Janenake Dorong Wisatawan Tinggal Lebih Lama di Pacitan Lewat Program “Sunset to Sunrise”
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Memperingati HUT ke-2 Rumah Makan Janenake sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Janenake menggelar kegiatan “Janenake Berbagi”, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan Khotmil Qur’an, donor darah, bersih pantai, serta penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah persoalan sampah di kawasan pantai. Kepedulian itu diwujudkan melalui kegiatan bersih pantai sekaligus pemberian fasilitas tempat sampah sebagai bagian dari CSR Janenake. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian pelaku usaha terhadap keberlanjutan lingkungan wisata di Pacitan.
Namun, kepedulian Janenake tidak berhenti pada persoalan kebersihan. Pemilik Janenake, Mamat, juga memperkenalkan sebuah terobosan untuk mendorong wisatawan agar tidak sekadar datang, menikmati panorama Pacitan, kemudian pulang. Terobosan tersebut dikemas dalam program wisata “Sunset to Sunrise”.
Program ini menawarkan pengalaman wisata yang menghubungkan wisata kuliner, menginap, dan wisata bahari. Wisatawan diajak menikmati sunset dinner di Janenake, kemudian bermalam di Pacitan. Keesokan paginya, perjalanan dilanjutkan dengan menikmati matahari terbit dari tengah laut bersama The Tamperan Cruise.
Menurut Mamat kepada jurnalis, Selasa (18/8/2026), gagasan tersebut muncul dari pengalaman Janenake menerima wisatawan luar daerah. Banyak wisatawan datang ke Pacitan, menikmati kuliner dan matahari terbenam, tetapi setelah itu langsung kembali ke daerah asalnya.
“Harapannya wisatawan tidak hanya datang, tetapi mau menginap lebih lama sehingga semakin banyak uang wisatawan yang berputar di Pacitan,” ujar Mamat.
Melalui The Tamperan Cruise, wisatawan ditawarkan tiket Rp150 ribu per orang. Paket tersebut mendapatkan voucher Sunset Dinner Janenake senilai Rp50 ribu dan voucher hotel senilai Rp25 ribu.
Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan pola perjalanan wisata yang lebih panjang sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Wisatawan tidak hanya menikmati satu destinasi, tetapi terdorong menggunakan jasa kuliner, akomodasi, transportasi wisata, hingga aktivitas bahari yang melibatkan pelaku usaha lokal.
“Bagi kami, wisata bukan hanya mendatangkan orang, tetapi bagaimana membuat mereka tinggal lebih lama dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Pacitan,” pungkas Mamat.
Program “Sunset to Sunrise” sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata Pacitan dapat dilakukan melalui kolaborasi antarpelaku usaha. Dari menikmati senja di daratan hingga matahari terbit di tengah laut, wisatawan ditawarkan pengalaman lebih panjang—sementara Pacitan memperoleh peluang lebih besar untuk menikmati perputaran ekonomi dari sektor pariwisata.
