Sengsara Membawa Nikmat Karya Sastra Balai Pustaka
Prabangkaranews.com – Novel yang berjudul “Sengsara Membawa Nikmat” karya Tulis Sutan Sati termasuk dalam karya sastra periode Balai Pustaka. Karya sastra pada periode ini ditandai dengan adanya karakteristik, seperti:Menggambarkan tema pertentangan paham antara kaum tua dan kaum muda
- Menggunakan bahasa Indonesia yang masih terpengaruh bahasa Melayu
- Permasalahan adat terutama masalah adat kawin paksa
- Cerita bercorak romantisme
Kisah dalam novel “Sengsara Membawa Nikmat” ini bertemakan tentang kesabaran seseorang dalam menerima penderitaan. Dalam novel ini menceritakan seorang laki-laki yang bernama Midun. Ia adalah seorang pemuda biasa yang berbudi pekerti luhur di salah satu desa yang terletak di Minangkabau.
Sayangnya, tidak semua orang menyukai apa yang ia perbuat. Salah satu orang yang sangat membenci Midun adalah Kacak. Kacak selalu iri dengan Midun, karena orang-orang lebih menyukai Midun daripada dirinya. Hal itulah yang menjadi pangkal dari permusuhann diantara mereka. Midun yang bertingkah laku baik selalu saja mendapatkan cobaan dan fitnah.
Ia juga menjalani hukuman akibat dari fitnah tersebut. Setelah menjalani hukuman, ia memutuskan untuk merantau ke Batavia. Tak mudah menjalani hidup sebagai seorang perantau.

Fitnah dan hukuman ia dapatkan kembali. Namun, hidup tak selamanya sengsara. Midun ditolong oleh seseorang, karena Midun telah menolong orang tersebut. Momen ini merupakan titik balik Midun dan pada akhirnya ia bisa menggapai kesuksesan.
Amanat yang terkandung dalam novel “Sengsara Membawa Nikmat” ini adalah:
- Selalu bersikap sabar, karena kesabaran akan membuahkan hasil yang besar.
- Jangan pernah merasa sombong ataupun merasa lebih hebat.
- Harus bersikap baik terhadap sesama manusia dan saling tolong menolong.
- Jangan pernah menuruti kemarahan.
Penulis: Anggi Eria Rahayu
Publisher: Prabangkaranews Media Group
