Rekrutmen Nasional Dibuka, 35 Ribu Lebih Posisi untuk Kelola Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan

Rekrutmen Nasional Dibuka, 35 Ribu Lebih Posisi untuk Kelola Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM – Pemerintah resmi membuka rekrutmen nasional melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk menjaring 35.476 tenaga profesional yang akan mengelola Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi berbasis desa dan kawasan pesisir.

Para peserta yang dinyatakan lolos seleksi nantinya akan diangkat sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun. Skema tersebut dirancang untuk mendukung operasional program secara optimal.

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa rekrutmen ini bertujuan mencari sumber daya manusia yang kompeten dan siap mengelola koperasi serta kampung nelayan secara profesional.

Baca Juga  Situs covid19.go.id Resmi Diluncurkan Oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Ia menjelaskan, dari total kebutuhan tersebut, sebanyak 30.000 posisi dialokasikan untuk manajer koperasi KDKMP di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Sementara itu, 5.476 posisi lainnya diperuntukkan bagi pegawai KNMP yang akan berada di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Proses seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan. Pendaftaran telah dibuka mulai 15 April hingga 24 April 2026 melalui situs resmi phtc.panselnas.go.id.. Program ini terbuka bagi lulusan D3, D4, dan S1 dari semua jurusan, dengan syarat minimal IPK 2,75 serta usia maksimal 35 tahun.

Pemerintah juga menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apa pun. Calon pelamar diimbau untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan proses rekrutmen.

Baca Juga  Fadli Zon: Prabowo Subianto Tunjukkan Keberpihakan Nyata pada Petani

Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menghadirkan SDM unggul yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan pesisir, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.