Mata Kuliah Bahasa Indonesia, Agoes Hendriyanto

Mata Kuliah Bahasa Indonesia, Agoes Hendriyanto
SHARE

Mata Kuliah Dasar UMUM (MKDU)

Bahasa Indonesia

Pendidikan Teknologi Informatika

Semester  1 Tahun Ajaran 2025-2026

Dr. Agoes Hendriyanto, S.P., M.Pd.

Senin

A, 10.30-12.00 Ruang 38

B, 12.30 – 14.00, Ruang 21

Deskripsi Mata Kuliah

Bahasa Indonesia bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Pengetahuan yang akan diperoleh mahasiswa meliputi hakikat bahasa, sejarah perkembangan bahasa Indonesia, kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, serta pemahaman terhadap kaidah kebahasaan bahasa Indonesia khusus dalam keperluan studi. Sedangkan kemampuan berbahasa yang akan dimiliki meliputi kemampuan berbahasa yang bersifat reseptif dan produktif, yaitu kemampuan membaca, berbicara, dan menulis. Mahasiswa akan memperoleh kompetensi tersebut dengan belajar secara mandiri melalui bahan ajar cetak atau bahan ajar interaktif.

Kompetensi Umum
Setelah mengikuti perkuliahan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan hakikat bahasa, menjelaskan sifat-sifat bahasa, sejarah perkembangan bahasa Indonesia, kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, serta dapat menggunakan kaidah kebahasaan bahasa Indonesia untuk kegiatan berbahasa Indonesia yang meliputi keterampilan reseptif (membaca) dan keterampilan produktif (berbicara dan menulis).

Materi Bahasa Indonesia Lengkap

Hakikat, Sifat-sifat,  dan Fungsi Bahasa Indonesia Pertemuan (2-4)

Pendahuluan

Bab 2  Memberikan pemahaman tentang sejarah dan manfaat bahasa Indonesia.

  • Bahasa Indonesia penting untuk persatuan dan kesatuan bangsa.

  • Kompetensi yang diharapkan dari pembelajaran modul:

    1. Menjelaskan hakikat bahasa.

    2. Menyebutkan sifat bahasa.

    3. Menyebutkan fungsi bahasa.

    4. Menyebutkan ciri-ciri bahasa.

    5. Menjelaskan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.

  • Intinya, setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami hakikat bahasa, sifat, fungsi, ciri, serta kedudukan bahasa Indonesia.

Hakikat Bahasa

  • Hakikat bahasa:

    • Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia, salah satunya karena dianugerahi akal budi dan bahasa.

    • Bahasa membedakan manusia dengan makhluk lain.

    • Bahasa adalah alat komunikasi utama manusia, lahir dari pikiran, perasaan, dan budaya.

  • Bahasa sebagai sistem bunyi:

    • Bahasa merupakan sistem tanda berupa bunyi yang diucapkan.

    • Bunyi-bunyi bahasa bisa berbeda antar masyarakat, tetapi memiliki kesepakatan dalam penggunaannya.

  • Ciri Bahasa

Berdasarkan video dan uraian:

  1. Bahasa pada hakikatnya adalah bunyi ujaran (lisan).

  2. Bahasa bersifat arbitrer (tidak ada hubungan wajib antara lambang dan makna).

  3. Bahasa adalah sistem (tersusun rapi, berpola).

  4. Bahasa bersifat konvensional (berdasarkan kesepakatan).

Bahasa itu Bermakna

  • Bahasa bukan sekadar kumpulan bunyi, tetapi mengandung makna.

  • Contoh: Kata “ibu” disepakati untuk menunjuk sosok perempuan yang melahirkan anak.

  • Makna muncul dari kesepakatan masyarakat pengguna bahasa.

📌 Jadi, secara ringkas materi ini membahas pengertian bahasa sebagai anugerah Tuhan, ciri dan hakikat bahasa, sifat bahasa sebagai sistem, serta fungsi bahasa sebagai alat komunikasi manusia.

Sifat-sifat bahasa beserta contoh nyata agar lebih mudah dipahami

1. Bahasa itu Indah

Bahasa dapat memikat hati karena keindahan bunyi, irama, dan susunan kata.

  • Contoh nyata: Pantun “Buah cempedak di luar pagar, ambil galah tolong jolokkan. Saya budak baru belajar, kalau salah tolong tunjukkan.”
    Pantun ini tidak hanya menyampaikan pesan tentang kerendahan hati, tetapi juga indah didengar karena rima yang teratur.

2. Bahasa itu Manusiawi

Bahasa adalah ciri khas manusia yang membedakannya dari makhluk lain. Hewan bisa berkomunikasi dengan isyarat atau suara, tetapi tidak membentuk bahasa yang kompleks.

  • Contoh nyata: Seorang anak kecil bisa menangis untuk menunjukkan lapar, tetapi setelah belajar bahasa ia bisa mengatakan “Bu, aku lapar”. Hal ini menunjukkan bahasa hanya milik manusia.

3. Bahasa itu Produktif

Bahasa bisa melahirkan kata-kata baru sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan.

  • Contoh nyata: Kata “unggah” yang dulu hanya berarti menaikkan barang, sekarang dipakai di dunia digital untuk mengunggah foto atau video di media sosial.

4. Bahasa itu Variatif

Bahasa berubah-ubah sesuai tempat, penutur, dan situasi.

  • Contoh nyata:

    • Di sekolah: guru berkata, “Silakan kerjakan tugas di halaman 25.”

    • Di rumah: seorang ibu bisa berkata, “Ayo cepat kerjakan PR-mu.”
      Meskipun maksudnya sama (menyuruh belajar), bentuk bahasanya berbeda sesuai situasi.

5. Bahasa itu Konvensional

Kata-kata memiliki arti karena disepakati bersama oleh masyarakat.

  • Contoh nyata: Kata “kursi” di Indonesia merujuk pada tempat duduk, sedangkan di Malaysia digunakan kata “kerusi”. Perbedaan itu tetap dipahami oleh penuturnya karena ada kesepakatan dalam komunitas bahasa masing-masing.

6. Bahasa itu Arbitrer

Tidak ada hubungan alami antara bunyi kata dengan makna yang diwakilinya, melainkan murni kesepakatan.

  • Contoh nyata: Kata “anjing” dalam bahasa Indonesia, “dog” dalam bahasa Inggris, dan “inu” dalam bahasa Jepang. Semua kata itu menunjuk hewan yang sama, tetapi bunyinya berbeda karena tiap bahasa memiliki kesepakatan sendiri.

Fungsi Bahasa 

Bahasa memiliki berbagai fungsi yang digunakan dalam kehidupan manusia. Para ahli bahasa memberikan pendapat yang berbeda-beda mengenai fungsi ini. Berikut adalah beberapa fungsi bahasa menurut berbagai ahli:

1. Aristoteles (dalam Soeparno, 2004: 58)

Bahasa adalah alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan manusia.

2. Karl Raimund Popper

Ia menyebutkan 4 fungsi bahasa:

  • Fungsi ekspresif: mengungkapkan perasaan.

  • Fungsi sosial: membangun hubungan sosial.

  • Fungsi perintah: memengaruhi orang lain.

  • Fungsi referensial: menyampaikan informasi.

3. Karl Bühler

Mengemukakan 3 fungsi bahasa:

  • Afektif: fungsi untuk memerintah.

  • Asosiatif: untuk mengungkapkan sesuatu hal.

  • Direktif: merujuk pada benda atau peristiwa di luar pembicara.

4. Halliday (1995, bersama Tomkins dan Hoskisson)

Mengemukakan 7 fungsi bahasa:

  • Instrumental: untuk memenuhi kebutuhan.
  • Regulatori: untuk mengatur perilaku orang lain.
  •  Interaksional: untuk membangun hubungan sosial.
  •  Personal: untuk mengekspresikan perasaan dan pendapat pribadi.
  • Heuristik: untuk mencari informasi atau eksplorasi.
  • Imajinatif: untuk mengekspresikan imajinasi.
  • Representasional: untuk menyampaikan informasi.

5. Fungsi Bahasa dalam Kehidupan Sehari-hari

Bahasa juga memiliki fungsi praktis yang sering digunakan dalam kehidupan:

  1. Fungsi komunikasi: untuk berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain (misalnya: “Selamat pagi”, “Apa kabar?”).

  2. Fungsi ekspresi diri: mengungkapkan pikiran atau perasaan (misalnya: “Aku sedih”, “Aku bahagia”).

  3. Fungsi adaptasi sosial: membantu seseorang berbaur dalam lingkungan.

  4. Fungsi kontrol sosial: bahasa digunakan untuk memengaruhi dan mengarahkan orang lain.

  5. Fungsi integrasi dan identifikasi: mempererat kebersamaan dalam kelompok atau masyarakat.

  6. Fungsi informatif: menyampaikan informasi atau pengetahuan.

  7. Fungsi imajinatif: menyampaikan ide, cerita, atau ekspresi artistik.

Kesimpulan:

Bahasa bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana ekspresi, kontrol sosial, penyalur informasi, pengatur perilaku, serta pembangun hubungan antarindividu. Fungsi-fungsi ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berbagai bidang seperti pendidikan, budaya, dan teknologi.

TUGAS 1

Kerjakan soal di bawah ini, dengan petunjuk pengerjakan sebagai berikut:

  • Kerjakan dengan ditulis tangan  di kertas folio bergaris
  • Waktu pengumpulan saat pertemuan Senin 27 Oktober 2025
  1. Bahasa dianggap sebagai anugerah Tuhan yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.
    Jelaskan bagaimana kemampuan berbahasa dapat mencerminkan akal budi dan peradaban manusia, serta berikan contoh nyata dalam kehidupan sosial!

  2. Salah satu sifat bahasa adalah arbitrer (sewenang-wenang).
    Analisislah mengapa sifat arbitrer ini justru membuat bahasa menjadi dinamis dan berkembang sesuai zaman!

  3. Fungsi bahasa menurut Halliday mencakup aspek instrumental, regulatori, interaksional, personal, heuristik, imajinatif, dan representasional.
    Pilih dua fungsi yang paling relevan dalam kehidupan mahasiswa saat ini, lalu jelaskan dengan contoh konkret bagaimana kedua fungsi tersebut digunakan dalam aktivitas akademik maupun sosial.

  4. Bahasa berperan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
    Diskusikan bagaimana sikap berbahasa yang baik dan benar dapat memperkuat nasionalisme di era media sosial yang penuh variasi bahasa dan slang!

  5. Bahasa bersifat produktif dan variatif.
    Uraikan bagaimana kedua sifat ini mempengaruhi perkembangan kosakata baru di era digital, serta jelaskan dampaknya terhadap pelestarian bahasa Indonesia yang baku.

Lanjut

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia(5)

 Sejarah Bahasa Indonesia (5)

Tugas 1

Tulis Tangan di kertas folio Bergaris. Dikumpulkan Pertemuan 4

  1. Sebutkan dan jelaskan hakikat Bahasa dan Sifat dan fungsinya disertai dengan teori yang mendasarinya !!!

  2. Pesatnya kemajuan teknologi di era globalisasi membawa dampak positif dan negatif bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Bagaimana cara  saudara bersikap agar eksistensi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional tetap terjaga dihubungkan dengan sejarahnya !
  3. Sektor pendidikan di Indonesia selalu menjadi topik yang paling menarik untuk dibahas. Semua tahu bahwa wilayah Indonesia terdiri dari banyak pulau. Hal ini tentu berpengaruh pada tingkat SDM masing-masing penduduknya. Ada yang menganggap bahwa pendidikan di Indonesia sudah sangat baik, namun ada juga yang berkata kualitas pendidikan di Indonesia masih buruk.
  4. Jika seseorang yang merupakan tokoh masyarakat di suatu wilayah.  Namun bukan kelahiran asli wilayah tersebut.  Bagaimana saran saudara agar tokoh masyarakat tersebut bisa berkomunikasi dan diterima masyarakat di suatu wilayah tersebut!
  5. Pada saat pembukaan acara resmi biasanya wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya ! Bagaimana sikap saudara jika disuruh untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya tersebut !

KETERAMPILAN BERBAHASA RESEPTIF

Keterampilan berbahasa reseptif adalah kemampuan untuk menerima dan memahami informasi yang disampaikan melalui bahasa lisan (menyimak) atau bahasa tulisan (membaca). Keterampilan ini penting karena merupakan langkah awal dalam proses komunikasi sebelum seseorang bisa merespons secara produktif.

💬 1. Menyimak

Deskripsi:
Menyimak adalah keterampilan memahami pesan lisan dari orang lain melalui pendengaran secara aktif dan penuh perhatian. Ini bukan hanya mendengar suara, tetapi juga memahami isi, maksud, dan emosi pembicara.

Contoh:

  • Seorang siswa menyimak penjelasan guru di kelas tentang pelajaran IPA. Ia tidak hanya mendengar kata-kata guru, tetapi juga memahami konsep fotosintesis dan mencatat bagian penting.

  • Saat mendengarkan berita di radio, seseorang memahami isi berita, seperti “gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang wilayah Sumatera Barat pagi tadi.”

📖 2. Membaca

Deskripsi:
Membaca adalah proses memahami pesan yang disampaikan dalam bentuk tulisan. Dalam keterampilan membaca, terdapat beberapa tingkat pemahaman, masing-masing dengan ciri khasnya.

a. Membaca Pemahaman Literal

Pemahaman langsung terhadap isi teks (fakta yang tertulis).

Baca Juga  KSAD Berikan Apresiasi Aksi Heroik 2 Prajurit Yonarhanud 10/ABC Berhasil Gagalkan Aksi Begal di Kebayoran Baru

Contoh:
Membaca artikel berita dan menjawab pertanyaan seperti:

  • “Siapa yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut?”

  • “Di mana kejadian itu berlangsung?”

b. Membaca Pemahaman Interpretatif

Menafsirkan makna tersirat dalam bacaan.

Contoh:
Dalam cerpen, tokoh utama pulang ke rumah dengan langkah gontai dan wajah murung. Pembaca menyimpulkan bahwa tokoh tersebut sedang mengalami kegagalan.

c. Membaca Kritis

Mengevaluasi isi bacaan dan mempertanyakan keakuratan atau kebenarannya.

Contoh:
Membaca artikel opini tentang penggunaan AI di sekolah, lalu pembaca berpikir:

  • “Apakah benar AI bisa menggantikan peran guru sepenuhnya?”

  • “Apakah data yang digunakan penulis valid?”

d. Membaca Kreatif

Menghasilkan ide baru berdasarkan isi bacaan.

Contoh:
Setelah membaca cerita tentang lingkungan bersih, siswa terinspirasi membuat poster ajakan menjaga kebersihan di sekolah dengan ide-ide kreatif yang tidak disebutkan langsung dalam bacaan.

🔑 Kesimpulan:

Keterampilan menyimak dan membaca adalah fondasi utama dalam komunikasi. Dengan menyimak secara aktif dan membaca dengan pemahaman mendalam, seseorang dapat menyerap informasi, mengembangkan pemikiran, dan menyumbangkan ide secara lebih efektif dalam berbagai konteks

Tugas 2

Pilih salah satu karya Sastra Abad 16-17  seperti: Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-raaja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin yang menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa Sastra.  Silakan saudara kaji dan analisis bahwa saat itu bahasa melayu telah menjadi bahasa negara, bahasa pergaulan antar suku bangsa.  Kaitankan dengan tahun terciptanya karya sastra tersebut dengan penguasaa saat itu. Dikumpulkan print out pada pertemuan hari Senin (17/4/2023).

MEMBACA SQ3R (6)

Teknik SQ3R ini sangat populer dan banyak digunakan orang karena teknik ini hasilnya dirasakan sangat memuaskan. Biasanya teknik membaca ini digunakan untuk belajar secara mendalam, misalnya dalam menghadapi ujian atau presentasi.

SQ3R merupakan singkatan dari 5 langkah strategi dalam proses membaca seperti berikut

  1. Survei atau meninjau, waktu yang diperlukan untuk meninjau buku itu kurang lebih 5-10 menit. Sebelum kita mulai membaca buku perlu dilakukan terlebih dahulu survei teks. Survei teks ini meninjau dan mengisi isi teks secara sekilas.
  2. Question atau bertanya, kegiatan ini dapat dilakukan sekitar 5 menit. Setelah melakukan survei dan kita mendapatkan gambaran umum mengenai isi teks maka langkah selanjutnya adalah mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya yang relevan dengan gagasan-gagasan utama yang perlu kita ketahui. Pertanyaan ini berguna untuk menentukan apa yang ingin kita.
  3. Read atau membaca, kegiatan ini dilakukan sebagai kegiatan inti. Kegiatan ini berupa membaca baris demi baris yang dilakukan dengan tidak terlalu cepat dan hati-hati. Setelah menyusun pertanyaan dan memiliki tujuan membaca, kita memulai kegiatan membaca yang sebenarnya.
  4. Recite atau menceritakan kembali. Kegiatan ini dilakukan sesuai membaca selama setengah dari waktu untuk membaca. Langkah ini disebut juga dengan langkah pengendapan dan perenungan. Langkah ini dapat dilakukan setelah selesai membaca atau berhenti sejenak setiap kali selesai membaca suatu bab atau bagian, untuk berusaha mengingat dan menceritakan kembali jawaban-jawaban yang kita peroleh atas pertanyaan-pertanyaan yang kita susun.
  5. Review atau mengulangi, waktu yang diperlukan untuk kegiatan ini sekitar seperempat dari waktu untuk setelah membaca teks secara keseluruhan, hendaknya kita tidak langsung mengakhiri kegiatan membaca, melainkan melakukan review terlebih dahulu. Review di sini dilakukan dengan meninjau ulang. Review bisa dilakukan dengan dua cara. 1)  Pertama dengan melakukan tinjauan ulang atas semua pertanyaan dan jawaban kita,  2) Kedua dengan meninjau ulang bagian-bagian penting dalam teks yang telah kita tandai sebelumnya. Tahap ini bertujuan membantu kita untuk menemukan pokok-pokok penting yang perlu diingat kembali.

Kelebihan metode SQ3R

  • Bisa bekerja sama secara kelompok untuk bertukar pikiran dalam hal memahami materi yang tersedia di dalam bacaan.
  • Diberi petunjuk agar terbiasa berpikir secara komprehensif terhadap bacaan sehingga menjadi lebih terlatih dan aktif membuat pertanyaan relevan.
  • Didorong untuk memikirkan jawaban dari setiap pertanyaan yang muncul dari isi bacaan dan teks

Kelemahan SQ3R

  • Strategi ini tidak dapat diterapkan pada semua pokok bahasan karena mengingat materi yang tidak selamanya mudah dipahami dengan cara membaca saja melainkan juga perlu adanya praktikum.
  • Guru akan mengalami kesulitan dalam mempersiapkan buku bacaan untuk masing-masing siswa jika tidak semua siswa memiliki bukunya.

Teori Membaca 

Video Bacaan Puisi

Soal Mid Tes (Pertemuan 8)

Temukan satu artikel ilmiah dari jurnal yang telah terakreditasi SINTA 1, 2, 3, atau 4 dengan tema yang berkaitan dengan Teknologi Informasi (TI). Selanjutnya, lakukan pembacaan dan analisis artikel tersebut menggunakan metode SQ3R (Survei, Question, Read, Recite, Review).

Hasil analisis ditulis dalam format dokumen Microsoft Word dengan ketentuan:

  • Font: Times New Roman

  • Ukuran huruf: 12 pt

  • Jarak spasi: 2

Seluruh file softcopy dikumpulkan secara kolektif ke dalam satu folder, kemudian dikirim melalui email ke alamat: prabangkaranewsnet@gmail.com.

Pengumpulan terakhir  Senin 17 Nopember 2025 jam 15.00 WIB

Latihan

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar. Ditulis tangan, meggunakan  kertas folio bergaris yang telah disediakan oleh pihak kampus. Dikumpulkan pada pertemuan ke-8. Tidak diperkenankan dalam 1 halaman terdapat  tipex-an, namun masih diberikan toleransi maksimal 3 kali

  1. Jelaskan fungsi bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara dan Bahasa Nasional.
  2. Jelaskanlah perkembangan (peningkatan) bahasa Indonesia berdasarkan hasil kongres VII s.d. XI dengan menggunakan peta konsep (mind mapping).
  3. Sebutkan dan jelaskan Sejarah  Bahasa Melayu diangkat menjadi Bahasa Nasional oleh pemuda-pemudi Indonesia!
  4. Pemahaman masyarakat terhadap kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia dapat menjadi dasar dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme kaum muda dan pelajar. Dalam hal ini, bahasa Indonesia diketahui mempunyai dua kedudukan yaitu sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara.

    Tuangkan pendapat Anda  tentang kaitan jiwa nasionalisme dengan penggunaan bahasa Indonesia. Sertakan pendapat Anda dengan contoh/alasan logis dan teori pendukung!

  5. Masih perlukah bahasa Indonesia bagi bangsa Indonesia saat ini? Penjelasan Anda harus disertai dengan alasan yang logis dan disertai contoh.
  6. Sebutkan hubungan empat keterampilan bahasa yakitu menyimak, membaca, menulis, berbicara disertai dengan teori yang mendasarinya !
  7. Berdasarkan kalimat-kalimat di bawah ini, analisislah dengan memberikan jawaban benar atau salah pada masing-masing nomor tersebut terkait dengan penggunaan huruf kapital dan tanda petik. Jawaban sertakan dengan teori pendukung.  !
  • Wati suka membeli bika Ambon
  • Kita harus selalu menghormati Ibu dan Bapak Dosen
  • Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal van Der wijck karya HAMKA
  • Ibu Nana dari mana? “kata Wati”
  • Pada tahun 2005, undang-undang Guru dan Dosen sudah diresmikan.
  • Saksi bisu pertemuan kita adalah sungai Bengawan Solo.

MEMBACA INTENSIF

 

ABSTRAK ARTIKEL ILMIAH

Abstrak adalah ringkasan singkat dari sebuah dokumen, penelitian, atau makalah yang memberikan gambaran umum tentang isinya. Abstrak biasanya terletak di bagian awal dokumen dan ditulis dengan tujuan memberikan informasi penting kepada pembaca tanpa harus membaca keseluruhan dokumen.

Deskripsi abstrak sering kali mencakup pokok-pokok penting yang dibahas dalam dokumen, tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil yang ditemukan, dan kesimpulan yang diambil. Abstrak berfungsi sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi kepentingan dokumen dan membantu pembaca memutuskan apakah mereka perlu membaca keseluruhan dokumen atau tidak.

Dalam sebuah abstrak, penting untuk menyajikan informasi secara jelas, ringkas, dan terstruktur. Biasanya, abstrak terdiri dari beberapa kalimat atau beberapa paragraf pendek yang tidak melebihi satu halaman. Struktur abstrak dapat bervariasi tergantung pada jenis dokumen atau makalah yang diabstraksikan, namun umumnya mencakup bagian-bagian berikut:

  1. Latar Belakang: Menjelaskan konteks dan latar belakang penelitian atau topik yang dibahas.
  2. Tujuan: Menguraikan tujuan atau pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.
  3. Metode: Menyajikan pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian.
  4. Hasil: Menyampaikan temuan atau hasil penelitian yang paling penting.
  5. Kesimpulan: Menyimpulkan temuan atau implikasi penting yang dihasilkan dari penelitian.
  6. Implikasi dan Relevansi: Menjelaskan implikasi dan relevansi hasil penelitian dalam konteks yang lebih luas.

Pada umumnya, abstrak harus memberikan gambaran yang jelas dan akurat tentang isi dokumen asli. Hal ini membantu pembaca memutuskan apakah dokumen tersebut relevan dengan kebutuhan dan minat mereka

TUGAS

1. Simak dan tuliskan kembali Abstrak di bawah ini agar menjadi abstrak yang baik !

“Pengaruh Program Kampus Mengajar terhadap Peningkatan Partisipasi Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler”

Artikel ilmiah ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Program Kampus Mengajar terhadap peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar. Penelitian dilakukan melalui program Kampus Mengajar yang melibatkan mahasiswa dalam memberikan bantuan pendidikan di sekolah-sekolah di daerah pedesaan.

Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus di SD Negeri 4 Kemuning. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait kegiatan ekstrakurikuler sebelum dan setelah pelaksanaan Program Kampus Mengajar. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas 4 dan 5 yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan oleh program tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler setelah pelaksanaan Program Kampus Mengajar. Ditemukan peningkatan jumlah siswa yang terlibat dalam kegiatan seperti pramuka, seni tari, olahraga, dan lainnya. Selain itu, partisipasi siswa juga meningkat dalam kegiatan yang berkaitan dengan literasi dan numerasi.

Temuan ini menunjukkan bahwa Program Kampus Mengajar memiliki dampak positif dalam mendorong partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar. Keterlibatan mahasiswa dalam program ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi siswa untuk lebih aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan di luar kurikulum akademik. Hal ini juga menunjukkan pentingnya keterlibatan komunitas dalam meningkatkan pengalaman belajar siswa di sekolah.

Artikel ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang manfaat Program Kampus Mengajar dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar bagi lembaga pendidikan dan pemerintah untuk mengembangkan program serupa yang dapat memperkaya pengalaman pendidikan siswa dan mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan di sekolah.

Baca Juga  Kemendikbudristek, Ajak Generasi Muda Menjadi Guru Profesional Melalui PPG Prajabatan

Petunjuk pengerjaan

  1. Buat abstrak sesuai dengan simpulan  yang tertulis di atas !
  2. Abstrak jumlah kata 200 – 250 kata.
  3. Tulis tangan di kertas folio bergaris !
  4. Abstrak harus memuat latar belakang, metode penetian, hasil penelitian, urgensi penelitian, dan kata kunci (maksimal 5 kata).

2. Cari 2 abstrak di jurnal akreditasi di bawah ini.

Jurnal terakreditasi Shinta

  1. https://sirokbastra.kemdikbud.go.id/index.php/sirokbastra 
  2. https://journal.uny.ac.id/index.php/litera 
  3. https://ejournal.upi.edu/index.php/ije/index
  4. https://ejournal.upi.edu/index.php/BS_JPBSP
  5. https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa
  6. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPBS

Analisis Abstrak tersebut berdasarkan teori penulisan abstrak yang baik dan benar. Jika salah benarkan abtrsknya dan tulis ulang dalam jawaban soal !

Ditulis dalam kertas folio bergaris, dikumpulkan sebelum 12 JUNI 2023

Membaca Kritis dan Kreatif

Membaca Cepat

 

 

Karya: Denny JA

Sedalam-dalamnya laut, dapat kita duga apa yang tersembunyi di dasarnya.

Tapi di kedalaman jiwa seorang perempuan, siapa yang dapat menduga apa yang disembunyikan di hatinya?

Dua jam sudah Jiang duduk terpana.
Itu makam istrinya, Li Wei, yang wafat seminggu lalu.

Jiang terus saja menangis, menyesali keadaan.
“Li Wei, Li Wei, mengapa kau tak cerita padaku.
Lima belas tahun sudah kita menikah.
Memang kadang tak kupahami perilakumu.”

“Jika kau cerita, aku akan paham.”

Terus saja Jiang menangis.
Ia sangat kasihan pada istrinya.

Tiga hari sebelum wafat,

Ketika dokter menyatakan kanker sudah menyebar ke organ vital,

Li Wei mengajak Jiang bicara empat mata.

“Jiang, maafkan aku.

Ini tak pernah aku ceritakan pada orang lain.”

Li Wei menyerahkan kunci dalam amplop kecil.

“Ini kunci brankasku yang di kamar.
Di dalam amplop ada passcode-nya juga.
Aku ingin kau berjanji.
Ini hanya kau buka setelah aku tiada.
Paling cepat sehari setelah aku dimakamkan.”

Saat itu Jiang sudah terpana.
Selama ini ia mengira itu brankas biasa.
Li Wei menyimpan perhiasan dan uang tunai dalam jumlah besar.

Jiang mulai merasa.
Agaknya Li Wei menyimpan satu rahasia penting di sana.

Tapi rahasia apakah itu?
Bahkan Jiang tak bisa menerka.

Li Wei wafat.
Sehari setelah dimakamkan,
dag dig dug juga hati Jian.

Rahasia apa yang tersimpan dalam brankas?
ketika membuka brankas,
ia melihat 4 buku diari ada di sana.

Lengkap dengan tulisan tahun di covernya: 1998, 1999, 2000, 2001.

Ada sebuah surat di atasnya.
“Untuk suamiku, Jiang.”

Surat itu dibuka Jiang terlebih dahulu.

“Suamlku sayang, Jiang.
Kau seorang penulis.
Aku ingin kau menulis kisahku ini.
Untuk pelajaran.
Tapi samarkan identitasku.”

Bertambah penasaran Jiang.
Dibukanya buku diari itu.
Dari siang hingga pagi esoknya, Jiang terus membaca.

Tak terputus.
Tak tidur.

Air matanya terus menetes.
Selesai membaca, Jiang menangis sesegukan.

“Li Wei, Li Wei.
Buat apa kau rahasiakan ini padaku.
Aku mencintaimu.
Menerimamu apa adanya.”

15 tahun menikah.
Kini ia baru tahu.
Dia lah satu-satunya yang tahu,
bahwa Li Wei pernah diperkosa 5 orang, dalam kasus kerusuhan rasial, di Jakarta, Mei 1998.

Jiang menangis.
“Ampuuuun Li Wei, Ampuuun.
Kau perempuan yang kuat.
Sangat kuat.”

Hari itu tanggal 13 Mei 1998.
Jakarta rusuh.
Usia Li Wei 21 tahun.

Ia tinggal di perumahan mewah Jakarta.
Memang banyak orang kaya Tionghoa di sana.

Saat itu Li Wei sendiri.
Pembantunya pulang kampung.
Ayah dan Ibu ke Amerika Serikat menengok kakak yang sekolah di sana.

Li Wei tak ikut.
Ia ada ujian mid semester.

Segerombolan pemuda menyeramkan.
Mereka membawa pentungan.
Ada yang bawa golok.

Sejak di jalan mereka sudah teriak:
“Hei, Cina.
Keluar kalian.
Kalian jadi kaya.
Kami miskin.”

“Duaaaaarr”
Gerbang berhasil mereka dobrak.

Li Wei ketakutan.
Ia segera matikan lampu.
Ia tutup gorden.
Itu masih sore hari menjelang magrib.

Tapi justru aksi Li Wei ini terlihat.
Mereka meyakini rumah ini ada penghuninya.

Pintu masuk pun didobrak.
Mereka masuk ke ruangan.

Li Wei sembunyi di bawah kolong ranjang.
Tapi mereka berhasil menemukannya.

“Jangan, jangan,” ujar Li Wei.
Aku punya uang.
Ambil saja uangku.
Ambil saja barang-barang.”

Mereka tertawa.
Golok pun di dilengketkan ke leher Li Wei.

“Jika melawan, aku gorok lehermu.
Aku cungkil matamu.”

Li Wei seketika lemas.
Ia seolah hilang ingatan.
Yang ia ingat, rasa sakit.
Bergantian 5 lelaki itu memperkosanya.

Li Wei hanya bisa menangis.

Setelah puas memperkosa, rombongan itu pergi.
Ada yang membawa TV.
Ada yang mengambil komputer.

Semalaman Li Wei menangis.
Awalnya ia terpikir bunuh diri.
Pisau tajam itu sudah ia dekatkan dengan nadi tangan.

Tapi Li Wei membayangkan Ibu, Ayah, dan Kakaknya.
Betapa sedih hati mereka.

Selaku penganut Kristen yang taat, Li Wei berdoa dengan segenap hati.

“Kuatkan aku, ya Bapa.
Berikan aku cahaya.
Tunjukkan jalan.”

Doa ini ia ulang-ulang,
hingga tertidur.

Ketika terbangun, hari sudah siang.
Li Wei rasakan sakit yang sangat di bagian bawah badannya.

Entah datang dari mana.
Li Wei akhirnya menyiapkan cerita.

Ia akan katakan pada keluarga.
Rumah mereka dirampok.
Tapi Li Wei saat itu sedang di luar.
Ketika ia pulang, rumah sudah porak poranda.
Memang mulai terjadi kerusuhan di banyak area Tionghoa di Jakarta.

Li Wei pun bergegas ke hotel di daerah Sudirman.
Agar aman, ia ambil hotel bintang lima.

Dari hotel, ia menelepon Ayahnya.
“Aku lima hari tinggal di hotel, ya Ayah.
Sampai semua reda.”

Ayah di Amerika Serikat sangat cemas.
“Li Wei, Ayah membaca berita.
Ayah juga dapat kabar dari Pamanmu. Jika ada yang mendesak, jangan sungkan minta tolong Pamanmu. Minggu depan kami kembali ke Jakarta.”

Ibu juga mengekspresikan cemas yang sama. Juga kakaknya.

“Li Wei, tinggal saja di hotel ya, sampai semua sudah normal. Ibu mendengar banyak yang diperkosa.”

Li Wei berhasil membuat keluarganya percaya.
Ia mujur bisa merahasiakan kisah ini sampai mati.

Tapi ia tak bisa merahasiakan ini kepada hatinya sendiri.
Li Wei luka.
Sangat dalam.
Trauma menganga.
Kadang ia mimpi sambil teriak.
“Keluar, keluar kalian dari sini! “

Pernah Ayah dan Ibunya terbangun.
Mereka ketuk-ketuk pintu kamar.
“Li Wei, Li Wei, buka pintu.
Ada apa?”

Li Wei buka pintu.
Ia cerita tadi siang nonton film horor.
Ini sampai terbawa ke mimpi.

Ayah dan Ibunya geleng-geleng kepala.

Hal yang sama soal asmara.
Li Wei sudah 35 tahun.
Tapi ia belum menikah.
Tak punya pacar.

Ayah dan Ibu mengajak bicara.
Ada apa denganmu?
Jiang itu lelaki yang baik.
Tapi selalu kau abaikan.

Untuk keluarga,
akhirnya Li Wei menikah dengan Jiang.

Setelah menikah,
tiga bulan lamanya,
Li Wei selalu menghindar hubungan suami-istri.
Jiang sempat marah dan kecewa.

“Aku ini suamimu yang sah.
Katamu, dirimu cinta padaku.
Mengapa menghindar.”

Li Wei akhirnya pasrah.
Tapi Jiang tahu,
Li Wei sangat dingin, tak menikmati kemesraan itu.

Li Wei memang bisa menutup rahasia.
Tapi ia tak bisa merahasiakan ini kepada hatinya sendiri.

Ia pun sibuk mencari tahu.
Apa yang terjadi di Jakarta saat itu.
Seberapa banyak yang mengalami musibah seperti dirinya.

Sekitar tanggal 12 dan 13 Mei 1998, terjadi pemerkosaan di beberapa titik.
Di Jakarta, mulai dari Jembatan Tiga, Jembatan Lima, Glodok, hingga Pluit.

Pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).
Badan ini menyimpulkan.
Korban perkosaan sebanyak 52 orang. (1)
Mayoritas orang Tionghoa.

Kekerasan seksual terjadi di dalam rumah, di jalan dan di depan tempat usaha.

Sebagian besar kasus perkosaan adalah gang raped.
Korban diperkosa oleh sejumlah orang.
Mereka perkosa bergantian pada waktu yang sama.

Ya Tuhan.
Mereka acapkali memperkosa di hadapan orang lain.

Li Wei juga mendengar kesaksian seorang relawan.

Di jembatan Glodok, di depan Harco, ada seorang perempuan Tionghoa diseret.
Para laki-laki itu menjadi singa ganas. Bergantian mereka memperkosa.

Itu dilakukan di tempat terbuka.
Tempat orang lalu lalang.

Hadir juga lembaga masyarakat seperti Kalyanamitra.
Lembaga ini menjadi pusat komando.
Mereka membuka posko pengaduan.
Tujuannya melawan tindakan pemerkosaan terhadap perempuan.
Terutama etnis minoritas, perempuan Tionghoa.

Lembaga ini menceritakan.
Lebih dari 150-an kasus perkosaan dalam peristiwa Mei 1998, di Jakarta. (2)

Li Wei memang bisa menutup rahasia.
Tapi ia tak bisa merahasiakan ini kepada hatinya sendiri.

Li Wei terkesima pada gadis muda bernama Ita Martadinata.
Ia juga korban perkosaan.
Ia juga etnis Tionghoa.
Usianya baru 18 tahun.
Ita saat itu siswa kelas 3 SMA.

Begitu berani Ita Martadinata melawan.

Ita anak yang aktif dan pintar. Namun terjadi perubahan prilaku.
Ia menjadi murung dan diam,
setelah diperkosa.

Ita sempat bergabung dengan Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK).
Tim ini mengadvokasi perempuan etnis Tionghoa yang diperkosa.

Setelah lama merenung,
Ita bicara.
Ia satu-satunya korban yang berani bersuara.
Ia memberi konseling untuk sesama korban.

Saat itu, Ita siap pergi ke PBB.
Ia akan testimoni pada dunia.
Akan diceritakannya perkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998.

Akan diceritakannya pengalaman dirinya sendiri.

Tapi, pada tanggal 9 Oktober 1998, Ita ditemukan mati terbunuh.

Perut, dada, dan lengan kanannya ditikam hingga sepuluh kali.
Lehernya disayat.
Dan alat kelaminnya ditancap kayu. (3)

Li Wei semakin takut.
Rahasia diri ia tutup semakin rapat.
Ia tak mau dibunuh seperti Ita.

Sehari setelah membaca buku diari Li Wei, Jiang memgambil cuti seminggu.

Ia tak ingin dulu bekerja.
Badai berputar-putar di batinnya.

Kata-kata itu selalu Jiang ulang.

“Li Wei, Li Wei. Mengapa kau rahasiakan ini padaku.
Aku mencintaimu.
Menerimamu apa adanya.“

Baca Juga  Berpikir Kritis Cara Mudah Beradaptasi di Era Post-Truth

“Jika kau cerita,
tak seberat ini beban hidupmu.
Kanker yang kini membunuhmu,
itu dipercepat oleh beban hidupmu.”

“Aku suamimu.
Sah menikahimu.
Ayah dua anakmu.
Aku bisa ikut memikul bebanmu.
Kau tak harus mati semuda ini.”

Jiang menghujat dirinya sendiri.

“Oh, bodohnya aku.
Diriku sialan.
Kok bisa aku tak tahu.
Kok bisa istriku tak nyaman cerita padaku?”

Hari itu, dua anaknya dititipkan Jiang kepada kakaknya.
Ia ingin menyendiri.
Dalam waktu yang lama.

Jiang naik mobil pergi ke rumah itu.
Rumah tempat Li Wei diperkosa.

Jiang hanya duduk di mobil.
Melihat rumah itu dari jauh.
Kembali menetes air matanya.
Jiang menangis.
Menjerit tapi tanpa suara.

“Li Wei, Li Wei.
Kau wanita kuat.
Sangat kuat.”

Bermalam-malam, Jiang menikmati sepi.
Hening.
Sunyi.

Ia menghabiskan waktu di rumahnya.
Tak ingin jumpa siapapun.

Malam ini, tengah malam,
Bulan menjadi lampu di langit.
Empat buku diari Li Wei dipegangnya.

Ia bertanya pada diri sendiri.
Apa yang akan ia lakukan dengan buku diari Li Wei ini.

Empat tahun Li Wei menuliskan emosinya di empat buku.
Ia baru berhenti di tahun 2001.

Di halaman terakhir itu, Li Wei menulis.

“Aku harus melupakan peristiwa ini selamanya.
Seolah tak pernah terjadi.
Aku kasihan pada diriku sendiri.”

Sebelum wafat,
Li Wei memang meminta Jiang menuliskan kisahnya.

Awalnya Jiang setuju.
Ia sudah memilih tulisan dalam bentuk novel.

Tapi Jiang berpikir ulang.
Kisah ini terlalu menyakitkan baginya.

Walau ia samarkan karakter utama novel ini,
anak-anaknya akan tahu.
Ini pasti kisah Ibu mereka.

Anak-anak tak akan siap.
Tak pernah siap.
Tidak juga cucu-cucuku.
Mereka juga tak siap.
Tidak juga keluarga Li-Wei.

Malam itu juga,
setelah berdoa,
Jiang membakar buku Li Wei.
Semua buku diari menjadi abu.

Sambil berdoa,
Jiang bicara kepada arwah Li Wei.
“Li Wei, Li Wei.
Aku bakar bukumu dengan niat suci.
Biarlah buku diarimu abadi di alam semesta.”

Rahasia yang kau simpan, biarlah terus tersimpan.
Hanya aku yang tahu.
Sebaiknya hanya aku saja.

Sama sepertimu.
Rahasia ini juga akan kubawa
sampai mati.
Sampai ajal menjemputku.*

Teknik Pengajaran Membaca

KETERAMPILAN BERBAHASA PRODUKTIF

1. Berbicara

Bagian ini menjelaskan keterampilan berbicara dalam konteks ilmiah, seperti:

  • Menyampaikan informasi secara lisan kepada orang lain.

  • Memberikan tanggapan terhadap suatu masalah.

  • Menyampaikan pendapat dengan terstruktur.

Pokok-pokok isi:

  • Berbicara sebagai keterampilan produktif: Dimaknai sebagai bentuk komunikasi aktif yang menghasilkan sesuatu (informasi atau pemikiran).

  • Jenis-jenis kegiatan berbicara:

    • Diskusi.

    • Tanya jawab.

    • Presentasi.

  • Strategi pembelajaran berbicara:

    • Menyampaikan pendapat.

    • Memberikan saran.

    • Mengajukan pertanyaan.

Evaluasi keterampilan berbicara:

  • Meliputi penyampaian ide, susunan argumen, dan kemampuan menyimpulkan.

  • Juga memperhatikan kejelasan, keberanian, dan intonasi dalam berbicara.

Kemampuan Berbicara 

Menulis

Bagian ini menjelaskan keterampilan menulis sebagai bentuk ekspresi produktif dalam bentuk tulisan.

Pokok-pokok isi:

  • Menulis sebagai keterampilan produktif: Menulis adalah proses kompleks yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, penyusunan gagasan, dan revisi.

  • Langkah-langkah menulis:

    1. Menentukan topik.

    2. Merancang tulisan (kerangka).

    3. Menulis draf awal.

    4. Merevisi dan menyunting.

  • Jenis-jenis tulisan:

    • Tulisan naratif.

    • Tulisan deskriptif.

    • Tulisan ekspositori.

    • Tulisan argumentatif.

Tips Menulis:

  • Jangan takut salah.

  • Yakini bahwa tulisan Anda penting.

  • Fokus pada tujuan penulisan.

  • Tulis apa yang Anda kuasai atau minati.

Contoh Aktivitas:

  • Di bagian akhir terdapat contoh ilustrasi aktivitas menulis, seperti menuliskan pengalaman pribadi atau menjelaskan gambar yang menunjukkan seseorang sedang beraktivitas.

Hubungan Antarketerampilan Berbahasa

I. Pendahuluan

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, penguasaan keterampilan berbahasa merupakan inti dari proses belajar. Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek utama, yaitu:

  1. Menyimak

  2. Berbicara

  3. Membaca

  4. Menulis

Keempat keterampilan ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling berhubungan dan saling memengaruhi satu sama lain. Pemahaman atas hubungan ini penting agar pengajaran bahasa berlangsung secara menyeluruh dan terpadu.

II. Pengelompokan Keterampilan Berbahasa

Keterampilan berbahasa dibagi menjadi dua kelompok besar:

Jenis Keterampilan Kegiatan Utama Contoh Aktivitas
Reseptif Menerima dan memahami bahasa Menyimak, Membaca
Produktif Menghasilkan atau menyampaikan bahasa Berbicara, Menulis

III. Hubungan Antar Keterampilan

1. Menyimak dan Berbicara

  • Hubungan langsung dan simultan.

  • Menyimak sebagai keterampilan awal dalam proses komunikasi lisan.

  • Contoh: Dalam percakapan, kita harus menyimak lawan bicara sebelum merespon secara lisan.

2. Membaca dan Menulis

  • Membaca memperkaya kosa kata, struktur kalimat, dan gaya bahasa.

  • Menulis merupakan proses aktif yang memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari membaca.

  • Contoh: Seseorang yang banyak membaca akan memiliki kemampuan menulis yang lebih baik karena terbiasa melihat contoh tulisan yang baik.

3. Menyimak dan Menulis

  • Menyimak memperkuat pemahaman terhadap isi pesan, logika, dan struktur kalimat.

  • Dapat meningkatkan kemampuan menyusun kalimat saat menulis.

4. Membaca dan Berbicara

  • Membaca memberikan wawasan dan informasi yang bisa digunakan dalam berbicara.

  • Pengetahuan yang diperoleh dari teks dapat dijadikan bahan argumen dalam presentasi atau diskusi.

IV. Hubungan Timbal Balik

Keterampilan berbahasa memiliki hubungan timbal balik, artinya:

  • Keterampilan reseptif mendukung keterampilan produktif.

  • Sebaliknya, keterampilan produktif juga bisa memperkuat keterampilan reseptif.

Contoh:

  • Seseorang yang menulis secara rutin akan lebih peka saat membaca tulisan orang lain.

  • Seseorang yang sering berbicara (berdiskusi) juga akan lebih kritis saat menyimak orang lain berbicara.

V. Implikasi dalam Pembelajaran Bahasa

Untuk menciptakan pembelajaran bahasa yang efektif:

✅ Integrasikan keempat keterampilan dalam satu kegiatan pembelajaran.
✅ Gunakan pendekatan tematik agar keterampilan saling mendukung.
✅ Rancang aktivitas yang berjenjang: mulai dari menyimak/membaca → berbicara/menulis.
✅ Libatkan siswa secara aktif dalam proses berbahasa secara utuh.

VI. Tabel Hubungan Antarketerampilan Berbahasa

Keterampilan Dasar Mendukung Keterampilan Contoh Hubungan
Menyimak Berbicara Menyimak percakapan untuk merespon secara lisan
Membaca Menulis Membaca teks sebagai model dalam menulis
Berbicara Menyimak Berlatih berbicara meningkatkan kesadaran menyimak
Menulis Membaca Menulis membantu mengenali struktur bacaan

VII. Kesimpulan

Keempat keterampilan berbahasa merupakan satu kesatuan yang utuh. Pemahaman dan pengembangan keterampilan berbahasa harus dilakukan secara integratif dan kontekstual. Dengan begitu, siswa dapat:

  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif,

  • Meningkatkan kemampuan komunikasi,

  • Memiliki kompetensi literasi yang baik.

SISTIMATIKA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH

JUDUL:

Penulis:
Afiliasi:
Email:

ABSTRAK: Jumlah kata 200-250
Kata Kunci: …, …, …

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Batasan Penelitian
1.5 Tinjauan Singkat Penelitian Terdahulu

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.2 Penelitian Terdahulu

3. METODOLOGI
3.1 Jenis Penelitian
3.2 Data
3.3 Alat dan Bahan
3.4 Metode/Algoritma
3.5 Tahapan Penelitian

4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.2 Pembahasan

5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

Menulis Ilmiah-Skripsi 

Kode Etik Penulisan

Ejaan

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

TUGAS 3

Silakan Buat Presentasi dengan petunjuk pengerjaan sebagai berikut:

  1. Terdiri dari Pendahuluan, Isi terkait dengan tema bisa dipilih; wisata, budaya, pendidikan, UMKM.
  2. Jangan lupa akhiri dengan penutup.
  3. Presentasi dipublikasikan di You Tube masing-masing.
  4. Durasi minimal 3 menit.

TUTORIAL PRESENTASI

Kalimat 1

Kalimat Langsung-Tidak Langsung

Kalimat Dokumen PDF

Paragraf 1

Paragraf 2

 Paragraf 3

 Pengayaan Menulis Esai

 Materi Tambahan  Jurnalistik 

Materi Tambahan CEK PLAGIASI DAN PARAFRASE

Tugas 4

1. Apa yang dimaksud dengan “Plagiat” ?

2. Menulis karya ilmiah, jelaskan dalam mengutip dari sumber referensi secara sengaja atau tidak sengaja tanpa dikutip dengan benar dan ada di daftar referensi !

3. Sebutkan 6 cara untuk menghindari plagiasi !

4. Jelaskan yang disebut dengan karya ilmiah !

5. Sebutkan pelanggaran dalam penulisan karya ilmiah !

Jawaban ditulis di kertas folio bergaris dikumpulkan hari ini.  Pekerjaan dikumpulkan oleh ketua kelas dengan mencantumkan absensi mahasiswa yang telah mengumpulkan. pekerjaan tugas dikumpulkan di mejanya Pak Agoes di Prodi PBSI. Terima kasih.

📘 TUGAS PROYEK BAHASA INDONESIA

Pembuatan Video Publikasi Budaya di Media Online

Deskripsi Tugas

Mahasiswa diminta untuk membuat video edukatif bertema materi budaya yang telah dipublikasikan di portal berita Pacitan Terkini (http://pacitanterkini.com). Video harus mengangkat kembali informasi budaya tersebut dalam bentuk yang kreatif, komunikatif, dan informatif.

📌 PERINTAH TUGAS

1. Pilih satu artikel bertema budaya

Ambil dari media online:
🔗 http://pacitanterkini.com
Contoh tema budaya:

  • Tradisi lokal

  • Kuliner tradisional

  • Seni pertunjukan daerah

  • Sejarah lokal

  • Kearifan lokal Pacitan

2. Buat video edukatif dengan ketentuan:

  • Durasi minimal 2,5 menit

  • Format bebas (narasi, vlog, dokumenter mini, slide video kreatif, animasi, dsb.)

  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

  • Menampilkan judul video, sumber artikel, dan nama mahasiswa

  • Menyertakan rangkuman isi artikel + interpretasi, opini, atau analisis budaya dari mahasiswa

  • Visualisasi boleh berupa:

    • footage asli

    • gambar ilustrasi

    • slide teks

    • voice over

    • rekaman aktivitas budaya

3. Publikasikan video di YouTube

Ketentuan:

  • Unggah ke akun pribadi mahasiswa

  • Judul video:
    “Proyek Bahasa Indonesia – Budaya Pacitan: [Judul Artikel] – [Nama Mahasiswa]”

  • Sertakan link artikel Pacitan Terkini di deskripsi video

  • Set video pada mode public (bukan private)

4. Pengumpulan

  • Kumpulkan link YouTube melalui format yang ditentukan dosen (Google Classroom/WA/Email)

  • Deadline: sebelum pelaksanaan UAS Bahasa Indonesia

📑 Penilaian (Rubrik Singkat)

Komponen Bobot
Kesesuaian tema & sumber artikel 20%
Struktur isi video (rangkuman + analisis) 30%
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik & benar 20%
Kreativitas tampilan video 20%
Ketepatan pengumpulan 10%

 

  1. Kumpulkan dalam bentuk softfile dimasukan dalam file kelas, dalam bentuk link google drive, sebelum  ujian akhir semester mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah dijadwalkan.
  2. 1 kelompok terdiri dari maksimal 4 orang anggota, sesuai dengan nomor mahasiswa
  3. Saudara harus masukan semua dokumen dalam bentuk softfile dan mengumpulkan dalam bentuk hard copy dalam bentuk printout yang berisi nama, alamat link google drive dokumen, serta print out halaman pertama artikel ilmiah.
  4. Pengumpulan dengan mengumpulkan link youtube