14 Mahasiswa Amerika Berkunjung Sekaligus Tertarik Belajar Adat Kampar “Sekapur Sirih dan Setepak Pinang”

14 Mahasiswa Amerika Berkunjung Sekaligus Tertarik  Belajar Adat Kampar “Sekapur Sirih dan Setepak Pinang”
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || KAMPAR – Sebanyak 14 orang rombongan mahasiswa dari Amerika Serikat datang ke Kabupaten Kampar ingin belajar adat Kampar.

Mereka diperkenalkan dengan adat Kampar diantaranya sekapur sirih dan setepak pinang, basiacuong dan makan badulang berkaki tiga.

“Ini merupakan salah satu bagian adat yang di pegang erat oleh masyarakat Kabupaten Kampar. Ini menandakan kita semua sama tidak ada memandang suku, ras atau agama, semua kita sama, mereka saudara kita, dalam bahasa adat sirih balik ke gagang, Pinang balik ke tampuk,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri mewskiki Bupati Kampar saat menyambut kedatangan mahasiswa dari Amerika Serikat yang diadakan di Balai Adat Kampar di Bangkinang Kota, Rabu (15/6/2022).

Para mahasiswa yang datang berasal dari American Universitas Amerika yakni University of North Carolina at Chapel Hill and North Carolina State University dengan thema to visit us in Bangkinang, Kampar Regency to make freinds and learn our culture.

Baca Juga  Ketum PPWI: Masyarakat Harus Bijak Sikapi Opini Menyesatkan Melalui Video Editan

14 mahasiswa dan pendamping yakni Philippe Gerray, Caleb Yuen, Christian Black, Allison Bradshaw, Katie Parker, Aidan Fleming, Caroline Dutton, Kate Meares, McKenna Lacap, Mikala Croom, Shane Hussey, Matthew, Shane Adam Hussey dan Amy Johannah Hussey.

“Kami mengucapkan selamat datang di Kota Bangkinang Kabupaten Kampar, semoga para mahasiswa dapat melihat secara langsung adat istiadat yang ada di Kabupaten Kampar, semoga selama di Kampar nyaman dan berkesan, inilah Kabupaten Kampar negeri yang agamis, beradat dan berbudaya,” kata Yusri.

Hari ini baru Amerika yang datang, nanti lagi Belanda mungkin atau Jepang yang ingin ke negeri kita ini ibaratnya sirih yang dimakan di tepak tadi, sirih itu kembali ke gagangnya kembali ke Kampar juga.

“Ternyata dari luar negeri kembali di sini, kemudian ada pinang, itu semua memberi makna bahwa kami welcome kepada seluruh tamu dan kami anggap saudara kami yang datang maka kami suguhkan tadi ada pinang ada sirih, apalagi di dalamnya tadi ada juga gambir, maka tidak ada perbedaan bahwa kita ini Indonesia, Amerika, Belanda, dan Jepang adalah hidup di bawah naungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” terangnya.

Baca Juga  PWI Kampar Berduka Cita atas Meninggalnya Bapak Afrizal

Dikatakannya, ini awal kebangkitan kunjungan wisatawan ke Kampar, dan tonggak sejarah bagi adat Kampar, mereka belajar adat istiadat Kampar,

“Terima kasih pak Kajari yang telah memediasi, semoga yang lain juga dapat mempelopori kunjungan wisata ke Kampar,” kata dia.

Sementara itu Kejari Kampar Arief Budiman dalam sambutannya menyampaikan telah memediasi atas kunjungan dari mahasiswa dari Amerika.

“Mereka ini bertujuan untuk melakukan Study Adat dan budaya, kita harapkan akan ada kunjungan dari universitas atau organisasi, komunitas,” ujarnya.

Pelajar yang datang ke Kabupaten Kampar, mereka mempelajari adat Kampar. Semua adat sama tapi lain daerah lain adat, Lain lalang lain belalang, lain Lubuk lain ikan, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata pendidikan maupun kunjungan wisata budaya, kuliner maupun wisata alam ke Kabupaten Kampar.

Baca Juga  Tutup Latgulbencal, Danrem 081/DSJ : Latihan ini Melatihkan Kesiapan Kita

Dapat melihat destinasi yang ada di Kampar, harapan ini dapat kita tarik sekali setahun melakukan kunjungan ke Kampar.

“Mari kita tanamkan untuk dapat berbuat bagi negeri, walau dari manapun profesi, ini semua untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Arif Budiman.

Sementara itu pimpinan rombongan Mahasiswa Amerika Shane Hussey saat di wawancara mengatakan bahwa ucapan tak terhingga kepada Pemerintah Kampar, Kajari Kampar yang telah memfisilitasi kunjungan ini, tujuan untuk mempelajari kebudayaan Kampar.

Dengan sirih yang di persembahkan kami sudah dianggap saudara, kami akan belajar banyak hal tentang budaya Kampar, mengenali kuliner Kampar dan kultur masyarakat.

“Masyarakat Kampar sangat baik, kami kenang dan sebarkan kebaikan Kampar ini di Amerika Serikat,” ujar Shane Hussey yang fasih berbahasa Indonesia dan telah tinggal di Indonesia lebih kurang 20 tahun ini. (Nty/jnn)