumah di Desa Kendit.
