Gubernur Khofifah Raih Dwija Praja Nugraha, Penghargaan Tertinggi PB PGRI
PRABANGKARANEWS.COM, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Dwija Praja Nugraha, penghargaan tertinggi yang diberikan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) kepada kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen, kepedulian, dan dedikasi tinggi terhadap kemajuan pendidikan, dilansir dari media sosial Khofifah_ip Senin (10/8/26).
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi PB PGRI kepada kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun wali kota, yang dinilai konsisten mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sumber daya manusia (SDM), sekaligus memperhatikan kesejahteraan guru.
Khofifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada PB PGRI atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, Dwija Praja Nugraha bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi pelecut semangat bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pengurus Besar PGRI atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini adalah apresiasi sekaligus pelecut semangat dan komitmen Pemprov Jatim untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut tidak dapat dilepaskan dari berbagai capaian dan kerja bersama seluruh elemen pendidikan di Jawa Timur. Mulai dari peserta didik, orang tua atau wali murid, guru, kepala sekolah, hingga jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
“Penghargaan ini merupakan akumulasi dari prestasi sektor pendidikan di Jawa Timur. Mulai murid, wali murid, guru, kepala sekolah, sampai institusi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” katanya.
Khofifah menilai pendidikan yang layak dan berkualitas merupakan modal utama dalam mencetak generasi yang unggul. Pendidikan juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
Menurutnya, pembangunan manusia tidak dapat dipisahkan dari keberadaan sistem pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Pendidikan adalah kunci untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dan generasi emas, meningkatkan taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan. Semua berawal dari pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI Prof. Unifah Rosyidi mengatakan, Gubernur Khofifah telah memenuhi berbagai kriteria ketat untuk memperoleh Dwija Praja Nugraha. Menurutnya, berbagai keberhasilan sektor pendidikan di Jawa Timur menjadi salah satu indikator konkret atas komitmen dan upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan.
Prof. Unifah menjelaskan bahwa Dwija Praja Nugraha merupakan penghargaan tertinggi PB PGRI yang diberikan kepada kepala daerah. Karena memiliki kriteria yang berat, penghargaan untuk tingkat gubernur diberikan secara sangat selektif.
“Dwija Praja Nugraha itu adalah penghargaan tertinggi kami kepada Gubernur, Bupati, Walikota. Dan dalam hal ini gubernur biasanya itu sangat-sangat sedikit karena kriterianya yang sangat berat,” kata Prof. Unifah.
Penganugerahan Dwija Praja Nugraha kepada Gubernur Khofifah sekaligus menjadi pengakuan atas sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen Pemprov Jatim bersama insan pendidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas SDM, serta memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun Jawa Timur yang lebih maju, berdaya saing, dan mampu menyiapkan generasi emas Indonesia.
