China Resmi Jadi Raja Ekspor Mobil Dunia, Didukung Ledakan Kendaraan Listrik

China Resmi Jadi Raja Ekspor Mobil Dunia, Didukung Ledakan Kendaraan Listrik
China Resmi Jadi Raja Ekspor Mobil Dunia, Didukung Ledakan Kendaraan Listrik
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM – China kini telah menjadi eksportir mobil terbesar di dunia, melampaui Jepang dan Jerman dengan selisih yang cukup jauh. Data dari McKinsey menunjukkan betapa dramatisnya peningkatan tersebut: dari hanya sekitar 700.000 kendaraan yang diekspor pada tahun 2019, China berhasil meningkatkan ekspornya hingga mencapai 5,5 juta unit pada tahun 2024. Dalam periode yang sama, Jepang yang sebelumnya menjadi pemimpin global dengan 4,8 juta unit ekspor justru mengalami penurunan menjadi 4,2 juta unit.

Salah satu faktor terbesar yang mendorong lonjakan ini adalah pesatnya perkembangan kendaraan listrik. Pada tahun 2024, kendaraan listrik menyumbang sekitar 40 persen dari total ekspor mobil penumpang China. Pada saat yang sama, BYD berhasil melampaui Tesla dan menjadi produsen kendaraan listrik terbesar di dunia. BYD menjual hampir 4,3 juta kendaraan listrik pada tahun tersebut, jauh di atas Tesla yang mencatat penjualan sekitar 1,8 juta unit, dikutip dari @Seasianews Kamis (9/4/26).

Baca Juga  Lukas Enembe Ditangkap, Polri Minta Masyarakat Jaga Papua Tetap Kondusif

Pada paruh pertama tahun 2025, Chery memimpin ekspor mobil China dengan hampir 545.000 unit kendaraan yang dikirim ke luar negeri. BYD menyusul di posisi kedua dengan 443.000 unit, yang menunjukkan peningkatan sebesar 118 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, SAIC yang sebagian besar didukung oleh merek MG berada di posisi ketiga dengan hampir 243.000 unit ekspor. Proyeksi pada Juli 2025 menunjukkan bahwa total ekspor kendaraan China berpotensi melampaui 7 juta unit pada akhir tahun jika tren pertumbuhan ini terus berlanjut.

Kendaraan listrik dan hybrid asal China semakin diminati karena harganya umumnya 15 hingga 30 persen lebih murah dibandingkan model Eropa yang sekelas, namun tetap menawarkan fitur bawaan yang lebih lengkap. Hal ini membantu merek-merek seperti BYD, SAIC, Chery, dan Geely berkembang pesat di pasar internasional. Bahkan BYD kini telah menjadi penjual kendaraan listrik terbesar kedua di Eropa setelah Tesla.

Baca Juga  Timnas U-22 Berhasil Libas Myanmar 5-0

Di sisi lain, kawasan Timur Tengah juga semakin menjadi pasar penting bagi mobil buatan China, khususnya di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Eropa juga tetap menjadi target utama meskipun Uni Eropa menerapkan tarif yang lebih ketat. Untuk tetap kompetitif, produsen mobil China kini semakin mengandalkan kendaraan plug-in hybrid dan hybrid konvensional.