22 Tahun Mengabdi, TAGANA Pacitan Perkuat Sinergi untuk Ketangguhan Negeri
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Dalam semangat peringatan “22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri”, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Pacitan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang dimulai pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan diawali dengan aksi bersih lingkungan yang melibatkan seluruh anggota TAGANA. Mereka bersama-sama membersihkan area Kantor Dinas Sosial dan posko TAGANA sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi donor darah yang dilaksanakan di Dinas Sosial Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini menjadi simbol nyata kepedulian kemanusiaan, di mana setetes darah diharapkan mampu memberikan harapan bagi sesama yang membutuhkan.
Memasuki hari kedua, Sabtu pagi, kegiatan diawali dengan Apel Siap Siaga yang dihadiri oleh unsur BPBD Kabupaten Pacitan serta berbagai pihak terkait. Apel ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serta memastikan kehadiran relawan di tengah masyarakat saat dibutuhkan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan program Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang dilaksanakan di SRMA 46 Pacitan. Melalui program ini, para siswa mendapatkan edukasi mengenai peran dan fungsi TAGANA, pengenalan shelter, serta pengelolaan dapur umum dalam situasi darurat. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai ketangguhan sejak dini kepada generasi muda.
Sebagai penutup, kegiatan tasyakuran digelar sebagai bentuk refleksi sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang 22 tahun pengabdian TAGANA. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada relawan TAGANA di 12 kecamatan. Bantuan ini selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat sebagai bagian dari kegiatan bakti sosial di masing-masing wilayah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, menyampaikan harapannya agar seluruh relawan TAGANA senantiasa menjaga semangat kemanusiaan, meningkatkan kapasitas diri, serta memperkuat solidaritas dan kekompakan. Ia juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam merespons setiap situasi kebencanaan secara cepat, tepat, dan tangguh.
Dari Pacitan, nilai ketangguhan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menghadapi bencana, tetapi juga sebagai hasil dari kebersamaan, kepedulian, dan sinergi yang terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.
