Kuliah Lapangan Filologi UNS: Mahasiswa Pelajari Konservasi Arsip di Monumen Pers Nasional
PRABANGKARANEWS.COM, Surakarta – Prinsip “teori tanpa praktik ibarat peta tanpa perjalanan” menjadi pengalaman nyata bagi mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2023 Universitas Sebelas Maret (UNS) saat melakukan kuliah lapangan di Monumen Pers Nasional, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini tidak hanya relevan dengan kajian filologi terhadap naskah kuno, tetapi juga membuka wawasan mahasiswa mengenai konservasi dan preservasi arsip pers berupa koran dan majalah lama. Di lantai 3 Monumen Pers Nasional, mahasiswa melihat langsung berbagai tahapan perawatan arsip yang dilakukan secara profesional.
Dosen pendamping, Asep Yudha Wirajaya, menjelaskan bahwa teknik konservasi arsip pers pada dasarnya memiliki prinsip yang sama dengan konservasi naskah kuno.
Proses Konservasi Arsip
Beberapa tahapan konservasi yang diperkenalkan antara lain mending, enkapsulasi, dan pembekuan.
Proses pembekuan dilakukan untuk mematikan serangga perusak dengan cara menyimpan arsip dalam plastik vakum, lalu dibekukan pada suhu -18°C selama dua minggu.
Sementara itu, mending dilakukan untuk memperbaiki kerusakan fisik arsip menggunakan tisu Jepang dan lem CMC berbasis akuades, sebelum dikeringkan secara alami di ruang khusus.
Tahap enkapsulasi dilakukan dengan melapisi arsip menggunakan plastik mylar bebas asam yang direkatkan secara presisi agar arsip tetap terlindungi tanpa merusak struktur kertas.
Preservasi dan Digitalisasi
Selain konservasi fisik, Monumen Pers Nasional juga melakukan digitalisasi arsip sebagai bentuk preservasi jangka panjang. Dalam satu hari, tim dapat mendigitalisasikan sekitar 500 halaman koran, dengan prioritas pada arsip yang sudah rapuh.
Petugas Monpres, Surya, menjelaskan bahwa hasil digitalisasi dapat diakses publik melalui komputer layanan dan laman resmi https://mpn.komdigi.go.id/ secara gratis.
Selain itu, mahasiswa juga diajak menonton sejarah pers di ruang audio visual, melihat koleksi arsip, serta mengunjungi perpustakaan di lantai 2.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang utuh, karena mahasiswa tidak hanya memahami konsep konservasi dan preservasi secara teoritis, tetapi juga menyaksikan langsung penerapannya dalam pelestarian arsip sejarah pers.
Penulis: Lutfia Hardiantari
Dokumentasi: Rezty Putri Ariana Gunarso dan Tiara Putri Maharani
