Kategori: OPK&CB
Salah Ketik (Typo) Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik
Opini oleh : Jerry Massie*
Lagi-lagi publik dipertontonkan dengan ketidakprofesionalnya lembaga negara dalam membuat regulasi. Berkelit salah ketik menjadi alasan klasik dalam membuat sesuatu. Sejauh ini, senjata utama ala Typo atau salah ketik. Alasannya saya nilai lantaran kurang koordinasi, kurang keterbukaan dan kurang sosialisasi ke publik.
Oleh: Andrik Purwasito/Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UNS, Surakarta
Politik dinasti tidak lain hanyalah ambisi sebuah keluarga besar untuk terjun dalam dunia politik. Mengapa hal ini dianggap kurang patut, walaupun demokrasi tidak ada larangan untuk hal tersebut. Mungkin saja karena dunia politik yang ideal adalah untuk mengabdi bagi kepentingan rakyat banyak, namun “dinasti politik” dianggap sarana untuk mencari “matapencaharian.” Yakni, kesadaran bahwa politik itu sama artinya dengan memegang otoritas kekuasaan, yang secara legitim dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan baik keuntungan ekonomi, keuntungan kebebasan, keuntungan menggunakan fasilitas negara dan berbagai kepentingan lain-lain, baik digunakan oleh anggota keluarga yang lain ataupun oleh kroni-kroninya.
PRABANGKARANEWS.COM || SURAKARTA – Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA, dalam wawancara dengan jurnalis Prabangkaranews, Omnibus law merupakan sebuah UU yang dibuat untuk menyasar isu besar yang ada di suatu negara. Undang-undang ini dimaksudkan untuk merampingkan regulasi dari segi jumlah, dan menyederhanakan peraturan agar lebih tepat sasaran. Sabtu (10/10/2020).
Resensi Novel “Jalan Tak Ada Ujung” karya Mohtar Lubis
Mochtar Lubis merupakan seorang jurnalis dan pengarang ternama asal Indonesia. Salah
satu novel karya Mochtar Lubis yaitu novel yang berjudul “Jalan Tak Ada Ujung” yang
termasuk dalam karya sastra angkatan 20-an atau Balai Pustaka. Karya sastra pada periode
ini ditandai dengan karakteristik umum seperti:
Oleh: Agoes Hendriyanto
Kajian Budaya sebagai sebuah ilmu multidisiplin dengan sudut pandang teoritis mengenai suatu objek dengan perspektif bidang kritik sastra, sosiologi, sejarah, kajian media, dan berbagai bidang lainnya. Kajian budaya sebagai ilmu yang interdisipliner yang mengambil berbagai cara pandang dari ilmu lain untuk meneliti hubungan antara kebudayaan dengan politik atau kekuasaan.
PRABANGKARANEWS.COM | KARANGANYAR – Media masa sebagai alat pengirim pesan dalam bentuk teks atau wacana dari sumber pesan kepada penerima pesan. Namun demikian era post- truth dengan bajirnya berita di publik akan semakin membingungkan masyarakat. Kenyataan di lapangan pada Era post truth dengan banyaknya media elektronik dengan berbagai macam dalam memproduksi pesan dengan berbagai faktor seperti kepemilikan, iklan, kedekatan dengan sumber berita akan memproduksi berbagai macam pesan.
