Amat Taufan: Perpustakaan Harus Bertransformasi Jadi Pusat Literasi Inklusi Sosial

Amat Taufan: Perpustakaan Harus Bertransformasi Jadi Pusat Literasi Inklusi Sosial
Amat Taufan: Perpustakaan Harus Bertransformasi Jadi Pusat Literasi Inklusi Sosial
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan terus memperkuat perannya sebagai pusat aktivitas masyarakat berbasis literasi dan kebudayaan. Melalui pemanfaatan halaman perpustakaan sebagai ruang publik terbuka, berbagai kegiatan edukasi, seni, budaya, hingga promosi produk UMKM diharapkan dapat berkembang dan menjadi wadah ekspresi bagi anak-anak bangsa di era digitalisasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, pada Kamis (2/4/2026), menjelaskan bahwa gerakan literasi di masyarakat Pacitan tidak lagi terbatas pada aktivitas membaca buku semata. Menurutnya, literasi harus mengalami transformasi menuju konsep berbasis inklusi sosial yang mampu menjangkau masyarakat tanpa batas ruang, waktu, maupun tempat.

“Fungsi gerakan literasi di masyarakat Pacitan sudah tidak hanya berkutat pada dunia buku saja. Literasi harus bertransformasi menjadi gerakan berbasis inklusi sosial yang terbuka, sehingga seluruh aktivitas literasi masyarakat dapat saling terkoneksi dan bergerak dalam satu irama menuju masyarakat Pacitan yang semakin sejahtera dan bahagia,” jelas Amat Taufan.

Baca Juga  SMSI Meminta Presiden, MPR/DPR Mengeluarkan Perpu Penambahan Wakil Presiden 

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa halaman Perpustakaan Kabupaten Pacitan memiliki potensi besar sebagai ruang pertunjukan terbuka yang strategis. Tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni budaya, pameran karya kreatif, festival literasi, hingga bazar UMKM yang melibatkan masyarakat luas.

Dengan menghadirkan ruang pertunjukan yang terbuka dan inklusif, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif masyarakat. Kehadiran kegiatan pameran dan festival diyakini tidak hanya menghidupkan ekosistem seni dan budaya lokal, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di Pacitan.

Amat Taufan berharap berbagai upaya yang dilakukan bersama seluruh elemen masyarakat tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi pembangunan daerah.

Baca Juga  AHY Prioritaskan Rekonsiliasi Nasional Pasca-Pemilu 2024 Daripada Wacana Penggunaan Hak Angket

“Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan dalam menggerakkan literasi, seni, budaya, dan ekonomi masyarakat Pacitan ini mendapatkan ridho dan kridho Allah SWT,” pungkasnya.